
Sudah Tiga bulan usia pernikahan Andi dan Zahra , namun apa yang Andi inginkan belom juga ia dapat kan, pasal nya setiap ia mengajak Zahra berhubungan selalu saja ada yang menghambat nya.
Pagi itu meraka berdua sudah sibuk dengan aktivitas nya. kini salon Zahra sudah di buka nya kembali dan kini Andi sudah memiliki sekretaris baru .
Sekretaris Andi yang baru bernama Siska. Siska adalah teman Zahra sewaktu mereka masih di SMA. ia memang gadis yang sedikit tomboy, namun seperti wanita pada umum nya, ia selalu menjaga penampilan nya.
Siska wanita berumur 24 tahun, dengan tinggi badan dan body nya seperti layak nya model .
Andi selalu kesal dengan kelakuan Zahra , karna setiap ia mengajak Zahra berhubungan ,istri nya itu tiba tiba merasa sakit di bagian kepala nya dan itu membuat Andi tak tega untuk menyalurkan nafsu nya.
Sampai lah pada saat Siska menjadi Sekretaris Andi. Andi menerima Siska karna ia menganggap Siska wanita yang berprestasi. namun ada sedikit pikiran kotor Andi , sebab melihat body Siska yang cukup seksi.
Hari itu di saat pekerjaan Andi yang begitu padat, ia terpaksa harus lembur dikantor nya. sebab ada investor baru yang ingin bekerja sama dengan perusahaan nya.
tok tok tok
suara pintu di ketuk dari luar.
" masuk.."
" maaf pak, apa bapak butuh sesuatu? " tanya Siska yang baru saja masuk keruangan bos nya itu.
" tolong kamu bawa kan saya secangkir kopi dan jangan terlalu manis." ucap Andi
" baik pak " ucap Siska dan langsung keluar dari ruangan itu.
Tidak berapa lama , Siska pun datang membawa secangkir kopi pesanan Andi. ia membawa nya masuk keruangan bos nya itu.
" ini pak kopi nya" ucap Siska yang berdiri di depan meja bos nya.
" Siska boleh saya minta tolong sama kamu" ucap Andi sambil menyeruput kopi pemberian Siska
" bapak mau minta tolong apa sama saya" ucap Siska
" tolong kamu periksa berkas berkas ini" ucap Andi sambil memberi beberapa lembar kertas .
" baik pak, akan segera saya periksa" ucap Siska sambil menerima berkas tersebut.
"saya permisi dulu pak" ucap Siska . ia pun berjalan ke arah pintu .
"tunggu.." ucap Andi
" ada apa pak" ucap Siska
" kamu periksa nya disini saja, saya mau kamu menemani saya disini" ucap Andi dan kembali meminum kopi nya.
__ADS_1
" baik lah pak, kalau bapak memaksa" ucap Siska dengan genit nya.
Baru saja Siska duduk di sofa yang ada di ruangan bos nya itu. ia begitu terkejut melihat Andi kini sudah duduk di samping nya.
" eh.. bapak ngapain duduk disini" ucap Siska sedikit bergeser..
" aku mau lihat cara kamu bekerja" ucap Andi.
Tiba tiba Andi merasakan pusing pada kepala nya. ia pun memegang kepala nya tersebut, sedang kan Siska hanya memperhatikan Andi dengan senyum bahagia.
" kena kamu kan ,, sekarang kamu ada di genggaman ku" ucap Siska dalam hati
Sewaktu ia membuat kan kopi untuk Andi . Siska memasuk kan obat tidur kedalam minuman tersebut.
Siska pun langsung berdiri , ia ingin memapah bos nya ke dalam kamar yang ada di ruangan Andi.
Di dalam kamar itu kini Andi sudah terbaring. sedang kan Siska duduk di tepi ranjang tepat di sebelah Andi.
Dengan niat jahat nya Siska membuka tiga kancing baju kemeja nya. sehingga menampakkan sedikit dada putih mulus milik nya.
Siska pun berbaring di sebelah Andi, ia berusaha menggoda Andi .dan tak lupa ia juga membuka kancing baju milik Andi.
Andi yang masih merasa pusing pada bagian kepala nya , ia hanya bisa pasrah atas apa yang di lakukan Siska terhadap nya.
Tiba tiba ponsel Andi berbunyi, Andi pun tersadar ia mengambil ponsel itu dari saku celana nya.
" hallo sayang" ucap Zahra
" iya.." ucap Andi sambil memijat pangkal hidung nya.
" kamu kok belom pulang sih, aku kangen" ucap Zahra dengan manja nya
" sebentar lagi aku akan pulang, mungkin satu atau dua jam lagi" ucap Andi
" ya udah deh.. tapi jangan terlalu larut malam ya sayang " ucap Zahra
" akan aku pastikan" ucap Andi
Sambungan telepon itu pun terputus.
Andi pun langsung memasuk kan ponsel nya kedalam saku nya kembali.
Betapa terkejut nya Andi melihat Siska yang duduk di ranjang nya dengan baju yang sedikit terbuka sehingga menampakkan dada putih milik nya.
"kamu.. ngapain kamu disini" ucap Andi
__ADS_1
" tadi kan bapak yang mengajak aku kesini" ucap Siska berbohong
" cepat kamu keluar dari sini" ucap Andi
Siska turun dari ranjang tersebut, ia menghampiri Andi yang tak berkedip melihat diri nya.
" kok cuma di lihat aja sih pak, mau bapak pegang juga boleh kok" bisik Siska di telinga Andi
" apa apan kamu ini, pergi lah atau kamu mau saya pecat" ancam Andi
" udah deh pak,, bukan nya bapak sering cerita ke saya kalau bapak tidak pernah mendapatkan hak bapak" ucap Siska yang kini merangkul leher Andi.
" lepas kan,,, apa kamu mau semua orang yang berada di kantor ini tau dengan ulah mu ini" ucap Andi
" dikantor ini cuma ada kita berdua, apa bapak lupa ini sudah jam delapan malam" ucap Siska
" apa mau mu " ucap Andi to the poin
" aku ingin memberi bapak kehangatan" ucap Siska
" itu tidak akan terjadi " ucap Andi. namun kali ini kepala nya kembali pusing, ia pun segera menduduk kan badan nya di ranjang tersebut
Siska pun tak mau membuang buang kesempatan itu.ia pun langsung duduk di pangkuan Andi.
Andi yang merasakan kepala nya terasa pusing tak mampu menolak apa yang telah di lakukan oleh Siska.
Dan malam itu menjadi malam yang sangat berkesan di antara mereka berdua..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote ya...