CINTA KU...

CINTA KU...
keputusan 3


__ADS_3

Sudah setengah jam Bu Erni menunggu Zahra bangun dari tidur nya. Namun Zahra belum juga terbangun .Hingga bu Erni pun memutuskan untuk membangun kan Zahra.


Zahra yang menggeliatkan badan nya, ia sedang mengumpulkan jiwa nya. Bu Erni pun memukul pipi Zahra dengan pelan. Di lihat nya wajah Zahra yang kusut dan mata yang bengkak, karna sebelum Zahra tidur ,ia hanya menangis.


Zahra yang sudah bangun dengan sempurna, ia langsung duduk di kasur nya.


" mama... Zahra masih ngantuk "ucap Zahra


"ini .. kamu makan dulu" ucap bu Erni memberikan sepiring nasi tersebut.


Zahra pun langsung memakan makanan tersebut. namun baru tiga suap , Zahra tiba tiba menghentikan aktivitas makan nya. ia menaruh piring tersebut kembali ke atas kasur nya.


Bu Erni yang melihat Zahra yang tiba tiba termenung , membuat ia semakin penasaran apa yang sedang terjadi dengan anak nya.


" Ra... ayo dimakan lagi,, apa mau mama suapin" tanya bu Erni


Namun lagi lagi Zahra tidak menggubris ucapan mama nya, Bu Erni pun akhir nya menggoyangkan bahu Zahra dengan sedikit kencang.


" Ra... kamu jangan aneh aneh , mama jadi takut nih" ucap bu Erni


Zahra pun tersadar, karna mama nya menggoyangkan bahu nya sehingga badan nya ikut terguncang.


Namun Zahra bukan nya bercerita, ia memeluk mama nya, bu Erni semakin penasaran , sehingga ia berbicara dengan nada yang sedikit tinggi.


" kamu sebenarnya kenapa sih Ra,, mama perhatikan sifat mu beda sekali semenjak kamu pulang dari RS tadi" ucap bu Erni sambil melepaskan pelukan Zahra.


Zahra pun hanya menunduk, ia seperti tidak mempunyai kekuatan untuk menjawab mama nya


" kamu jawab mama Ra,, atau mama akan pergi meninggalkan mu disini sendirian, mama akan pergi kerumah paman mu yang ada di luar kota" ucap Bu Erni dengan tegas.

__ADS_1


Ucapan bu Erni mampu membuat Zahra mengangkat kepala nya , ia melihat wajah mama nya dan akhirnya ia pun bercerita tentang apa yang ia lihat di ponsel Siska sewaktu mereka berada di RS tadi.


" apa...... ,,,, sebaik nya kamu berpisah saja dengan nya, dia terlalu kejam terhadap mu Zahra" bentak bu Erni setelah mendengar semua cerita Zahra .


" tapi kondisi Andi sedang tidak memungkinkan untuk Zahra tinggalkan ma" ucap Zahra .


" kamu tidak perlu terlalu kasihan dengan nya, kamu jangan lupa Ra, dia lah yang membuat papa mu pergi meninggalkan kita" ucap bu Erni


" ma.... Zahra pengen menjadi istri yang baik untuk suami Zahra, saat melihat kondisi nya seperti ini Zahra kasihan ma,, Zahra takut kalau Siska tidak mau mengurus Andi" ucap Zahra , kini ia kembali menangis


" tapi dia sudah sangat keterlaluan Ra,


apa kamu mau di madu" ucap bu Erni


deeegggghh....


Jantung Zahra seakan berhenti berdetak ketika mendengar perkataan mama nya.


" sekarang keputusan nya ada di tangan mu Ra,, jangan biar kan hati dan diri mu selalu merasakan sakit , mama mau kamu bahagia sayang, menikah dengan lelaki yang memang benar benar mencintai kamu, bukan lelaki yang memaksa kamu untuk menikah" tanya cap bu Erni.


Bu Erni pun kini ikut menangis, ia merasa sangat kecewa atas takdir yang menimpa anak nya.


"baik lah ma.. Zahra sudah mengambil keputusan bahwa Zahra akan merawat Andi sampai ia melewati masa kritis nya, setelah itu Zahra akan melepaskan nya ma" ucap Zahra


Bu Erni sebenarnya tidak setuju atas apa yang telah di ucap kan Zahra. Namun lagi lagi bu Erni harus berperang melawan apa yang di pikirkan nya . ia sebenar nya tidak setuju dengan keputusan Zahra, Namun ia juga tidak ingin membuat Zahra semakin terpuruk dengan keadaan nya.


" jika itu adalah keputusan yang tepat untuk di pilih,, mama hanya bisa mendoakan mu saja nak" ucap bu Erni memeluk anak nya.


Mereka pun berpelukan , saling memberi kekuatan, walau sebenarnya sama sama tersakiti.

__ADS_1


Hingga malam yang larut berubah menjadi pagi yang cerah, matahari yang masih mengintip ngintip pun akhirnya keluar dari persembunyian nya untuk menyinari dunia.


Tidak Seperti pagi biasa nya, setelah sholat subuh Zahra kembali untuk tidur . ia tidak berniat untuk keluar dari kamar nya tersebut.


Bu Erni membiarkan putri nya itu berada di dalam kamar. ia hanya menyuruh bibi untuk mengantar makanan ke kamar Zahra.


Bu Erni pun memastikan Zahra menghabiskan sarapan nya, ia datang ke kamar putri nya sewaktu Zahra sedang memakan sarapan nya.


" sudah selesai sarapan nya " ucap bu Erni dengan tersenyum , ia sengaja berbicara seperti itu untuk meyakinkan diri nya .


" sudah ma,," ucap Zahra sambil menunjuk piring kosong yang ada di atas meja .


Walaupun Bu Erni tau kalau Zahra sedang berbohong, karna Zahra tidak pernah berbicara tanpa melihat ke arah nya.


Bu Erni pun pamit pada zahra untuk melihat kondisi cafe mereka . Zahra pun hanya menganggukkan kepala nya tanda ia mengerti dan bu erni pun bergegas pergi meninggalkan Zahra. .


.


.


.


.


.


.


like komen dan vote...

__ADS_1


thank's ya...😉😉😉😉😉


__ADS_2