CINTA KU...

CINTA KU...
tentang keluarga Adit


__ADS_3

Malam pun tiba ,Zahra merasa ada yang aneh dengan Adit pasal nya Adit tidak menghubungi nya dari tadi pagi. Zahra yang sedang duduk di balkon kamar nya sambil menatap langit yang sudah gelap dan di hiasi beberapa bintang kecil.


" Kamu dimana Dit,,, kenapa enggak ada kabar apa kamu menerima perjodohan mama mu itu? ya allaah kuat kan hati ku ini"ucap Zahra sambil memegang dada nya.


Tak lama ia duduk di luar sampai akhirnya ia menguap ,Zahra pun memutuskan untuk tidur dan berharap besok Adit akan menghubungi atau menemui nya.


Malam ini memang menjadi saksi atas kerinduan yang terpendam oleh sepasang kekasih , di kota B Adit melakukan hak yang sama dengan Zahra. ia memandang langit dari balkon kamar nya dengan di temani secangkir kopi dan ponsel yang ada di genggaman nya.


" Maafin aku ya Zahra ,aku sengaja tidak mengabari mu aku sayang sama kamu Zahra"ucap Adit sambil memandang foto Zahra di ponsel nya


Malam yang semakin larut membuat sebagian yang bernyawa masuk kedalam mimpi . Entah itu mimpi butuk atau mimpi indah ,tapi kenyataan nya hanya yang bermimpi lah yang tau akan mimpi nya.


Mentari pagi pun telah keluar dari persembunyian nya menghangat kan makhluk hidup di dalam nya .


Pagi ini di kediaman orang tua Adit , bu Sri masih berusaha menemukan anak nya, bahkan ia sudah menyuruh beberapa orang kepercayaan nya mencari anak nya . Namun seperti di telan bumi Adit tidak meninggalkan jejak sedikit pun.


Selesai sarapan bu Sri dan pak Lukman terburu buru untuk meninggalkan rumah nya, mereka takut jika Della bertanya akan hak nya itu.


Namun belum lagi mereka keluar rumah Della sudah memergoki om dan tante nya itu.


" Tante sama om mau kemana sepagi ini?" tanya Della


" Om mau kerumah sakit, hari ini ada pasien mendadak" ucap pak Lukman


" Kalau tante?"


"Tante mau pergi menjenguk teman tante yang sedang sakit"jawab Bu Sri dengan Gugup.


"Jadi bagaimana dengan Adit tan, apa sudah ada kabar?"tanya Della


" Belum Del, tante juga bingung"ucap bu Sri


"Apa susah nya sih, tante tinggal memulangkan apa yang telah di titip kan papa ke om dan tante, lagi pula itu kan memang hak Della"


"Bukan begitu Della, om dan tante mu ini takut lelaki yang akan menjadi suami mu hanya memandang harta mu saja"ucap Pak Lukman


" Takut akan hal itu atau om takut keluar dari rumah ini?"

__ADS_1


" Bukan kah ini rumah papa ku om?" sambung Della


Keringat dingin pun bermunculan dari celah pori pori pak Lukman, karna hidup yang sudah serba ada membuat dia dan istri nya lupa untuk berhemat.


" Om tidak mungkin lupa"ucap pak Lukman


" Lalu kapan om akan mengembalikan semua ke Della?"


" Segera akan om pulangkan ke kamu"ucap pak Lukman


"Baik lah,, akan ku tunggu"


Della pun meninggalkan om dan Tante nya itu, ia merasa puas melihat kegugupan mereka berdua.


Di dalam kamar nya Della memandang foto papa dan mama nya.


"Pa,, aku tidak akan membiar kan harta papa di nikmati oleh mereka" ucap Della


Kepergian bu Sri sepagi ini bukan lah tanpa alasan, pagi ini ia berencana akan mendatangi Zahra di kantor nya.


Tatapan mata yang bertemu membuat kedua nya saling terkejut.


" Ngapain Bu Sri kesini" batin Zahra


Bu Sri mendekati Zahra .


"Zahra.." sapa nya


"Tante,,, ada apa tan"ucap Zahra


" Ada yang ingin tante bicarakan sama kamu, yuk kita cari tempat mengobrol"ajak bu Sri


Mereka pun duduk di bangku taman yang tersedia di depan kantor My group itu.


Setelah duduk dengan sempurna bu Sri langsung membuka mulut nya untuk berbicara.


" Zahra,, kamu tau dimana Adit berada?"

__ADS_1


" Maksud tante apa?"


"Adit pergi dari kemarin tanpa kabar"


"Apa tante yakin, nanti Adit hanya pergi kerumah teman nya"


"Tidak,, karna semua teman Adit sudah tante tanya satu persatu"


"Lalu maksud kedatangan tante ke sini hanya untuk menanyakan keberadaan Adit?"


" Selain itu ada hal penting yang mau tante tanya,"


"Kata kan lah"


" Tante merestui hubungan kalian, tante akan terima tentang status kamu di masa lalu ,tapi ada satu syarat" ucap bu Sri


" Syaray?? apa itu? " tanya Zahra


" Tante mau kamu membelikan tante rumah" ucap bu Sri


"Rumah??"


Bu Sri pun menceritakan tentang kronologi keluarga nya , ia pun bercerita tentang Della dan rumah impian nya.


Setelah selesai mencerita kan semua bu Sri dengan PD nya bertanya pada Zahra.


" Bagaimana,,, apa kamu sanggup?" tanya bu Sri


"Nanti akan saya pikirkan dulu, kalau seperti itu saya harus memikirkan nya dulu"ucap Zahra


Merasa perbincangan mereka telah selesai ,Zahra meninggalkan Bu Sri yang masih duduk di bangku taman tersebut.


Sampai di dalam ruangan nya ,Zahra menjatuh kan tubuh nya di sofabyang berada di sana.


" Huuuhhh,,,, ternyata dia hanya orang biasa ,tapi kenapa bu Sri bisa berpikir akan hal seperti itu, hmmm... " Zahra mengeluarkan senyum tipis nya.


Hari yang panjang masih terus berlalu .

__ADS_1


__ADS_2