
Sudah seminggu lebih Adit pergi dari rumah dan hampir dua hari sekali bu Sri mempertanyakan rumah tersebut kepada Zahra.
Kesepakatan itu pun terjadi ,walaupun bu Sri tidak tau bahwa rumah itu adalah pembelian anak nya. Memang tidak semegah rumah rumah sebelum nya, namun masih terlihat elegan.
Setelah menentukan hari dan tanggal nya disitu lah Zahra menyuruh bu Sri untuk menjumpai nya di kantor milik nya.
Disana sudah duduk Zahra dan Asisten nya, Juan.
Kedatangan bu Sri di sambut hangat oleh Zahra, seperti tidak ada apa apa ,Zahra selalu melempar senyum terindah nya.
"Selamat datang Tan,," ucap Zahra sambil mengulurkan tangan nya.
" Kamu jangan panggil tante lagi, sebentar lagi kamu kan menjadi menantu ku" ucap bu Sri dengan tidak malu nya
"Baik lah,, tapi ada yang ingin aku tanya kan" ucao Zahra
" Tanya kan lah sayang,, mama mu ini akan mendengar kan nya" ucap bu Sri
Zahra sedikit tersenyum mendengar kata mama.
" Sampai hari ini apa tante melarang Adit menghubungi ku? karna sampai sekarang dia belum menelepon ku" ucap Zahra
" Maaf Zahra ,,mungkin karna terlalu lelah Adit lupa memberi mu kabar" ucap bu Sri
" Namun dia ada di rumah kok , kamu tenang saja Ra" sambung bu Sri ketika melihat pandangan Zahra yang seolah meminta penjelasan.
"Okey.... ada satu hal lagi aku akan memberi kan surat ini jika kami sudah menikah, tidak masalah kan ma?" ucap Zahra
" Haa,,, oh... iya tidak masalah,, yang terpenting kamu sudah membeli nya dan mama akan segera pindah kerumah itu" ucap bu Sri
" Baik lah,,, kita sampai disini saja karna sebentar lagi kami akn meeting"ucap Zahra sambil memandang arah Juan.
Juan yang mengerti langsung melangkah kan kaki nya dan mengajak bu Sri untuk segera keluar. Juan pun mengantar kan sampai ke depan lift.
Setelah kepergian bu Sri ,Zahra langsung menelepon Adit.
"Asslamualaykum"
__ADS_1
" Waalaykumsalam"
"Lagi apa Ra"tanya Adit
"Lagu menyiapkan berkas untuk meeting" jawab Zahra
" Tadi mama mu datang ke kantor, kami sudah membahas tentang rumah dan hubungan kita"ucap Zahra
"Lalu apa yang di katakan mama" ucap Adit
"Mama merestui hubungan kita ,mungkin sebentar lagi dia akan mencari keberadaan mu" ucap Zahra
" Okey,,, kalau begitu tinggal giliran ku" ucap Adit
" Hmmm,,, udah dulu ya aku mau menghadiri meeting " ucap Zahra
Setelah sambungan telepin itu terputus Zahra langsung menuju ruang meeting, disana Juan sudah menunggu seperti biasa .
*******
Malam pun telah tiba ,Setelah selesai makan malam Zahra kembali ke kamar nya dan segera mengambil ponsel nya.
Zahra pun kembali ke lantai bawah ,ia ingin bercerita ke bu Erni tentang hubungan nya itu, namun ketika Zahra mau mengetuk pintu kamar mama nya , Zahra mendengar suara bel berbunyi.
Zahra melangkah kan kaki nya menuju pintu karna ia tidak melihat bibik disana.
Ketika hendak membuka kan pintu Zahra menyempat kan untuk mengintip dari jendela rumah nya.
" Apa itu Adit,, seperti nya Adit ,tapi bukan kah dia sedang berada di kota B"batin Zahra
Bel pun berbunyi untuk yang kedua kali hingga membuat bibik berjalan ke arah depan untuk melihat siapa yang datang bertamu.
Namun langkah kaki Bibik pun terhenti ketika Zahra memberi kode dengan menaruh jari telunjuk di mulut nya.
Zahra mendekati bibik yang sedang penasaran.
"Ada apa Non, kok kayak lihat maling gitu" ucap Bibik
__ADS_1
Zahra menutup mulut bibik dengan telapak tangan nya.
" Jangan bersuara bik, nanti yang di luar itu dengat"ucap Zahra sambil menunjuk ke arah pintu.
"Emang nya siapa non" ucap Bibik ketika mulut nya sudah di lepas kan Zahra
" Tadi Zahra lihat di depan pintu berdiri sosok pria yang mirip Adit" ucap Zahra dengan suara yang level pelan.
" Ooh... terus kenapa enggak di buka non?" tanya bibik lagi
" Saya belom yakin bik,, karna Adit bilang dia sedang berada di kota B" ucap Zahra
Disela sela mereka berdebat bel pun kembali berbunyi, Bibik pun membuka kan pintu rumah itu ketika Zahra memberi nya kode.
Zahra pun mencari tempat untuk mengintip, setelah bibik membuka pintu Zahra terkejut ketika melihat Adit .
" Kapan dia pulang kemari, kenapa dia tidak menghubungi ku" begitu lah yang ada di pikiran Zahra saat ini.
Setelah bertanya tentang Zahra, bibik pun mempersilah kan Adit masuk ke dalam rumah tersebut.
Adit telah duduk di sofa yang telah di persilah kan Bibik, sedang kan bibik menuju ke dalam rumah setelah melihat Adit duduk .
"Non,,, ngapain ngintip ngintip?" tanya bibik
" Bik iti Adit kan? mau ngapain dia?"tanya Zahta
"kata nya dia mau bertemu dengan nona" ucap Bibik
Bibik pun permisi ke dapur untuk membuat kan Adit minum.
Sedang kan Zahra belum bergerak menemui Adit hingga bibik mebemui nya dengan membawa dua gelas jus di atas nampan kaca.
"Ayo non,,, nanti tuan Adit nya bosen "ucap Bibik
"Ha,,, oh.. iya bik ,, bibik deluan saja"ucap Zahra
Bibik pun meninggalkan Zahra .Sedang kan Zahra merapikan rambut nya agar terlihat lebih fresh..
__ADS_1
Setelah itu dia melangkah kan kaki nya menemui Adit yang telah lama menunggu dirinya.