CINTA KU...

CINTA KU...
Rencana Zahra


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit , Zahra menuju kediaman Andi. ia merasa merindukan sosok suami nya, walaupun pernikahan mereka tidak seindah pengantin lain nya.


Sesampai di Istana Andi, Zahra pun masuk kedalam pekarangan yang di sambut oleh penjaga rumah tersebut.


Setelah mobil berhenti Zahra pun turun dan masuk kedalam bangunan megah milik suami nya itu. Disana ia juga di sambut dengan hangat oleh para pelayan. Zahra hanya membalas dengan senyuman saja. ia enggan untuk mengeluarkan suara nya.


Zahra menuju ke kamar Andi, Disana ia merebahkan tubuh nya di atas kasur sambil melihat langit langit kamar tersebut.


" kenapa ini terasa berat, kenapa seperti nya aku udah enggak sanggup lagi ya allaah , kuat kan lah aku ya allaah" ucap Zahra , ia pun memejamkan kedua mata nya.


Tiba tiba pintu kamar tersebut di ketuk dari luar, Zahra dengan malas membangkit kan tubuh nya menuju kamar tersebut.


" maaf Non, apa Nona akan makan malam di rumah?" tanya seorang pelayan


" tidak bik, saya hanya merindukan suasana kamar ini , paling sebentar lagi saya akan pergi" ucap Zahra


"baik ,, permisi Non" ucap pelayan itu dan pergi meninggalkan Zahra.


Zahra pun kembali menjatuhkan tubuh nya di atas kasur tersebut sambil ia berpikir bagaimana cara menjebak Siska , walaupun Zahra memang sudah mempunyai bukti tapi ia ingin Siska merasa kan di dalam jeruji besi dalam waktu yang lama.


Akhirnya setelah ia lama berpikir, Zahra teringat akan ponsel Andi dan ia pun membuka kontak yang di simpan di handphone tersebut.


" Siapa ya yang sering di hubungi nya" ucap Zahra dengan tangan yang sibuk menggeser geser layak ponsel tersebut.


" Seperti nya Andi sering menghubungi nomor ini" ucap Zahra , ia pun mencoba menghubungi nya.


Zahra menunggu sambungan telepon tersebut yang belum di angkat si pemilik nomor. hingga akhirnya Zahra merasa puas karna terdengar suara dari sebrang telepon tersebut.

__ADS_1


" hallo tuan" ucap nya


" hallo,, apa ini dengan Juan?" ucap Zahra


" iya dengan saya sendiri, maaf ini dengan siapa?" tanya Juan , ia merasa bingung karna mendengar suara wanita dari nomor bos nya tersebut.


" aku Zahra , istri dari pemilik My grup " ucap Zahra


" maaf Nona , apa yang bisa saya bantu" ucap Juan


" saya ingin kamu menemui saya sekarang , nanti saya akan mengirim alamat nya" ucap Zahra


" baik,, saya segera kesana Nona" ucap Juan


Sambungan telepon tersebut pun terputus. Zahra pun segera bergegas menuju cafe yang akan menjadi tempat pertemuan nya . sebelum ia pergi meninggalkan rumah Andi, ia berpesan kepada para pelayan dan para penjaga rumah tersebut, agar tidak mengizin kan orang asing masuk kedalam rumah mereka walau dengan alasan apa pun dan jangan lupa untuk menghubungi diri nya guna memberi kabar . setelah ia melihat para pelayan dan penjaga mengerti Zahra pun pergi meninggalkan rumah tersebut.


Sekitar sepuluh menit menunggu, akhirnya Juan datang juga , Zahra melambaikan tangan nya agar juan melihat dan menghampirinya . melihat Nona nya sudah menunggu ,Juan yang merasa diri nya terlambat langsung meminta maaf.


" maaf kan saya Nona, membuat anda menunggu saya" ucap Juan


" duduk lah " ucap Zahra mempersilahkan nya.


Juan pun duduk tepat di depan Nona muda nya.


" ada apa Nona ingin berjumpa dengan saya , apakah ini ada sangkutan nya dengan keadaan tuan?" ucap Juan


" iya ,, ini memang menyangkut keadaan tuan muda kalian" ucap Zahra

__ADS_1


Mendengar penuturan Zahra , Juan menoleh kearah Zahra, hingga mata mereka tak sengaja saling menatap satu sama lain, namun Juan dengan cepat menunduk kan kembali kepala nya .


"maaf kan saya Nona" ucap Juan merasa tak enak hati


"sudah lah jangan terlalu formal, aku menyuruh mu kesini karna ada sesuatu yang ingin aku tanya kan" ucap Zahra


" apa tugas mu yang telah di beri kan oleh suami ku?" tanya Zahra


" tugas saya menyelidiki semua yang berurusan dengan perusahaan tuan " ucap Juan , ia masih berbicara dengan memandang meja.


" bagus, kalau begitu aku mau mendengar laporan dengan hasil kerja Siska , sekretaris suami ku" ucap Zahra


" setelah tuan muda kecelakaan dan penyataan yang Nona berikan, Bu Siska lah yang menjadi kepala di perusahaan My grup yang berada di Kota ini dan di cabang lain nya. namun bulan ini perusahaan seperti mengalami masalah , karna kemarin ada pengembalian barang dari luar negri " ucap Juan


" apa?? kenapa dia tidak memberininformasi sepenting ini pada ku?" ucap Zahra , kini nada suara nya sudah sedikit meninggi.


"mungkin Bu Siska takut , jika ia ketahuan melakukan kesalahan yang besar seperti ini , maka Nona akan memecat nya" ucap Juan


" kalau begitu tugas mu adalah memantau setiap kinerja yang ia punya, jika terdapat ia korupsi atau penyalah gunaan fasilitas kantor , kau harus membuat bukti agar aku bisa memberi nya hukuman yang setimpal" ucap Zahra


" baik Nona, jika sudah tiada lagi saya permisi Nona" ucap Juan, ia pun berdiri dari duduk nya.


" duduk lah dulu, kau habis kan minuman yang telah ku pesan " ucap Zahra sambil bangkit dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya menuju kasir.


Juan hanya diam seribu bahasa sambil menikmati minuman nya. setelah selesai membayar Zahra pun pergi meninggal kan Juan.


Entah kenapa hati Zahra begitu menggebu gebu ingin memberi pelajaran untuk Siska . hingga ia tidak sadar ia membawa mobil nya cukup kencang .

__ADS_1


__ADS_2