CINTA KU...

CINTA KU...
mama atau dia


__ADS_3

Setelah selesai sarapan ,Zahra meminum obat yang telah di berikan oleh dokter. Andi pun membantu Zahra untuk meminum obat tersebut. Andi mengupas satu persatu obat obat itu dari bungkus nya lalu memberi kan nya ke Zahra.


Setelah selesai meminum obat Zahra pun kembali membaring kan tubuh nya di kasur . sedang kan Andi , ia sedang bersiap siap akan pergi ke kantor nya.


Sebelum keluar dari kamar nya, ia menoleh ke Zahra yang masih berada di atas kasur nya. ia melihat Zahra yang kini sudah tertidur.


"sayang aku pergi ke kantor , kamu baik baik ya disini jangan nakal." begitu lah yang di ucap kan Andi sambil mengelus kepala Zahra.


Zahra yang sebenar nya hanya memejamkan mata saat Andi melihat nya tadi. ia mendengar apa yang di ucap kan Andi pada nya.


Andi pun bergegas meninggalkan Zahra di kamar nya . ia pun melangkah kan kaki menuruni anak tangga


belum sampai di lantai bawah, Andi di kejut kan dengan kedatangan sosok wanita yang ia kenal.


Andi pun mendekati sambil menyapa wanita yang telah melahirkan Zahra.


" mama.... " sapa Andi.


Andi sengaja memanggil bu Erni dengan sebutan mama, agar bu Erni bisa menerima kenyataan kalau ia adalah menantu nya .


" di mana kau sembunyikan Zahra?" ucap bu Erni dengan tatapan mata yang tajam.


"Zahra sedang tidur ma, mama udah lama? ? tanya Andi. sambil ia ingin meraih tangan mertua nya.


" gak perlu sok baik di hadapan ku, dan satu lagi jangan pernah memanggil ku dengan sebutan mama" ucap Bu Erni yang menekan kan kata mama.


" tapi sekarang Andi kan menantu mama, suami dari Zahra, maka Andi akan memanggil dengan sebutan mama" ucap Andi yang tak mau kalah.


" jangan memperlambat waktu ku, aku ingin bertemu dengan Zahra" ucap Bu Erni


"dimana dia, apa kau sudah senang dengan melihat keluarga kami telah hancur?" ucap bu Erni


" mama aku tak seperti yang dirimu bayang kan." ucap Andi dengan polos nya

__ADS_1


"ciih. ....bahkan kau tidak mempunyai rasa malu atas yang telah kau perbuat" ucap bu Erni.


" kata kan lah apa maksud dari kedatangan mama kesini " ucap Andi yang mulai bosan menghadapi buk Erni


" aku mau bertemu dengan anak ku " ucap bu Erni yang tak mau kalah.


"saat ini dia sedang tidur,jangan mengganggu nya.. " jawab Andi


" aku tidak percaya dengan kata kata mu" ucap bu Erni


" pulang lah ,, aku mau ke kekantor." ucap Andi sedikit mengusir.


"Zahra ...Zahra....Zahra..." teriak bu Erni


" sudah ku bilang jangan mengganggu nya" bentak Andi


"Andi... " teriak Zahra.


Zahra yang mendengar suara wanita menyebut nama nya , ia langsung keluar dari kamar untuk melihat siapa yang datang kerumah Andi.namun ia enggan untuk turun dan menghampiri mama nya . Namun setelah melihat Andi membentak mama nya Zahra akhir nya bersuara.


Zahra menghampiri mama nya dan mereka saling berpelukan.


" sayang kamu baik baik aja kan" ucap bu Erni


Namun Zahra hanya membalas dengan senyuman .


" ayo sayang kita pulang " ajak bu Erni


tanpa menghiraukan keberadaan Andi


Zahra hanya bisa diam saat mendengar ajakan mama nya.


"Ra. . ayo kita pergi dari sini, mama kangen sama kamu Ra" ucap bu Erni dengan wajah memohon nya

__ADS_1


" tapi ma.. Zahra sudah menikah , dan ini rumah suami Zahra ma" ucap Zahra tertunduk


"jadi kamu tidak mau ikut dengan mama ? kamu lebih milih dia, dan tinggal dengan dia Ra? kamu lupa papa kamu pergi karna dia " seru bu Erni


" maafin Zahra ma... tapi ini semua sudah terjadi, Zahra mohon mama mengerti lah" ucap Zahra yang kini telah bersimpuh di kaki mama nya.


"sudah lah ra , mungkin ini takdir mama yang akan menghabiskan masa tua hingga ajal menjemput dengan kesendirian. mama kecewa dengan kamu Ra, kamu lebih memilih dia di bandingkan mama yang telah melahirkan mu" ucap bu Erni sambil menarik kaki nya dari pelukan Zahra dan pergi meninggalkan Zahra dan Andi .


Zahra yang mendengar ucapan mama nya, ia mengejar mama nya. namun Andi menangkap tangan Zahra agar Zahra tidak pergi meninggalkan nya.


"lepas kan.. lepas kan tangan ku," teriak Zahra sambil meronta ronta.


"kamu sudah menjadi istri ku, jadi kamu harus memilih ku" ucap Andi


" kau tidak berhak atas diriku, lepas kan aku ... lepas kan aku... dasar ber*ngsek" ucap Zahra.


Seketika emosi Andi memuncak, dengan tak sadar ia menampar wajah Zahra ,hingga Zahra pun terjatuh dan kepela nya membentur meja. akibat benturan yang cukup kuat Zahra akhirnya pingsan.


" Zahra .. bangun Ra .. aku gak sengaja Ra" ucap Andi histeris.


Mendengar suara Andi yang berteriak histeris membuat Bu Erni yang sudah berada di ambang pintu pun membalik kan badan nya dan melihat Zahra sudah tergeletak di lantai dengan kepala yang mengeluarkan darah.


" Zahraaaaaaaaaaa. ....." ucap bu Erni sambil berlari menghampirinya.


.


.


.


.


jangan lupa like komen dan vote ya..

__ADS_1


😊😊😊😊


__ADS_2