
Beberapa menit kemudian, jemputan Zahra pun tiba. Zahra yang mengetahui akan jemputan nya pun langsung menghampiri orang suruhan Andi tersebut.
"sore nona, kami mau menjemput nona sesuai perintah tuan kami" ucap salah satu dari pengawal itu
"ayo kita sekarang keluar dari Rumah Sakit ini. " ucap Zahra yang takut akan ketahuan oleh mama nya.
Zahra dan para pengawal itu pun bergegas menuju parkiran . Namun bu Erni sempat melihat Zahra berjalan ke arah yang sama dengan para pengawal itu.
Bu Erni sempat mengejar Zahra , namun dengan cepat Zahra mempercepat langkah kaki nya.
Langkah bu Erni pun terhenti seketika saat seorang suster memanggil nya.
"buk .. buk Erni" panggil suster tersebut sambil menghampiri nya
Bu erni yang merasa dirinya di panggil pun langsung menghentikan langkah nya dan membalik badan nya.
"ada apa sus?" tanya bu Erni
"ibuk harus ke ruangan pak Edi sekarang" titah suster itu
Bu Erni yang masih bertanya tanya akan kepergian Zahra pun melangkah kan kaki nya menuju ruangan suami nya di rawat.
Disana bu Erni melihat dokter dan beberapa suster telah berada di dekat suami nya.
Bu Erni semakin bingung ,
" ada apa sebenarnya dengan suami ku " batin nya
Dia melangkah kan kaki nya masuk keruangan itu, dengan penuh pertanyaan. namun sebelum dia melihat kondisi suami nya. ia bertanya kepada Dokter tersebut.
"ada apa dok,? ada apa dengan suami saya?" ucap bu Erni meminta penjelasan
Dokter tersebut pun membawa bu Erni sedikit menjauh dari tempat tidur pak Edi.
" maaf buk.. ibuk harus sabar ya" ucap dokter itu .
Merasa ada yang aneh bu Erni langsung menghampiri suami nya.
Namun betapa terkejut nya dia,melihat semua alat yang terpasang di tubuh suami nya sudah di lepaskan.
" apa maksud ini semua Dok? " tanya bu Erni sambil menekan suara nya.
" maaf buk.. ibuk yang sabar ya" ucap Dokter itu kembali
" tapi kenapa semua alat alat itu di lepas kan dari tubuh suami saya Dok?" tanya bu Erni yang tak puas akan jawaban dokter tadi
" kami sudah berusaha dengan baik, namun ke adaan pak Edi memang tidak memungkinkan , kami sudah mengecek ke adaan pak Edi. Namun pak Edi tidak mampu bertahan. Beliau sudah meninggal " ucap Dokter .
__ADS_1
Mendengar penjelasan dokter, bu Erni pun terjatuh ke lantai. kaki nya terasa lemas tak berdaya. dia ingin sekali pingsan agar tidak merasakan kesedihan ini.
"jadi su..suami saya sudah..sudah meninggal dok?" tanya bu Erni yang sudah bercucuran air mata.
" yang sabar ya buk.. ibuk harus kuat" ucap dokter itu seraya menguat kan bu Erni.
Bu erni meraih ponsel nya. dia ingin menghubungi Zahra. namun setelah beberapa kali bu Erni menelepon Zahra, hasil nya masih sama. Zahra tidak mengangkat telepon dari mama nya.
***** Di Hotel Milik Andi****
"ada apa mama menelepon aku ya" ucap Zahra saat melihat ponselnya berdering.
Andi yang melihat Zahra cemas melihat ponselnya berdering ,akhirnya mengambil ponsel milik Zahra.
"kenapa kamu mengambil ponsel ku" ucap Zahra
" aku tidak mau ada yang mengganggu acara kita , bukankah ini adalah hari yang sangat kamu tunggu dari dulu" ucap Andi tersenyum sinis
Andi mengambil ponsel Zahra dan memberikan nya kepada pengawal yang ada di sana .
Andi takut Zahra tau akan kebenaran kasus papa nya. maka Zahra tidak mau menikah dengan nya. pikir Andi
Acara pun di mulai, dengan sangat gelisah Zahra pun turun di dampingi suruhan Andi. Zahra yang terlihat sangat cantik dengan kebaya warna pink muda dan rok batik. di tambah rambut yang di sanggul indah membuat leher jenjang Zahra terlihat sexy.
Setelah duduk di samping Andi, para saksi dan penghulu pun memulai ijab kabul.
Dengan lantang Andi menjabat tangan penghulu dan menyebut ijab kabul dengan satu tarikan nafas.dan akhirnya mereka sah menjadi suami istri. Doa demi doa pun telah di baca kan.
Setelah selesai melaksanakan ijab kabul para undangan pun menyantap makanan yang sudah di hidangan kan.
Namun berbeda dengan Zahra ,iya hanya duduk di taman yang berada di samping hotel tersebut.
" maaf kan Zahra ,papa ,mama .Zahra sudah menikah tapi tidak meminta restu dari kalian berdua, maaf kan lah anak mu ini" ucap Zahra menatap langit sambil menangis.
Andi yang mencari Zahra pun akhirnya menemukan Zahra yang duduk di bangku yang ada taman tersebut , ia menghampiri Zahra dan memeluk nya dari belakang.
"kenapa kau menangis? aku sudah mengurus biaya papa mu" ucap Andi
Zahra hanya diam tak menjawab apa yang di katakan Andi.
Tiba tiba orang suruhan Andi menghampiri mereka berdua.
" maaf tuan , ada yang ingin saya sampai kan" ucap lelaki itu
" kamu ingin menyampaikan apa?" tanya Andi
" bisakah kita kesana sebentar tuan" ajak lelaki itu. ia tak ingin Zahra Mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
" sudah kamu katakan kan saja, lagi pula dia ini kan istri ku" ucap Andi yang tak mau meninggalkan Zahra.
" baik tuan.. saya ingin menyampaikan..
bahwa pak Edi sudah meninggal" ucap lelaki itu
Seketika Zahra mengangkat kepala nya melihat ke arah lelaki itu . ia ingin lelaki itu menjelaskan maksud dari ucapan nya.
Andi yang melihat raut wajah Zahra yang berubah pun langsung bertanya kepada orang suruhan nya itu.
" apa maksud mu, jangan merusak hari bahagia kami" ucap Andi yang masih memeluk Zahra dari belakang.
"iya tuan.. tadi saya baru mendapat kan kabar dari pihak Rumah Sakit. kata nya pak edi baru saja menghembus kan nafas terakhir nya." ucap lelaki itu.
Zahra yang mendengar penjelasan dari orang suruhan Andi itu , ia langsung berlari ingin keluar dari hotel itu.
namun Andi dengan cepat menangkap tangan Zahra.
"lepas kan aku,aku tidak sudi kau sentuh" ucap Zahra sambil menatap wajah Andi
"biar aku antar" ucap Andi yang tak ingin berdebat.
Zahra pun menurut dengan perkataan Andi, mereka bergegas menuju Rumah Sakit.
.
.
.
.
.
jangan
lupa
like
komen
dan
vote
ya. ..😉😉😉
__ADS_1