
Setelah kepulangan Andi dan Zahra kerumah mereka , Zahra langsung menuju kamar nya. ia langsung masuk dan menutup pintu kamar nya. ia pun menuju meja rias dan membuka laci yang terletak di sudut meja tersebut
Zahra mengambil satu papan pil berwarna putih , kecil itu untuk di minum nya. ia sengaja menyiapkan nya untuk berjaga jaga. namun ia belum pernah meminum pil tersebut.
Saat ia ingin meminum nya , Andi pun masuk kedalam kamar mereka. Andi melihat apa yang di pegang oleh Zahra. ia pun langsung menarik tangan Zahra agar tidak meminum pil tersebut.
" apa apan kamu.." ucap Zahra
" kamu... " ucap Andi dengan membesarkan bola mata nya melihat Zahra.
Zahra merasa takut melihat Expresi wajah Andi, ia pun tertunduk dan tak bersuara
" apa ini... kenapa kamu mau menelan pil ini" bentak Andi
Namun Zahra enggan menjawab.
" jawab... atau kau mau aku hukum seperti di kantor tadi" ucap Andi.
Andi langsung menarik tangan Zahra menuju kasur milik nya.namun Zahra menahan tubuh nya agar tidak mengikuti Andi.
" kau sudah berani membangkang , apa perlu aku membuat mu tak bisa melihat indahnya dunia ini" ucap Andi
"apa kau ingin memb*nuh ku,,,,b*nuh lah aku agar kau puas, tolong jangan sakiti aku , aku tidak mau hidup menderita seperti ini" bentak Zahra
" jadi kau memang menginginkan nya ..." ucap Andi sambil mengelus wajah Zahra.
" lebih baik aku mati dari pada harus bersama mu" ucap Zahra
"diaam.... kau memang tidak tau berterima kasih pada ku, aku sudah mengembalikan semua milik papa mu, namun apa yang aku dapat kan dari kebaikan ku itu" bentak Andi
Walaupun bu Erni sudah tau yang sebenarnya, namun hanya karna ia takut anak nya menyandang status janda, ia pun menutup mulut nya agar Zahra tidak mengetahui nya. Namun tanpa Bu Erni dan Andi sadari, Zahra sudah tau akan hal itu sewaktu ia berada di rumah sakit saat itu.
" apa.. kamu suruh aku berterima kasih pada orang yang telah membuat papa ku meninggal" ucap Zahra
__ADS_1
" aku sudah tau semua nya ,, aku sudah tau semua kebusukan mu " bentak Zahra
Dalam sekejap Andi terdiam mendengar perkataan Zahra, ia tidak menyangka kalau Zahra mampu menjawab setiap perkataan nya.
" aku mau kita pisah, aku enggak sudi menjadi istri mu, lepas kan lah aku , aku mohon " ucap Zahra
Andi hanya terdiam mendengar permohonan Zahra, ia begitu mencintai Zahra , namun ke egoisan nya tak mampu membendung emosi nya.
" aku mohon.. tetap lah bersama ku, akan ku turuti semua permintaan mu" ucap Andi dengan pasrah.
" aku mau meminta setengah kekayaan mu menjadi atas nama ku, dan kamu tidak boleh menyentuh ku" ucap Zahra
" itu tidak mungkin, aku tidak akan mengabulkan permintaan mu itu" ucap Andi
" kalau begitu lepas kan aku dari ikatan pernikahan ini" ucap Zahra
Andi yang masih berpikir dalam renungan nya , membuat Zahra menjadi tak tega melihat raut wajah Andi yang berubah menjadi murung.
"apa tidak ada jalan lain selain perpisahan, apa kau ragu akan cinta ku, memang yang terjadi di masa lalu itu hanya salah paham. tapi aku baru mengetahui nya saat papa mu sudah berada di rumah sakit dan itu saat sehari sebelum kita menikah. aku takut jika kamu mengetahui nya maka kamu akan membatalkan kan pernikahan kita , namun ternyata kau sudah tau, maaf kan aku Zahra" ucap Andi. kini ia sudah bersimpuh di kaki Zahra.
Zahra pun akhir nya menangis dan terduduk di atas lantai tepat di hadapan Andi.
" kenapa takdir ini seperti tidak berpihak kepada ku, kenapa jadi seperti ini , ya allaah bantu lah aku,kuatkan lah aku" batin Zahra tertunduk lesu
Keheningan pun timbul sesaat, dimana mereka berdua yang lagi merenungkan nasib meraka dalam pikiran masing masing .
" Ra,, sekali lagi maafin aku ya,, aku enggak bermaksud membuat mu terluka seperti ini" ucap Andi menggenggam kedua tangan Zahra
" aku butuh ketenangan, aku butuh sendiri, aku ingin pulang kerumah mama" ucap Zahra
" tapi kita tidak akan berpisah kan, aku mohon " ucap Andi memohon kepada Zahra.
" entah lah,, aku belum bisa untuk menjawab semua ini, tapi berdoa lah agar allaah menunjukkan jalan terbaik untuk kita berdua" ucap Zahra . ia pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju kearah pintu kamar tersebut.
__ADS_1
" tunggu,,, biar aku mengantar mu, mungkin ini akan menjadi kebersamaan terakhir bagi kita atau pun ini akan menjadi awal tumbuh nya rasa di antara kita" ucap Andi menahan tangan Zahra.
Zahra tak bergeming, ia hanya mengikuti langkah kaki Andi keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.
Sesampai nya di dalam mobil, mereka hanya diam membisu, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari kedua insan tersebut. walaupun sekali kali Zahra atau pun Andi saling mencuri curi pandang.
Sampai lah mobil mereka memasuki halaman rumah Zahra.
Zahra pun langsung membuka pintu mobil dan menutup nya kembali, ia berjalan menuju pintu rumah itu tanpa melihat ke arah Andi.
" semoga semua ini akan menjadi jalan terbaik buat kita berdua" batin Zahra
Andi melihat sikap Zahra yang seperti itu , membuat hati nya terasa sakit, ia pun akhirnya membanting setir nya berbalik meninggalkan kediaman Zahra
" ya allaah apa kah Zahra sangat membenci ku, sehingga ia tak mau melihat ku, izinkan lah aku dan Zahra bersama kembali , aku mohon ya allaah " batin Andi sambil melajukan kendaraan nya.
.
.
.
.
.
.
.
like komen dan vote..
😉😉😉😉
__ADS_1