
Setelah Zahra sudah baikan , dokter pun sudah memperbolehkan nya untuk pulang.
Andi pun membawa Zahra pulang kerumah nya. Zahra yang melihat jalanan yang di lalui nya berbeda dari arah jalan menuju rumah nya.
ia pun bertanya kepada Andi.
"kita mau kemana? " tanya Zahra
"kita mau pulang , emang nya kita mau kemana lagi Ra?" tanya Andi
"tapi ini bukan jalan menuju rumah ku" ucap Zahra yang mulai resah
"aku akan membawa mu kerumah ku, sekarang kamu kan sudah menjadi istri ku" ucap Andi sambil tersenyum ke arah Zahra
" tapi aku belom mengambil barang barang ku dari rumah orang tua ku" ucap Zahra mengelak. ia takut jika harus hidup serumah dengan Andi.
"tenang lah.. Apa yang kamu punya akan ada di sana , aku sudah mempersiapkan semua keperluan mu" ucap Andi dengan santai.
"baik lah ,makasih ya" ucap Zahra yang sudah pasrah dan tersenyum palsu kearah Andi
"aku tidak akan melepas kan mu, kamu hanya lah milik ku Zahra" batin Andi
Setelah melihat Zahra yang sedang menelepon Rizal , rupanya Andi menemui dokter untuk meminta izin agar Zahra di perboleh kan pulang.
Walau dokter belom bisa mengizin kan Zahra untuk pulang karna kondisi Zahra yang belum stabil. namun karna Rumah Sakit ini milik Andi dan Andi terus mendesak dokter agar Zahra di rawat jalan saja.
Akhirnya dokter pun mengizin kan Zahra untuk pulang dan memberi kan resep obat untuk di tebus.
Zahra yang merasa aneh akan kepulangan nya , karna dia masih merasa pusing di kepala nya. namun ia tak berani untuk bertanya kepada Andi mau pun dokter yang ada di rumah sakit.
Andi sengaja melakukan itu semua agar Zahra tidak bisa bertemu dengan Rizal pikir Andi.
__ADS_1
Perjalanan yang hening itu pun kini telah sampai di rumah yang mewah dan elit.
Mobil Andi pun terparkir di halaman yang luas dan banyak di tanam berbagai macam bunga dan ada kolam ikan di tengah tengah nya.
Andi menuntun Zahra masuk ke dalam rumah milik nya. sesampai di dalam mereka di sambut oleh para asisten di rumah itu.
" selamat datang tuan"ucap si Mbok menyapa tuan nya
"mbok apa kamar ku sudah siap?" tanya Andi
"sudah tuan, semua yang tuan perintah kan sudah siap " ucap si Mbok
"Kalau sudah tiada lagi saya permisi ke dapur dulu tuan" ucap si mbok sambil menunduk kan kepala nya.
"ayo ikut aku" ajak Andi sambil naik ke atas tangga.
"aku disini saja " kata Zahra. ia tak mau di ajak ke kamar oleh Andi.
"tapi aku tidak ingin istirahat, aku tidak lelah" ucap Zahra
" kau mau menguji emosi ku, apa kau sudah siap jika aku menyiksa mu?" ucap Andi
Zahra yang mendengar perkataan Andi merasa ngeri . akhirnya dia pun mengikuti langkah kaki Andi menuju kamar mereka.
Sesampai nya di kamar , Zahra hanya duduk di tepi ranjang. sedang kan Andi langsung menuju kamar mandi , ia merasa badan nya sudah sangat kotor.
Zahra yang merasa badan nya masih lemas pun akhirnya merebahkan tubuh nya di atas ranjang tersebut. tanpa di sadari ia sudah tertidur.
Andi yang sudah selesai mandi dan berpakaian . ia melangkah keluar dari kamar mandi. dan ia mendapati Zahra sedang tertidur di atas ranjang milik nya .
Andi tersenyum melihat tingkah Zahra yang menurut nya mengemas kan itu.
__ADS_1
ia menghampiri Zahra dan mencium kening Zahra.
Zahra yang merasa ada sesuatu yang dingin hinggap di kening nya. ia membuka mata nya. dan betapa terkejut nya dia melihat Wajah Andi yang sangat dekat oleh mata nya.
"mau apa kamu" ucap Zahra sambil menolak badan Andi
Andi yang terkejut atas perlakuan Zahra , ia memundur kan badan nya. ia kelihatan sedikit marah atas perlakuan Zahra.
"aku hanya mencium kening istri ku" ucap Andi polos
"pergi kamu, aku gak sudi melihat wajah mu, dan aku enggak terima kau menyentuh ku" ucap Zahra berteriak
" apa kamu enggak terima aku sentuh? lalu siapa yang boleh menyentuh tubuh mu?" tanya Andi sambil mengelus wajah Zahra dengan jari nya.
Zahra hanya terdiam tak bergeming mendengar pertanyaan Andi.
"jawaabb ... Apa kamu kira aku tidak tau kalau kamu masih ingin bersama mantan mu itu kan?" bentak Andi yang telah emosi.
Zahra Mendengar pertanyaan Andi sontak membuat nya menangis.
"kamu jangan menangis, aku gak sanggup jika kamu menangis di depan ku" ucap Andi dengan meraup wajah Zahra dengan salah satu tangan nya.
Zahra yang semakin menangis kini pingsan kembali. Andi yang melihat Zahra pingsan , ia menjadi panik dan akhirnya menghubungi dokter rumah sakit.
.
.
.
jangan lupa like komen dan vote ya.. 😉😉😉
__ADS_1