
Akhirnya makan malam bersama pun telah selesai, Zahra yang masih diam tanpa bersuara mampu membuat Adit menjadi salah tingkah. Hingga mereka sudah berada di dalam mobil pun Zahra masih diam membisu. Adit pun akhir nya membuka mulut nya untuk membuka pembicaraan.
" Kita langsung pulang atau kamu mau kita jalan jalan dulu" ucap Adit
Zahra masih diam , ia hanya menoleh ke arah Adit dan langsung membuang muka nya kembali.
" Aku minta maaf ya Ra,, aku enggak jujur sama kamu , aku takut kalau aku jujur kamu malah menolak aja kan aku" Ucap Adit.
" Kenapa kamu membawa aku kerumah mu, apa kamu mau mempermalukan aku jika kedua orang tua mu tau kalau aku janda" bentak Zahra
Seketika Adit memijak pedal rem dan mobil yang mereka tumpangi pun berhenti di tempat.
" Kamu apa apan sih Dit"ucap Zahra sambil memundur kan tubuh nya agar bersandar kembali.
"Maaf kan aku Ra,, aku tau kamu masih belum membuka hati mu ,tapi aku mohon Ra kamu jangan menutupi diri mu hanya karna kamu seorang janda. lagi pula mama dan papa sudah tau status mu, aku sudah menceritakan semua kepada mereka"ucap Adit
" Apa... kamu masih sadar kan Dit,, ?" ucap Zahra
" Aku begitu sadar dengan apa yang aku lakukan, aku sayang sama kamu Ra,, aku yakin untuk hidup dengan mu"ucap Adit sambil menggenggam tangan kanan Zahra.
__ADS_1
" Maaf Dit, kita ini berbeda status dan disini aku lebih tua di banding kan umur mu, aku enggak ingin kamu malu hanya karna aku " ucap Zahra
" Umur tidak bisa membatasi rasa nyaman seseorang , Zahra aku sangat serius dengan mu, bahkan jika saat ini kamu sudah bisa menerima Cinta ku aku akan segera melamar mu " ucap Adit
" Sebaik nya kita pulang sekarang karna hari sudah semakin larut,aku takut mama mengkhawatir kan ku"Ucap Zahra
Tanpa membalas perkataan Zahra , Adit segera melajukan mobil nya menuju kerumah Zahra. Di sepanjang perjalanan Adit tidak lagi mengeluarkan suara nya ,ia hanya fokus menyetir saja.
Setelah mereka sampai di depan pagar rumah Zahra mobil Adit pun berhenti dan setelah memastikan Zahra keluar dari mobil nya, Adit segera melajukan mobil tersebut tanpa pamit terlebih dahulu , Zahra merasa bersalah akan semua yang terjadi.
Zahra segera masuk kedalam rumah nya ,ia pun langsung menuju kamar nya . Bu Erni yang memperhatikan Zahra sedikit aneh membuat hati nya bertanya tanya ,hingga ia memutuskan menyusul Zahra ke kamar nya.
"Ra ,, kamu kenapa kok wajah nya di tekuk gitu sih"ucap bu Erni
Bu Erni pun duduk di sofa yang ada di kamar putri nya.
" Mama,, mama jujur sama Zahra, apa Adit tadi memberitahu kan bahwa ia mengajak Zahra untuk bertemu orang tua nya?" ucap Zahra sambil duduk di lantai tepat di hadapan mama nya.
" Mama minta maaf ya, Adit sudah menceritakan semua nya bahkan ia siap menjadi pengganti suami mu jika kamu sudah siap untuk di peristri oleh nya."ucap Bu Erni mengelus kepala putri nya
__ADS_1
" Ma ,, Zahra tau pandangan orang terhadap Zahra seperti apa, tapi untuk saat ini Zahra belum bisa menerima lamaran Adit "ucap Zahra
" Mama ngertiam sayang, ya sudah kamu istirahat lah dulu jangan terlalu kamu pikir kan , mama tidak mau kamu sakit" ucap bu Erni
Zahra pun bangkit dari duduk nya begitu pula bu Erni , ia pun langsung meninggal kan kamar putri nya itu.
Setelah bu Ernu keluar Zahra segera ke kamar mandi untuk membersih kan wajah nya, setelah selesai ia pun naik ke atas ranjang nya. Sebelum tidur seerti biasa Zahra memain kan ponsel nya .
Zahra sedikit terkejut karna ia melewat kan beberapa panggilan dari Adit , dengan merasa bersalah Zahra pun hanya mengirim sebuah pesan singkat melalui aplikasi whatsaap milik nya.
"Maaf kan aku jika membuat mu sakit hati atas semua kelakuan dan ucapan ku. aku belum bisa membuka hati ku . tapi aku janji akan menerima lamaran dari mu, terima kasih dengan cinta yang telah kau berikan" begitu lah isi pesan yang di kirim oleh Zahra.
Zahra berharap Adit akan segera membalas pesan nya namun kenyataan sampai pesan itu sudah terlihat dua tanda biru , Adit pun belum membalas nya .
Waktu sudah menunjuk kan tengah malam , namun kedua mata Zahra masih enggan terpejam , ia masih berharap Adit akan membalas pesan nya . Hingga waktu menunjuk kan pukul dua malam Zahra pun pasrah dan akhirnya ia tertidur .
Sedang kan di tempat lain Adit yang sedang melalukan oprasi ,ia tidak sempat untuk membalas pesan tersebut.
Malam ini Adit terkena sift malam dan malam ini juga ia mendapatkan pasien yang akan di oprasi , sewaktu Adit di jalan menuju rumah sakit ia telah di beritahukan akan hal itu.
__ADS_1
Sebelum ia masuk kedalam rumah sakit Adit menghubungi Zahra, namun Zahra tidak mengangkat sambungan telepon tersebut dan sebelum Adit masuk keruang oprasi ia sudah membaca pesan yang dikirim oleh Zahra, namun Adit belum membalas nya.