
Hari pun telah berganti sore ,Zahra sudah menunggu Adit sedari tadi. Zahra sudah mulai kesal pasal nya menunggu sesuatu hal yang paling membosan kan.
'" Kemana sih ni anak serius gak sih mau jemput" ucap bibir Zahra yang komat kamit.
Zahra sudah menunggu di dekat pos satpam, ia pun membeli rujak untuk mengurangi rasa suntuk nya. Sampai rujak itu habis ,Adit pun tidak nongol juga. Akhirnya Zahra menghubungi Adit,namun Zahra semakin kesal karna telepon nya yang tidak kunjung di angkat .
" Emosi banget ah.. di buat ni orang" ucap Zahra
Akhirnya Zahra pun memilih pulang dengan taksi, sepanjang perjalanan Zahra melihat setiap mobil yang lewat , iya ingin memastikan kalau Adit menjemput nya atau tidak.
Mata Zahra tertuju ke sebuah toko bunga , ia melihat sebuah mobil yang di kenal nya.
"Itu kan mobil Adit , ngapain dia di toko itu" ucap Zahra
Zahra pun segera menyuruh pak supir untuk berhenti , namun Zahra tidak keluar juga sehingga pak supir bertanya.
"Maaf non,,, kenapa tidak turun"ucap supir taksi itu
"Saya mau menunggu seseorang keluar dari toko itu, nanti setelah dia keluar saya mau bapak mengikuti nya" ucap Zahra
" Baik non,, tapi kalau kita berhenti seperti ini argo nya tetap berjalan non"ucap supir itu lagi
"Bapak tenang saja nanti akan saya bayar semua nya"ucap Zahra
Supir taksi itu pun segera menutup mulut nya agar tidak bersuara lagi. Tak berapa lama Adit pun keluar dengan membawa plastik berwarna putih.
Setelah memastikan Adit masuk kedalam mobil nya, pak supir pun segera memijak pedal gas sambil memutar arah kemudi, Adit pun telah melajukan mobil nya dengan di ikuti mobil taksi di belakang nya.
Ternyata Adit menuju kantor Zahra, Zahra yang melihat Adit berbelok ke arah kantor nya ,ia langsung menyuruh supir taksi itu berhenti.
" Berhenti pak,, saya turun disini saja"ucap Zahra
"Baik non "ucap pak supir langsung memijak pedal rem nya.
Zahra pun keluar dari taksi itu setelah membayar semua tagihan nya. Setelah itu ia pun masuk kedalam kantor nya kembali.
Hampir semua karyawan terheran heran melihat tingkah Zahra, pasal nya Zahra masuk ke dalam kantor nya dengan mengendap endap.
Adit masih melangkah menuju ruangan Zahra ,namun Juan memberhentikan langkah nya.
"Maaf pak,,,Bu Zahra nya sudah pulang dari tadi"ucap Juan
"Apa,,, jadi Zahra sudah pulang?"ucap Adit dengan volume kecil.
" Iya pak... mari saya antar "ucap Juan mempersilah kan Adit keluar.
"Saya bisa sendiri,"ucap Adit
Dengan rasa kecewa Adit melangkah kan kaki nya masuk ke dalam lift, Zahra pun mengikuti nya dengan menggunakan lift khusus yang tersedia.
Sesampai nya di lantai bawah Adit masih mencari cari sosok Zahra , karna ia tidak melihat jalan nya ia pun menabrak salah seorang karyawan disana.
__ADS_1
"Maaf,,"ucap Adit
" Pak Adit ya"ucap lelaki itu
"Iya,, apa kamu mengenal saya" ucap Adit
"Saya sekretaris bu Zahra, apakah pak Adit mencari beliau?"ucap nya
"oh iya aku sampai lupa, kamu tau dimana bu Zahra?" ucap Adit
" Bu Zahra sedang berada di parkiran pak" ucap nya
"Ok.. makasih ya"ucap Adit
Dengan segera Adit pun berlari menuju parkiran , ia berharap kalau Zahra masih berada disana.
Seketika Adit tersenyum melihat Zahra yang sedang menunggu di dekat mobil milik nya ,dengan senyum berjuta watt Adit menghampiri Zahra.
" Maaf aku telat"ucap Adit
" Aku sudah tau"ucap Zahra
"Kenapa kamu menunggu ku disini?" ucap Adit
"Siapa yang menunggu mu,aku sedang menunggu Juan tadi aku menyuruh nya untuk mengantar ku pulang"ucap Zahra berbohong
" Sama aku aja ya,, berhubung aku kan sudah disini"ucap Adit
" Ayo lah,,, ada yang ingin aku tunjuk kan" ucap Adit
Adit pun mengajak Zahra masuk kedalam mobil nya, dengan wajah pura pura cemberut Zahra pun menuruti ajakan Adit.
Setelah mereka masuk Adit segera menghidup kan mesin mobil nya , mereka pun meninggalkan parkiran tersebut.
"Kita mau kemana?" tanya Zahra
" Udah kamu tenang saja ,anggap saja kita jalan jalan sore" ucap Adit
Zahra pun diam tanpa bertanya lagi, setelah sampai di sebuah taman Adit mengajak Zahra keluar dan duduk di bangku yaang ada di taman tersebut. Zahra pun pergi meninggalkan Adit yang masih berdiri di samping mobil nya
"Huuhh,,, di kira nya aku enggak tau dia mau memberi kan ku bunga"batin Zahra
Tak berapa lama Adit pun menghampiri Zahra, ia duduk di sebelah Zahra dengan menaruh tangan nya di balik badan .
" Kamu bawa apa itu"tanya Zahra
" Kamu pejam kan mata dulu kalau kamu mau tau "ucap Adit
Zahra pun menutup mata nya, sedang kan Adit mempersiap kan semua nya.
" Dalam hitungan ketiga kamu buka mata ya" ucap Adit
__ADS_1
" Satu, dua ,tiga " ucap Zahra
Zahra pun terkejut melihat Adit duduk bersimpuh di atas tanah dengan memberi setangkai bunga ke arah nya.
"Ini buat kamu , jangan marah lagi ya. Tadi mama menyuruh ku mengantar nya ke rumah teman nya ,maka nya aku telat jemput kamu" ucap Adit
"Lalu kenapa kamu enggak angkat telepon dari aku?"ucap Zahra
"Ponsel aku tinggal karna tadi buru buru"ucap Adit
" Jadi bunga aku ini di terima atau enggak nih"ucap Adit
Zahra pun mengambil setangkai mawar merwah itu dari tangan Adit.
" Kamu udah enggak marah lagi kan?"tanya Adit
" Tergantung"ucap Zahra yang sesekali mencium bunga teraebut
" Kalu kamu sudah enggak marah aku ada kejutan lagi buat kamu"ucap Adit
"Apa?" ucap Zahra
" Jawab dulu kamu masih marah enggak?"ucap Adit
"Enggak kok ,aku udah maafin kamu" ucap Zahra
"Kalau begitu kamu tutup mata lagi ya"ucap Adit
"Hmmmm" Zahra pun menutup kedua mata nya untuk kedua kali
" Sudah kamu boleh buka mata " ucap Adit
Setelah Zahra membuka mata nya Adit pun menyodorkan sebuah Cincin ke Zahra.
" Apa maksud nya ini Dit"ucap Zahra
" Ra,, aku ingin melamar mu, terima lah lamaran ku ini"ucap Adit
" Aku belum bisa Dit" ucap Zahra
" Ra,, jika memang kau tidak mencintai aku , aku akan pergi selama nya dari hidup mu, aku enggak mau hubungan kita hanya sebatas teman"ucap Adit.
Melihat keseriusan Adit membuat Zahra menitik kan air mata .
"Jangan menangis Ra, aku enggak sanggup melihat nya"ucap Adit
" Aku akan menerima cincin ini, tapi aku belum siap buat menikah Dit"ucap Zahra
" Itu tidak masalah ,lagi pula aku kan hanya meminta mu menerima cincin ini"ucap Adit
"Baik lah ,aku terima" ucap Zahra sambil mengulurkan tangan kanan nya.
__ADS_1
Adit pun segera memasang cincin itu di jari manis Zahra , Setelah itu mereka berbincang bincang . Karna hari sudah mulai gelap mereka pun memutuskan untuk pulang , Adit mengantar Zahra pulang ke rumah nya dan setelah itu ia pun pulang kerumah nya.