
Pagi pagi sekali Adit telah berangkat dari rumah nya, ia sengaja mejinggalkan rumah nya setelah ia menunaikan sholat subuh nya.
Dengan berbekal apa ada nya Adit pergi tanpa pamit pada siapa pun, dengan menggunakan mobil kesayangan nya ia pun berlalu entah kemana.
Setelah semua berkumpul di meja makan , bu Sri mencari keberadaan putra nya itu ,namun sudah mencari ke mana mana bu Sri tidak menemukan nya , kini ia segera menghampiri kamar milik Adit .
Pintu kamar yang tidak terkunci membuat bu Sri masuk dengan mudah nya, namun setelah melihat ke setiap sudut sampai ke kamar mandi bu Sri tidak mendapati anak nya.
Bu Sri pun kembali ke meja makan menemui suami dan keponakan nya itu.
"Pa,, adit kok enggak ada di kamar nya?" tanya bu Sti
" Masa sih ma,, bukan kah biasa nya jam segini ia masih di kamar nya?" bukan nya menjawab malah bertanya balik.
" Papa bukan nya jawab malah balik nanya, Della kamu tau Adit dimana?" tanya bu Sri
"Mana aku tau tan,, emang nya aku asisten nya?" ucap Della
Mendengar ucapan Della mampu membuat bu Sri merasa jengkel. ia pun menghampiri bibik di belakang.
" Bik,, ,bibik,, "panggil bu Sri sedikit menjerit karna yang di panggil tidak menyahuti nya .
"Maaf nyonya,, ada apa?"tanya bibik dengan ngos
ngosan.
"Kamu lagi ngapain sih,,, kok kayak habis maraton?"tanya bu Sri
"Maaf Nya,,, saya lagi menjemur pakaian "ucap Bibi memebela diri.
"Bibik tau Adit kemana, saya lihat di kamar nya ia sudah tiada"ucap bu Sri
__ADS_1
"Tadi pagi saya melihat tuan Adit pergi pagi pagi sekali" ucap bibi
"Pagi???? bibi tau dia mau kemana?"tanya bu Sri
" Enggak tau Nya, karna tuan Adit terlihat sangat terburu buru ,jadi saya tidak sempat bertanya " ucap Bibi
"Kemana dia ,,,, aaakkhhhhhh"ucap bu Sri mengingat ucapan yang semalam.
" Nyonya baik baik saja kan,,"tanya bibi karna melihat majikan nya seperti frustasi.
" Sudah kerja kan saja pekerjaan mu kembali"ucap bu Sri
Bu Sri pun meninggalkan pembantu nya itu, dia berjalan ke arah meja makan .
"Mama kenapa kok wajah nya kusut gitu sih"tanya pak Lukman
" Adit pergi pa,,," ucap bu Sri
" Maksud mama apa??"tanya pak Lukman
"Apa,,, tante tidak bercanda kan?" ucap Della
Sejenak Della mengingat ke jadian kemarin.
Waktu itu Della dan Adit sengaja bertemu di sebuah cafe , mereka seperti sedang membicarakan hal yang serius.
"Aku bisa membantu mu Dit"ucap Della
"Tapi bagaimana cara nya,, aku sudah tidak bisa berpikir jernih karna orang tua ku"ucap Adit
"Aku akan bantu kamu untuk bersama Zahra, tapi kamu harus bantu aku mendapat kan harta orang tua ku" ucap Della
__ADS_1
"Tapi bagaimana cara nya?"tanya Adit
" Aku akan terus mendesak orang tua mu agar menikah kan aku dengan mu, tapi nanti kamu pergi entah kemana, jangan sampai mereka menemukan mu"ucap Della
"Tapi aku tidak yakin ini akan berhasil ,, lagi pula aku takut nanti Zahra akan terkena imbas nya" ucap Adit
" Masalah Zahra nanti kita kabari dia, setidak nya pengawal Zahra kan banyak dan aku yakin dia akan baik baik saja"ucap Della
"Lalu aku harus kemana?" ucap Adit
"Yaelah,,,, ke jonggol gih sana, masa hal kayak gitu harus aku pikirkan sih"ucap Della
"Kalau kita tidak berhasil bagaimana Dell?" tanya Adit
"Kalau kita tidak berhasil, ya sudah kita menikah setelah itu nanti kita akan bercerai" ucap Della dengan enteng nya.
"Apa kamu yakin mau menyandang status janda?" goda Adit
"Amit ..amit ...amit..."ucap Della sambil mengetuk meja yang ada di hadapan nya.
"Tapi kamu yakin ini akan berhasil kan?"tanya adit
" Ia,, aku yakin, lagi pula aku sudah punya pacar namun karna harta milik papa ku di simpan oleh om Lukman ,jadi kita harus kayak gini "ucap.Della
"ok lah,,,"uap Adit
Della merasa puas melihat kepanikan tante dan om nya itu , ia pun segera meninggalkan meja makan dan segera menuju ke kamar nya untuk memuas kan gelak tawa nya.
Di trmpat lain setelah Adit mengambil cuti di rumah sakit, ia pun pergi menjauh dari kota tempat tinggal nya.
Adit memilih tinggal di kota B untuk menenangkan pikiran nya.
__ADS_1
"Anggap saja aku lagi liburan, semoga Della bisa mrngatur semua rencana nya disana jika ini terlalu lama aku akan begitu merindukan Zahra" ucap Adit yang kini berbaring di kasur sebuah hotel.
Lama ia terbayang tentang hubungan nya dan Zahra hingga ia tidak sadar kini diri nya berada di dalam mimpi.