CINTA KU...

CINTA KU...
kekhawatiran zahra


__ADS_3

Apa sebenarnya yg terjadi dengan papa.


pikiran Zahra tak tenang setelah melihat Pak Edi terbaring dengan beberapa selang di tubuh nya..


Tak berapa lama akhirnya dokter yg menangani Pak Edi pun keluar.


"dok bagaimana kondisi papa Saya " tanya Zahra


"maaf anda siapa pasien?"ucap Dokter


"saya anak nya dok " sahut Zahra


"bisa ikut saya sebentar nona?" kata Dokter .


Mereka pun berjalan menuju ke ruangan dokter,yg disusul oleh Bu Erni.


"baik lah sebelum saya memberitahu tentang kondisi pasien,saya ingin bertanya. apakah pasien mempunyai riwayat sakit jantung?" tanya Dokter


"seperti nya tidak ada dok "sahut Bu Erni


"baik lah akan saya sampai kan,


setelah kami memeriksa pasien. ternyata pasien terkena serangan jantung, dan dari itu pasien di nyata kan kritis." kata Dokter


Cairan bening pun jatuh dari kedua bola mata Zahra.


iya tak tau lagi harus berkata apa. namun yg ada di pikiran nya saat ini .


knpa papa bisa terkena serangan jantung? dilihat nya Bu Erni yang telah menangis sejadi jadi nya sambil memeluk badan Zahra.


.


.


Mereka pun keluar dari ruangan itu,dengan pemikiran masing masing.


"mah,apa mamah baik baik saja?"tanya Zahra


Bu Erni pun tak bergeming , ntah apa yg ada dalam pikiran nya saat ini.


Zahra memegang bahu bu erni dn sedikit menggoyangkan nya.


"mamah " suara Zahra


"eh... iya sayang" jawab Bu Erni sambil mengusap air mata nya


"apa mamah baik baik saja,dari tadi Zahra hnya melihat mamah menangis" tanya Zahra yg berusaha tegar.


"bagaimana Zahra,jika papa mu tak bisa melewati masa kritis nya?" kata Bu Erni sambil tersedu..


"mah kita berdoa saja ya, semoga papa akan baik baik saja" ucap Zahra menenangkan Bu Erni.


.


.


.

__ADS_1


Tak berapa lama ada seorang pria datang menghampiri kami.


"bagai mana keadaan papa mu Zahra"?


Zahra mencoba mengangkat kepalanya dan melihat siapa yg menghampiri nya.


"papa kritis Zal" jawab Zahra sambil mencoba agar dia bisa tetap tegar.


"kamu yg sabar ya ,ini adalah cobaan untuk kita "sahut lelaki itu.


Mendengar perkataan itu Bu Erni pun melihat siapa yg menghampiri dirinya dan Zahra.


"nak Rizal"? ucap bu erni sedikit terkejut.


"iya bu. ini saya Rizal sambil menyalam tangan Bu Erni.


Tadi sewaktu saya pulang dari kantor, saya main ke salon Zahra, namun kata asisten nya Zahra kerumah sakit krna Pak Edi pingsan kata nya." sambung Rizal


Rizal wijaya adalah teman sekolah Zahra waktu SMA , mereka memang terlihat akrab ,apa lagi krna Rizal adalah anak yg sopan dan tidak sombong, walaupun dia adalah anak pewaris tunggal di keluarga wijaya. ayah Rizal sendiri adalah pemilik perusahan yg ternama di kota X.


namun krna ayah nya telah lelah mengurus semua urusan kantor nya, dia menyerah kan seluruh urusan perusahaan kepada Rizal . setelah Rizal lulus dari kuliah S2 nya di luar negeri. .


"semua akan baik baik saja bu" kata Rizal yg mencoba menenangkan Bu Erni


"makasih nak" ucap Bu Erni


"apakah ibu sudah makan?"tanya Rizal kepada Zahra


"belom Zal, dari tadi mamah hanya menangis."


.


.


.


Setelah mereka selesai makan ,tiba tiba suster yg mengurus Pak Edi menghampiri bu Erni dan Zahra, yg di Ikuti Rizal di belakang mereka.


"maaf dengan keluarga pasien yg bernama Pak Edi"?kata suster tersebut.


"iya sus, saya istri nya "sahut Bu Erni dengan gugup.


"Pak Edi telah sadar , dia meminta agar keluarga nya menemuinya."ucap suster tersebut.


"oh baik lah terima kasih "ucap Bu Erni sambil berjalan menuju ruangan suami nya.


Setiba disana dia melihat Pak Edi telah membuka mata nya. pak Edi pun menggerakkan tangan nya menyuruh istri dan anak nya mendekat.


Zahra dan bu Erni pun mendekati pak Edi.


"mas, apa yg terjadi? " tanya bu Erni


"aku hnya kelelahan" jawab pak Edi.


"nak,kemari lah " kata pak Edi yg menyuruh Rizal agar mendekati nya.


"om apa yg om rasakan"?tanya Rizal

__ADS_1


"om tidak merasakan apapun " jawab pak Edi.


" om hanya ingin mengatakan sesuatu"


ucap pak Edi yg terlihat sangat pucat itu.


"papa mau bicara apa? katakan saja pa,


kami akan mendengarkan nya."sahut Zahra


Sambil memegang tangan bu Erni


"maaf kan papa ya ma.. jika papa belum bisa jadi suami yg baik untuk mama,papa tau jika selama ini papa bnyak salah sama mama, tapi asal mama tau papa sangat mencintai mama sampai hembusan nafas terakhir." kata pak Edi


Mendengar itu bu Erni pun tak sanggup menahan butiran bening tersebut.


"papa gx boleh ngomong kyak gitu, mama bahagia berada di samping papa,"ucap bu Erni dengan isakan tangis nya..


Pak Edi pun tersenyum mendengar perkataan istri nya.


"Zahra panggil pak Edi,"


"iya pa" sahut Zahra


"papa minta maaf ya jika papa belum bisa membahagiakan mu, "ucap papa nya


"papa aku sudah bahagia dengan semua kasih sayang yg telah papa berikan ,Zahra sangat bersyukur atas apa yg telah Zahra terima."sahut Zahra dengan isakan tangis nya..


Pak Edi pun melihat Rizal,


"nak Rizal om ingin meminta tolong pada mu"?


"om ingin meminta apa dari ku"? ucap Rizal


Sambil memegang tangan Rizal ,pak Edi pun mengungkap kan apa yg ada di hati nya.


"nak, jaga lah Zahra seperti kau menjaga dirimu, sayangi lah dia seperti kau menyayangi dirimu,om tidak tau sampai kapan om bisa menjaga Zahra," ucap pak Edi


" saya akan menjaga dn menyayangi Zahra seperti diri saya sendiri "ucap Rizal


"om ingin meminta satu lagi, apa nak Rizal tidak keberatan?


"katakan lah om, saya tidak keberatan"


"om ingin kamu menikah dengan Zahra, krna om yakin kamu anak yg baik, kamu tentu bisa menjaga zahra dengan baik, " ucap pak Edi.


Seketika Zahra berhenti dari tangisan nya, iya begitu terkejut dengan apa yg di ucapkan papa nya.....


.


.


.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนmohon like dan komen nya ya..


Maaf jika ada salah kata๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™..๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2