
Hari telah berganti. namun pak edi belom sadarkan diri , Zahra dan Bu Erni pun semakin gelisah, Mereka pun akhirnya memikirkan sebuah cara agar bisa menyelamatkan Pak Edi
Zahra yang bertekad akan menjual semua barang barang milik nya.
Namun semua barang milik nya yang terjual ,masih belom bisa untuk biaya oprasi Pak Edi.
"Bagaimana ini.. hanya tinggal sebuah gedung lantai dua ini yang aku punya, apa kah harus aku jual? tapi kalau papa tidak di oprasi secepatnya dia bisa meninggal" ucap Zahra di dalam ruangan nya.
Tiba tiba suara pintu ruangan Zahra berbunyi.
tok tok tok...
Zahra pun langsung tersadar dan melihat siapa yang mengetok pintu tersebut.
"masuk" ucap Zahra
" maaf mbak,, di depan ada yang ingin menemui mbak..." ucap salah satu asisten Zahra
" siapa? " tanya Zahra. krna menurut Zahra dia tidak memiliki janji dengan pasien nya.
"laki laki mbak.. kata nya dia sudah ada janji sama mbka" ucap asisten itu.
" suruh dia kesini aja, saya lagi mager" ucap Zahra
"baik mbak.." ucap nya
Setelah asisten nya keluar dari ruangan nya dia merapikan sedikit penampilan nya sambil berpikir siapa yang akan menemuinya..
tok tok tok
"iya masuk " jawab Zahra
Siapa sangka ternyata yang menemui Zahra adalah Andi.
Zahra pun tak dapat berkata kata.. dia terkejut melihat Andi sudah di depan mata nya.
__ADS_1
"kamu... ngapain kamu kemari.. keluarrr " ucap Zahra sambil menunjuk arah pintu
"apa kabar sayang ku... lama kita tidak berjumpa" ucap Andi sambil melangkah kan kaki masuk.
" cih... jangan panggil aku sayang" ucap Zahra
"hahaha...bagaimana dengan penawaran ku? apa kamu sudah setuju?" ucap Andi
" pergi kamu dari sini.. aku gak sudi melihat mu. " ucap Zahra
"apa kamu belum puas dengan yang sudah kamu lakukan terhadap papa ku? apa yang sebenarnya kamu rencanakan? " tanya Zahra yang kini sudah menitik kan air mata
Melihat Zahra menangis Andi merasa tak tega.
"sudah lah... kamu gak perlu menangis, toh aku hnya memberimu syarat, untuk kau pilih bukan untuk kau sesali" ucap Andi dengan enteng nya.
Namun Zahra tak bergeming mendengar penjelasan Andi, dia hanya memikirkan nasib papa nya yang tak dapat ia tolong.
"aku malas membahas ini , kalau kamu sudah selesai pergi lah. aku ingin menenangkan pikiran ku" ucap Zahra
Andi pun meninggalkan ruangan Zahra sambil tersenyum tipis. dia menuju mobil nya dan membawanya meninggalkan salon Zahra.
Sedangkan Zahra masih terisak dalam tangis nya di dalam ruangan nya.
"kenapa harus ada pilihan. dan kenapa pilihan nya harus seperti ini. setelah aku membenci mu atas semua yang telah kau lakukan terhadap keluarga ku, dan aku. kenapa...... kamu jahat Andi kamu jahat...." Batin Zahra sambil dia memukul mukul dinding dan melihat ke arah luar jendela menyaksikan kepergian Andi.
Andi pun sampai di kantor nya. dia menelpon kantor perlelangan. dia ingin melakukan lelang atas rumah Pak Edi.
Keesokan hari nya Zahra kembali memikirkan cara bagaimana mendapatkan uang untuk biaya papa nya. lamunan nya terbuyar mendengar suara dering handphone nya.
"apa... iya baik saya segera kesana"ucap Zahra dalam sambungan telepon.
Zahra pun bergegas pergi ke Rumah Sakit .dia di telpon oleh pihak rumah sakit .
Sesampainya di parkiran , Zahra bergegas menuju ruangan papa nya di rawat.dia melihat dokter dan mama nya ada disana.
__ADS_1
Selama Pak Edi di rawat Bu Erni tak pernah meninggalkan nya. hanya sesekali saja kalau dia ingin pulang atau mencari makanan saja.
" ma,, ada apa ini"? ucap Zahra heran
"Mama juga enggak tau sayang, mamah tadi juga di telpon pihak rumah sakit" ucap Bu Erni
karna tadi Bu Erni sedang mencari makanan untuk nya.
"begini buk.. saya selaku pihak dari rumah sakit ingin memberi tahu kan bahwa Pak Edi harus segera di oprasi karna lebih dari satu minggu sudah Pak Edi tidak menunjukkan perubahan," ucap dokter itu .
Zahra dan Bu Erni pun saling tatap dan
Zahra pun menangis sambil memeluk mama nya .Zahra merasa cobaan hidup nya terlalu berat. dia kembali memikirkan penawaran Andi .
"apa aku terima aja ya tawaran dari nya" batin Zahra bertanya tanya.
.
.
.
..
..
๐น๐นjangan lupa like komen dan vote ya๐น๐น
.
..
.
.
__ADS_1
thank's. ..๐๐