
Zahra yang semula ingin bangkit dari
duduk nya pun kini kembali duduk di sofa tersebut karna di tahan oleh Andi.
"lepas kan tangan ku, atau aku akan menjerit" ucap Zahra
"menjerit lah , aku suka mendengar suara mu " ucap Andi sambil mendekat kan wajah nya ke Zahra.
"baik lah , aku akan menjawab pertanyaan mu , tapi tolong lepas kan tangan ku, sakit" ucap Zahra dengan mata yang sudah berkaca kaca.
" lalu apa jawaban mu mengenai tawaran ku?" tanya Andi sambil melepaskan tangan Zahra
Zahra yang mendengar perkataan Andi pun langsung tertunduk dan membisu.
di satu sisi dia ingin menyelamat kan papa nya , namun satu sisi lagi dia merasa bingung karna tidak ada pilihan lain.
"hey... Apa kamu hanya ingin diam?" tanya Andi yang sudah tidak sabar akan pilihan Zahra
" apa tidak ada kah pilihan selain ini?" tanya Zahra sambil melihat wajah Andi,
Dia berharap masih ada pilihan selain menikah dengan Andi.
Walaupun sebenarnya Zahra masih menyimpan rasa cinta untuk Andi, Namun setelah kejadian papa nya rasa cinta yang ada berubah menjadi benci.
"itu pilihan yang tepat , kalau kamu tidak mau ,aku juga tidak masalah. tapi kamu jangan lupa akan kondisi papa mu Zahra" ucap Andi tersenyum licik.
"aku janji akan membayar semua biaya papa ku, tapi aku mohon anggap saja aku ber utang pada mu, dan pasti akan aku bayar" ucap Zahra sambil menitik kan air mata.
" ha..ha..ha..ha.. kamu mau bersandiwara ya" ucap Andi
"percaya lah pada ku , aku tidak akan lari dari utang ku" jawab Zahra
" kalau kamu mau bermain main dengan ku, pergi lah dari sini dan jangan muncul kan lagi wajah mu itu. kau cari saja bantuan di luar sana. aku sudah muak melihat menunggu jawaban mu" bentak Andi.
Seketika Zahra pun semakin terisak dalam tangis nya. dia menjadi semakin bingung , Zahra berfikir tidak ada lagi selain Andi yang bisa membantu nya.
Dengan menghapus air mata nya ,Zahra pun menghampiri Andi di kursi kebesaran nya.
Setelah Andi membentak Zahra tadi,dia meninggalkan Zahra di sofa. sedang kan Andi kembali duduk di kursi kebesaran nya.
" mau apa lagi kamu?" ucap Andi . kini Andi acuh kepada Zahra.
" baik lah.. aku mau menikah dengan mu, tapi dengan syarat" ucap Zahra
Mendengar jawaban dari Zahra , Andi tersenyum dengan bangga nya. dia merasa menang akan tawaran nya.
__ADS_1
"syarat? apa yang kamu mau dari ku?" tanya Andi
" aku mau menikah dengan mu dengan syarat , kamu harus mengembalikan apa yang di miliki papa ku dan kamu harus mengobati papa ku hingga sembuh, dan....." tiba tiba Zahra menggantung ucapan nya
" dan apa?? kata kan lah" ucap Andi
Dengan merasa takut Zahra enggan mengatakan nya. dia takut Andi tidak akan menyetujui nya.
"ayo.. katakan lah" ucap Andi kembali
" kamu tidak boleh menyentuh ku" ucap Zahra
Mendengar jawaban Zahra , Andi kembali menatap nya dengan tajam
" lalu untuk apa aku menikahi mu? kalau aku tak bisa menyentuh mu, apa kau ingin mempermain kan aku atau kau ingin kembali dengan lelaki yang di jodoh kan orang tua mu itu" ucap Andi sambil memegang dagu Zahra dan mendongak kan kepala Zahra.
Zahra yang melihat wajah Andi yang sudah berubah ingin menerkam nya pun langsung menepis kan tangan Andi .
" aku mohon... hanya itu yang aku mau, kau boleh bersama wanita mana saja. aku tidak akan melarang nya, asal kamu jangan menyentuh ku" ucap Zahra
" kau kira aku lelaki be*** seperti itu?" ucap Andi kembali.
Zahra semakin gugup dengan keadaan yang di buat oleh nya.
" bagaimana ini, apa aku yang harus aku lakukan. . jika dia marah dan tak mau membantu keluarga ku bagaimana " batin Zahra.
" jadi apa keputusan mu, kamu jangan membuang waktu ku" ucap Andi membuat Zahra tersadar.
"baik lah ... aku setuju... tapi aku ingin ada surat perjanjian" ucap Zahra yang sudah kalah.
" perjanjian apa yang mau kamu buat?" ucap Andi
"aku ingin membuat surat perjanjian agar engkau tidak akan menyakiti bathin ku dan engkau tidak akan menyiksa ku" ucap Zahra pelan sambil menunduk ,namun tetap bisa di dengar oleh Andi
" okey... kapan kamu mau melaksanakan pernikahan nya" tanya Andi
"secepatnya, agar papa ku secepat nya di oprasi" jawab Zahra yang kini tak sanggup menahan air mata nya.
Zahra merasa telah membuang jati diri nya sendiri. dia pun tertunduk lesu dan tak sanggup untuk melihat lelaki yang akan menikahi nya.
" baik lah.. besok kita akan menikah, aku akan suruh orang ku mengurus semua keperluan kita dan keperluan papa mu" ucap Andi
Mendengar pernyataan Andi, Zahra mengangkat kepala nya dan melihat wajah Andi dengan membulatkan mata nya.
" apa kamu tidak mau?" tanya Andi
__ADS_1
" aku .. aku mau secepatnya kita menikah" ucap zahra sambil tersenyum terpaksa
"tapi aku tidak mau ada resepsi" pinta Zahra
"kenapa? bukan kah semua wanita ingin pernikahan yang mewah dan besar?" tanya Andi
" bukan begitu.. saat ini papa ku masih dirawat di Rumah sakit, dan kondisi keluarga ku saat ini masih terpuruk" ucap Zahra.
" baik lah .. aku akan mengabulkan permintaan mu. besok kita akan menikah . aku akan menyuruh orang ku untuk menjemput mu besok. bersiap siap lah" ucap Andi
" iya... jemput aku besok di Rumah Sakit" pinta Zahra
" kalau begitu aku pamit, aku ingin menemui mama ku" ucap Zahra sambil membalik kan badan nya dan melangkah kan kaki nya ke pintu.
Namun dengan cepat Andi menangkap tangan Zahra, dan membuat Zahra berhenti dan melihat Andi .
" biar aku antar" ucap Andi sambil menggenggam tangan Zahra.
Mereka pun berjalan beriringan meninggalkan ruangan tersebut.
.
.
.
.
.
jangan lupa
like
komen
dan
vote
ya
tayang
tayang
__ADS_1
ku..😊😊