
Ke esokan hari nya Zahra terlihat sangat gusar. dia lebih memilih duduk di ruang tunggu.
Waktu pun terus berjalan.Namun Zahra juga belom memberitahu kan mama nya tentang perjanjian nya pada Andi.
Jam sudah menunjukkan pukul 02.30pm.
Zahra pun semakin gundah. pasal nya hari sebentar lagi akan gelap. namun belum ada tanda ke datangan orang suruhan Andi untuk menjemput nya.
Walaupun Zahra sebenar nya tidak menginginkan pernikahan ini. tapi dia merasa risau apa bila pernikahan ini tidak terjadi. karna jika pernikahan ini tak terjadi, maka Andi tidak akan membantu pengobatan papa nya.
Zahra menghubungi nomor Andi.
ya ..semalam waktu Andi mengantar nya, dia meminta nomor ponsel Andi untuk menanyakan kabar ke jemputan nya.
tuut ..tuut. tuut. ..
Suara sambungan telepon itu. Namun seperti tadi Andi juga tak mengangkat atau menghubungi nya balik.
Zahra pun semakin gusar..
" bagaimana ini, apa dia membatalkan apa yang telah kami setujui" batin Zahra seperti meminta penjelasan.
** Di kantor Andi**
"iya pak.. ini data data yang kami kumpul kan" ucap seorang pria berumur 35 tahun. sambil memberi kan map berisi lembaran lembaran kertas.
Ya Andi mengerahkan orang nya untuk mengusut tuntas masalah penggelapan yang terjadi di perusahaan nya.
" jadi apa yang ada di dalam berkas ini semua nya benar?" ucap Andi sedikit emosi setelah membaca semua kertas kertas itu.
"iya pak .. ini memang hanya kesalah pahaman aja . " ucap pria itu..
"jadi bagaimana perkembangan pak Edi?" ucap Andi
"yang kami ketahui pak Edi belum sadar kan diri pak" ucap pria itu
__ADS_1
"saya harap kalian semua jangan ada yang memberi tahukan kejadian ini, ke media sosial dan kemana pun. termasuk keluarga pak Edi " tegas Andi
Ya.. Andi tidak mau jika nanti nya dia akan gagal menikah dengan orang yang di cintai nya..
"tapi kenapa pak? bukan kah kenyataan nya memang pak Edi tidak melakukan penggelapan itu" ucap pria itu.
"aku tahu, nanti biar aku yang akan menjelaskan semua ini" ucap Andi
"baik lah pak.. saya permisi" ucap pria itu sambil membalik kan badan dan keluar dari ruangan Andi.
"bagaimana ini, kalau Zahra tau pasti dia tidak mau menikah dengan ku" batin Andi
"Zahra sayang aku akan menikahi mu" ucap Andi yang bergegas menuju gedung yang akan menjadi saksi pernikahan mereka.
Sebelum Andi pergi ke gedung yang telah dia pesan untuk acara ijab kabul nya .Dia menelpon orang nya untuk menjemput Zahra. karna Andi melihat banyak panggilan dari Zahra yang tak di jawab oleh nya
\\* Di Rumah Sakit\
"Zahra... kamu kenapa? mama lihat kamu gelisah" tanya mama nya.
"enggak kok ma, perasaan mama aja kali" ucap Zahra sambil memeluk mama nya.
"ma.. maafin Zahra ya, Zahra tau ini tidak benar. Karna Zahra akan menikah tapi tidak meminta restu mama" batin Zahra.
"ya sudah.. mama masuk dulu ya, mama mau bersihin badan papa kamu dulu" ucap mama nya Zahra
Setiap hari bu Erni tidak pernah lupa untuk membersihkan tubuh suami nya itu.
Tak berapa lama bu Erni pergi meninggalkan Zahra, ponsel nya berdering.
" assalamualaykum " ucap Zahra karna yang menghubungi nya adalah Andi.
__ADS_1
"apa kamu sudah bersiap siap? orang ku akan menjemput mu" tanya Andi
"insya allaah aku kuat , ini semua demi papa. ya allaah tenang kan lah hati ini" batin Zahra
"iya aku sudah siap" jawab Zahra
"sampai berjumpa nanti di gedung sayang ku" ucap Andi lalu mematikan sambungan telepon nya.
Zahra yang mendengar ucapan Andi pun menangis, Zahra menangisi nasib nya .
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan
lupa
like
komen
dan
__ADS_1
vote
😊😊😊😊