
Setelah sampai di kantor, Andi menuju ruangan nya, sebelum memasuki ruangan nya dia bertanya pada staff apa agenda nya hari ini.
Semenjak pak Edi terlibat kasus penggelapan dia sudah tidak masuk kantor. dan pak Edi pun tak pernah bercerita kepada istri dan anak nya.
Staff pun membaca kan agenda bos nya itu. setelah selesai , Andi pun masuk ke ruangan nya.
Dia pun langsung merebahkan tubuh nya ke kursi kerja nya.
" apa benar yang di ucapkan lelaki itu?
apa benar mereka akan menikah?
apa kah ini akhir dari kisah cinta ku?
tapi kenapa disaat aku ingin mendapatkan nya kembali ,dia sudah mempunyai pengganti diriku di hati nya?"
batin Andi bertanya tanya..
Tok tok tok..
suara pintu ruangan presdir ,
"maaf pak" ucap pak Edi
" hmmm ternyata kau akhirnya menemuiku juga" batin Andi sombong
" ada berita apa kau sampai datang ke hadapan ku?" ucap Andi
"saya gagal mengungkap kasus penggelapan ini pak, " ucap pak Edi dengan pucat nya
" lalu kenapa kau berani menunjukkan batang hidung mu di kantor ku?" hardik Andi
" saya mohon kemurahan hati bapak, jangan lah lapor kan saya ke pihak berwajib," pinta pak Edi
" lalu apa pengganti nya"?
senyum seringai Andi pun keluar..
" ambil lah harta saya pak, saya hanya ingin hidup tenang bersama keluarga saya"
" apa kau menjodohkan anak mu, krna aku sempat meminta nya?"
tanya Andi
__ADS_1
Dengan gugup pak Edi pun menjawab sekuat tenaga nya.
" eee ... enggak pak,mereka memang sudah bersama dari waktu SMA" ucap pak Edi
" apa dari SMA, bahkan kau berbohong pada ku, bukan kah Zahra pernah cerita kalau aku lah pacar pertama nya "batin Andi berkata kata
"ok.. baik lah semua harta kekayaan mu akan aku ambil, dan kau jngan bekerja di perusahaan aku lagi, dan satu lagi jangan undang aku ke pesta anak mu"
ucap Andi dengan angkuh nya
"baik pak, saya akan mengingat semua yang pak Andi bilang tadi.
saya permisi "ucap pak Edi yang sambil memberi beberapa berkas yang tertinggal di rumah nya.
setelah itu dia pergi meninggalkan ruangan itu.
"aku sudah jatuh miskin, bahkan aku tak dapat membongkar siapa yang memfitnah ku, kenpa cobaan ini begitu berat, kenpa harus aku yang terpilih, oh tuhan kemna lagi harus aku mencari nafkah...?? batin pak Edi sambil berjalan menuju parkiran mobil.
Dia melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang
Tiba tiba suara tlpon nya berbunyi. .
"assalamualaykum pa" suara bu Erni
" papa dimana? ini ada orang datang kerumah , katanya mau menyita rumah kita pa"?
" apa? tunggu sebentar ma, papa segera pulang" ucap pak Edi sambil melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
dan tiba tiba ada sebuah mobil box dari arah berlawanan hilang kemudi.
dan menabrak mobil pak Edi.
Pak Edi pun tak mampu mengelak krna mobil nya pun dalam kondisi kecepatan tinggi.
Selang beberapa jam. bu erni semakin panik , apa lagi orang orang itu kini sudah menempelkan setempel penyitaan .
Bu Erni semakin khawatir dia dan pembantu nya kini telah berada di luar rumah. melihat rumah idaman nya itu di sita .
tak berapa lama Zahra pun sampai di rumah nya setelah mendapatkan telepon dari bu Erni tadi.
" ma, apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Zahra
" rumah kita di sita nak" ucap bu Erni sambil menangis memeluk Zahra
__ADS_1
"tapi, siapa yang melakukan ini bu?"
" ini dari kantor papa mu Ra, mereka menyita rumah dan aset aset yang ada atas nama papa " ucap bu Erni
" jadi papa sudah tau akan hal ini ma?
" tadi mamah sudah menelpon papa mu, tapi sampai sekarang papa mu belom juga datang Ra,"
Tak lama telpon Zahra berbunyi, Zahra melihat siapa yang memanggil nya.
" nomor siapa ini? ucap Zahra sambil mengangkat telepon tersebut
" assalamulaykum, " ucap Zahra
" apa ini dengan saudari Zahra, anak dari pak Edi?" suara dari sebrang telpon
" ya ,dengan saya sendiri" ucap Zahra
" kami dari pihak satlantas ingin menyampaikan bahwa pak Edi mengalami kecelakaan di jalan manggis dan sekarang dia di bawa ke RS terdekat." suara dari sebrang
"apa , baik lah saya akan kesana" ucap Zahra sambil menahan air mata nya
Melihat raut wajah Zahra yang berubah, bu Erni pun bertanya
" siapa nak?" tanya bu Erni
"Ayo ma ikut zahra ke RS". ucap Zahra tanpa basa basi , sambil menggenggam tangan ibu nya menuju mobil nya .
tanpa bertanya lagi bu Erni mengikuti kemana zahra akan membawa nya.
.
.
.
.
.
.
🌹🌹like dan komen ya.. ayo tinggal kan jejak nya agar saya bisa mengetahui jejak siapa yang tertinggal🌹🌹🌹
__ADS_1