
Hari berganti hari ,Menit berganti jam. malam berganti siang dan siang berganti malam, begitu lah waktu terus berputar.
Kini Zahra pun berganti status, ia sudah menjadi seorang janda, Tak terasa kepergian Andi sudah sekitar seratus hari dan hari ini adalah tahlilan terakhir yang akan di laksanakan di kediaman nya.
Seperti biasa acara tahlilan akan di laksanakan setelah sholat maghrib .
Zahra kini masih berada di dalam kamar nya, dari pagi tadi ia tidak keluar dari kamar nya, ntah apa yang sedang dipikirkan nya.Sedangkan acara mamasak memasak ia mempercayakan semua kepada bibi.
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit, para tamu sudah berdatangan untuk membaca kan surah yasin untuk almarhum. Bu Erni melihat ke setiap sudut , namun ia tidak menemukan Zahra, Akhirnya bu Erni memutus kan untuk melihat Zahra di kamar nya.
Setelah berkali kali ia mengetuk pintu, namun tetap tiada sahutan dari Zahra. Bu Erni pun semakin panik, pasal nya kamar Zahra terkunci dari dalam. Bu Erni pun memanggil penjaga rumah tersebut, Beberapa pasang mata melihat kepanikan di wajah bu Erni. Ada sebagian para tamu yang berbisik bisik.
"Kenapa tuan rumah nya kayak sibuk gitu, seperti ada kejadian" begitu lah kira kira ucapan nya.
Pintu kamar Zahra pun di gedor dengan kuat oleh para lelaki penjaga rumah, namun tetap saja tidak ada respon dari pemilk kamar. Akhirnya bu Erni memutuskan agar pintu di dobrak saja, pintu pun di dobrak dengan kuat oleh para lelaki penjaga rumah itu dan akhirnya pintu pun terbuka.Betapa terkejut nya bu Erni melihat Zahra yang tergeletak di atas lantai, dengan sigap bu Erni menyuruh para penjaga itu untuk mengangkat tubuh Zahra ke atas kasur.
Setelah Zahra di taruh di atas kasur, bu Erni pun segera menghubungi dokter. Tak lama dokter pun datang , siapa lagi kalau bukan Adit.
Bu Erni tau kalau Adit adalah seorang dokter, karna Zahra pernah bercerita sedikit tentang Adit. Sehingga dengan cepat ia pun menghubungi Adit melalui ponsel Zahra.
Kedatangan Adit mampu membuat para tamu semakin bertanya tanya, namun karna acara pengajian sudah di mulai mereka tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi di lantai dua rumah tersebut.
Adit pun di bawa masuk oleh salah satu ART yang bekerja di sana. Adit mengikuti langkah kaki ART tersebut. Sampai lah mereka di depan kamar yang pintu nya sudah rusak akibat di buka dengan paksa.
Bu Erni pun meminta Adit memeriksa Zahra , Adit segera memeriksa keadaan Zahra. Setelah yakin , Adit pun bertanya kepada bu Erni.
__ADS_1
" Apakah dia tidak makan satu harian ?" ucap Adit
" Maaf saya enggak tau dok, memang nya ada apa dengan putri saya dok" ucap bu Erni
" Keadaan nya begitu lemah, ia pingsan karna tidak ada asupan makanan yang masuk kedalam tubuh nya, sehingga asam lambung nya kambuh " ucap Adit
"Apakah perlu kita bawa ke rumah sakit aja dok"ucap bu Erni
"Jika infus yang sudah saya pasang ini sudah habis, namun dia belum sadar juga , maka sebaik nya di bawa ke rumah sakit "ucap Adit
" Baik lah dok.. terima kasih"ucap bu Erni
Adit pun memberi resep untuk Zahra ,kalau dia sudah sadar maka Zahra harus meminum obat obatan yang telah di anjurkan nya.
Setelah memberi kertas bertuliskan nama obat apa saja yang harus di beli oleh bu Erni, Adit pun segera pamit pulang dan di persilah kan oleh bu Erni, ART tadi pun mengantar kepergian Adit.
" Zahra .. kamu sudah sadar nak"ucap bu Erni
"Ma..."ucap Zahra dengan lemah nya
Zahra pun ingin bangkit dari tidur nya, namun segera di larang oleh Adit.
" Tidur lah,, kondisi mu belum setabil"ucap Adit
"Ma.. kenapa dia ada disini, dan apa yang terjadi dengan ku" ucap Zahra
__ADS_1
" Tadi mama memanggil mu ,namun kamu tidak menjawab, jadi mama suruh para penjaga rumah mendobrak pintu kamar mu, dan mama mendapati kamu pingsan . Jadi mama memanggil Adit untuk segera datang kesini agar memeriksa keadaan mu"ucap bu Erni
Zahra hanya terdiam , ia masih mencerna setiap kata yang di ucap kan mama nya.
" Kamu kenapa sampai pingsan begitu, Kata Adit kamu enggak makan ya satu harian ini?"tanya bu Erni
Melihat badan Zahra yang semakin kurus ,membuat siapa saja prihatin kepada nya, namun tidak dengan para penggosip yang ada di luar sana.
"Zahra hanya tidak selera makan aja ma"ucap Zahra
" Sudah lah Ra, untuk apa kamu terlalu memikirkan Andi, mama tau dia suami mu, dan mama tau rasa nya di tinggalkan suami, tapi kamu harus ingat Ra, masa depan kamu masih panjang, jadi kamu harus bangkit dari semua keterpurukan ini"ucap bu Erni sambil memegang kedua pipi Zahra .
Mendengar penuturan mama nya Zahra pun menangis, rasa sedih yang telah di simpan nya seolah tertumpah seperti air mata nya.
Bu Erni tak tega melihat air mata putri nya mengalir, ia pun memeluk tubuh Zahra.
" Kamu kenapa sayang, cerita sama mama" ucap bu Erni seolah ia sangat mengerti perasaan Zahra
"Ma... Zahra malu, di umur Zahra yang masih muda , Zahra sudah menyandang status janda, mereka selalu mencibir Zahra ma,,, Zahra enggak kuat "ucap Zahra yang masih di dalam pelukan sang mama.
Seketika bu Erni merasa sesak, ia merasa nafas nya berhenti sejenak mendengar apa yang telah di ucap kan Zahra, namun ini lah yang terjadi.
" Sudah lah kamu harus kuat, mama yakin kamu pasti bisa melewati semua ini, yakin lah pasti ada lelaki yang akan menerima semua kekurangan mu"ucap Bu Erni
" Itu tidak mungkin ma,, mengingat sekarang aku hanya lah seorang janda "ucap Zahra.
__ADS_1
" Itu semua tidak benar , aku siap untuk menggantikan posisi almarhum suami mu" ucap Adit dengan lantang nya.
Seketika Zahra melepaskan pelukan mama nya, ia tak menyangka kalau Adit bisa berbicara seperti itu pada nya. Bu Erni pun menatap Adit dengan pandangan penuh tanya.