
Dengan jantung yang berdetak kencang karna kaki yang mulai melangkah, Zahra seperti ABG yang sedang kasmaran.
"Nanti aku ngomong apa ya,,, dia kenapa enggak kasi kabar dulu sih" batin Zahra
Sepanjang perjalanan menuju ruang tamu itu hati Zahra selalu berkata kata. Hingga Zahra menabrak bibik dari belakang karna ia melamun.
"Kok berhenti sih bik?" tanya Zahra
" Maaf non,, Bibik kan mau antar minum ini untuk tuan Adit" ucap bibik
Zahra pun tersadar ternyata mereka telah berada di hadapan Adit. Dari tadi Adit sudah tersenyum melihat tingkah Zahra.
" Ra,,, apa kabar?" tanya Adit
Kini Adit bangkit dari duduk nya.
"Baik,,, kenapa enggak ngabarin aku sih" ucap Zahra kesal
" Maaf non ,tuan bibik pamit ke dapur , silah kan di minum tuan" ucap Bibik
"hemmm"....
Mereka hanya menjawab begitu saja setelah kepergian bibik Zahra mempersilahkan Adit untuk duduk kembali.
Setelah Adit duduk Zahra pun ikut menduduk kan tubuh nya .
" Kenapa enggak memberi tau dulu sih" ucap Zahra
"Maaf,,, aku ingin memberi mu kejutan, hehehe" ucap Adit cengengesan
"Ih...... sejak kapan kamu lebay gitu"ucap Zahra
"Aku cuma lebay sama kamu aja kok,, percaya lah" ucap Adit
" Hmmmm..." balas Zahra
" Kamu sudah makan Ra??" tanya Adit
" Sudah tadi,,, apa kamu sudah makan?"Zahra bertanya kembali
" Belum sih,,, tadi dari bandara aku langsung kemari" ucap Adit
__ADS_1
"Kalau begitu kamu makan dulu biar aku suruh bibik membuat kan mu makanan" ucap Zahra
Zahra pun bangkit dari duduk nya, ketika kaki nya melangkah Adit menangkap tangan nya.
" Enggak usah,, makan di luar aja yuk" ajak Adit
"Tapi aku sudah makan" ucap Zahra
" Kalau begitu temani aku makan " ucap Adit.
"Tunggu sebentar ya,,, aku permisi sama mama dulu" ucap Zahra
Adit pun melepaskan tangan Zahra.
Tidak berapa lama Zahra sudah mengganti pakaian nya, walau pun hanya berpakaian santai namun Zahra tetap terlihat cantik.
" Ayo Dit,,," ajak Zahra
" Mama mana Ra?" tanya Adit karna melihat Zahra hanya sendirian.
"Mama sudah tidur,, jadi aku titip pesan sama bibik saja" ucap Zahra
"Kalau begitu kita jalan sekarang ?" ucap Adit
Kini mereka sudah berada di dalam mobil Adit, semenjak kepergian nya ke kota B , Adit menitip kan mobil nya di bandara.
Mobil melaju dengan santai nya, di sepanjang perjalanan mereka bercerita tentang rumit nya hubungan mereka.
Sampai mereka tiba di sebuah lesehan yang berada di pinggir jalan.
" Kita makan disini?" tanya Zahra
" Iya,, kenapa kamu enggak suka?" tanya Adit
" Enggak ada masalah sih, cuma heran aja seorang dokter mau makan makanan pinggir jalan" ucap Zahra
"Jangan salah disini tu makanan nya enak , lagi pula tempat nya bersih, tuh lihat" tunjuk Adit
" Ya ya ya....." ucap Zahra
Setelah selesai berdebat mereka pun turun dari dalam mobil, mereka pun berjalan berdampingan.
__ADS_1
Mereka pun memesan makanan, selagi menunggu makanan nya datang Adit pun bercerita tentang kedatangan nya.
"Ra,,, kemarin mama sudah menghubungi ku, dia bilang sudah merestui hubungan kita, tapi dia tidak bercerita tentang rumah itu" ucap Adit
"Terus kamu ngomong apa lagi?" tanya Zahra
" Aku bilang kalau aku akan pulang kalau papa dan mama sudah merestui kita, terus mama jawab mereka sudah merestui hubungan kita tapi dengan syarat" ucap Adit
"Syarat apa lagi?"ucap Zahra
" Mama mau kita secepat nya menikah" ucap Adit
Ketika mendengar penuturan Adit ,wajah Zahra berubah bahagia.
Tadi Zahra sempat merasa tegang , karna ia takut kalau bu Sri meminta yang aneh aneh lagi.
" Oh....,,, itu tidak masalah" ucap Zahra
" Untuk memperkuat hubungan kita , aku ingin melamar kamu "ucap Adit
Adit merogoh saku celana nya ia mengeluarkan kotak berbentuk hati berwarna merah muda.
" Terima lah ,,ini tanda ketulusan hati ku"ucap Adit sambil membuka kotak itu.
Mata Zahra berkaca kaca saat melihat isi di dalam kotak berbentuk hati itu.
"Aku terima,, tapi kamu yang pasang kan ya" ucap Zahra
Adit pun bangkit dari duduk nya, ia pun memasang kalung berlambang huruf A itu di leher jenjang milik Zahra .
" Makasih,,, ini kado terindah ,aku suka" ucap Zahra sambil melihat mainan kalung itu.
" Mau kah kau menjadi pendamping ku dan jadi kan lah aku pendamping terakhir mu" ucap Adit dengan berlutut di samping tempat duduk Zahra.
" Mmmm,,, iya aku terima dan jadikan lah aku satu satu nya yang ada di hati mu"ucap Zahra
Disana sama sekali tidak ada orang lain ,selain penjual dan beberapa pekerja saja.
Tempat itu sudah di pesan oleh Adit untuk mereka berdua .
Setelah mereka selesai makanan mereka pun tiba. Dengan senyum yang masih mengembang Zahra tak henti henti memandang wajah Adit, begitu pula dengan Adit.
__ADS_1
Setelah selesai makan Adit pun mengantar Zahra pulang ke rumah dan setelah itu ia pun pulang kerumah nya.
Hari semakin terasa indah jika hati kita bahagia, semoga kita selalu merasakan kebahagiaan di hidup kita. (author)