
Zahra pergi meninggalkan salon nya , ada emosi yang terpendam namun tidak dapat di ungkap kan nya. Setelah ia merasa cukup tenang Zahra pun membawa mobil nya pergi dari tempat parkir tersebut.
Setelah melaju kan mobil nya ,tiba tiba Zahra merindukan sosok suami nya , ia pun memutar kemudi nya menuju makam suami nya. Kini Zahra telah sampai di tempat tujuan ,ia pun memberhentikan mobil nya tepat di depan gerbang pemakaman pribadi milik keluarga nya.
Sebelum sampai di pusara milik suami nya, Zahra terlebih dahulu mengunjungi pusara papa nya yang terletak di samping pusara Andi. Ia menumpah kan air mata nya, disana ia menceritakan tentang kehidupan yang ia alami sejak papa dan suami nya meninggal .
" Pa,,,, aku igin kuat seperti mama tapi apa lah daya ku pa,, aku hanya anak perempuan yang manja dan lemah . papa apa kah engkau bertemu dengan Andi, jika kau bertemu dengan nya tolong sampai kan rasa rindu ku untuk nya"ucap Zahra
Setelah merasa puas kini Zahra pun menghampiri pusara suami nya. ia duduk di pinggir pusara tersebut , baru saja ia menduduk kan tubuh nya air mata nya kembali mengalir.
" Andai kamu tidak seperti itu , aku tidak akan di anggap sebelah mata oleh Siska, kamu tau bagaimana kehidupan aku saat ini, aku begitu berusaha agar terlihat kuat dan tegar . Kamu tega sama aku kamu tega Andi" teriak Zahra
Setelah merasa puas Zahra pun kembali ke mobil nya ,ia menarik nafas dengan dalam dan membuang nya perlahan setelah itu ia merasa sedikit tenang dan akhirnya ia meninggalkan pemakaman tersebut.
Dengan sisa air mata yang tertinggal di pelupuk mata nya, Zahra pun segera membersih kan nya dengan tissu . Kini Zahra membawa mobil nya menuju ke arah tempat tinggal nya, ia ingin segera menenangkan pikiran nya.
Zahra pun sampai di pekarangan rumah mama nya , ia pun memarkirkan mobil nya dan segera masuk kedalam rumah tersebut.
Baru saja ia akan melangkah kan kaki nya menginjak teras rumah nya , Zahra mendengar suara lelaki yang tak asing bagi nya. Zahra sedikit mengintip dari jendela dan betapa terkejut nya ia melihat Adit yang duduk di ruang tamu bersama mama nya , mereka seperti sedang membicara kan hal yang sangat penting. Karna merasa penasaran Zahra pun masuk kedalam rumah setelah mengucap kan salam. Bu Erni dan Adit secara serentak menyahut salam dari Zahra.
Zahra langsung mencium punggung tangan ibu nya, bu Erni pun membelai kepala Zahra , setelah itu bu Erni menyuruh Zahra untuk membersih kan badan nya dan bersiap siap siap untuk pergi dinner , karna tadi Adit telah permisi ke bu Erni .
Walaupun Zahra masih terlihat bingung , namun ia tetap mengerjakan apa yang telah di perintahnkan oleh mama nya. Zahra segera menuju kamar nya dan segera ia mandi, setelah siap mandi Zahra memilih baju yang mana yang pas untuk nya, setelah sekitar tiga puluh menit ,pintu kamar Zahra di ketuk dari luar.
__ADS_1
Solah tau siapa yang mengetuk pintu tersebut, Zahra langsung menyambar satu gaun berwarna merah dan langsung di pakai nya. Setelah siap memakai pakaian tersebut ,baru lah Zahra membuka pintu . Di balik pintu terlihat bu Erni yang sudah menunggu diri nya.
" Mama,,, ma kenapa mama mengizin kan ajakan Adit, mama tau kan Zahra masih trauma untuk dekat dengan lelaki" ucap Zahra
" Sudah kamu jalani saja dulu, mama yakin kamu wanita yang kuat .Kamu pasti bisa melupakan kejadian semua ini" ucap bu Erni
" Tapi Zahra enggak mau dinner sama Adit , Zahra takut kalau Adit nanti nya akan memendam rasa terhadap Zahra" ucap Zahra
" Kamu tidak boleh berpikir yang aneh aneh, sudah sana temani Adit" ucap Bu Erni
Zahra pun melangkahkan kaki nya menuruni anak tangga dengan hati yang sangat berdebar , Zahra pun sampai di lantai dasar rumah nya sebelum ia melangkah kan kaki nya menuju ruang tamu , Zahra berdoa terlebih dahulu.
" Ya allaah semoga ini akan menjadi hal yang baik untuk ku, ya allaah izin kan lah aku bahagia" batin Zahra
" Ra,, kamu sudah siap" ucap Adit
Zahra hanya membalas dengan senyuman saja .
" Ayo kita pergi sekarang, aku ingin menunjuk kan sesuatu untuk mu" ucap Adit
Zahra semakin gugup kini senyum nya pun seolah tak bisa ia keluar kan lagi, mereka pun pergi dengan menggunakan mobil Adit .
Di dalam perjalanan mereka hanya terdiam, sesekali mereka saling mencuri curi pandang satu sama lain.
__ADS_1
Sampai lah mereka di sebuah bangunan yang cukup mewah dan besar. Adit yang terlebih dahulu keluar dari mobil nya dan ia segera membuka pintu mobil di bagian Zahra.
Zahra masih merasa bingung melihat bangunan itu, pasal nya bangunan itu tidak terlihat seperti restauran atau tempat dinner biasa nya. Namun Zahra enggan bertanya ,ia hanya mengikuti langkah kaki Adit . Mereka pun masuk dalam bangunan tersebut.
Disana sudah ada sepasang orang tua yang sedang duduk di atas sofa dengan berbincang bincang . Adit pun menghampiri kedua orang tua tersebut. ia menyalami kedua nya.
" Adit,,, kamu sudah datang " ucap wanita itu
" Iya ma.. " ucap Adit
Dengan spontan Zahra membulat kan mata nya, bagaimana tidak ternyata mereka adalah orang tua Adit.
"Ma ,pa, ini Zahra yang Adit cerita kan kemarin"ucap Adit
" Hai tante,hai om "ucap Zahra dengan mencium punggung tangan kedua nya.
"Silahkan duduk Zahra" ucap Wanita itu
" Perkenal kan tante ini mama nya Adit, nama tante Sri dan ini papa nya Adit , nama nya Lukman." ucap bu Sri
" Saya Zahra Tante , om." ucap Zahta
" Adit kamu suruh bibi untuk menyiap kan meja makan , ini sudah waktu nya kita makan malam" titah bu Sri
__ADS_1
Adit pun pergi meninggalkan Zahra dengan kedua orang tua nya, keadaan pun diam membisu . Zahra semakin gugup karna ia tidak pernah dalam posisi seperti ini sebelum nya.