
Setelah mendengar penjelasan dokter dan melihat kondisi suami nya, Zahra pun meninggalkan rumah sakit tersebut. Dalam perjalanan menuju salon nya , Zahra masih memikir kan tentang apa yang di lihat dan di dengar nya. ia masih merasa tidak percaya , namun kenyataan nya ada di depan mata.
" ya allaah apa sampai kapan kah suami ku harus menanggung semua ini, siapa yang tega melakukan ini semua, berilah aku petunjuk mu ya allaah" ucap Zahra di balik kemudi .
Waktu di rumah sakit tadi, Adit selaku dokter yang menangani Andi menjelaskan , bahwa cairan yang di masuk kan ke dalam tubuh Andi adalah cairan yang berbahaya yang akan membuat Andi akan kehilangan ingatan nya jika ia sadar nanti atau ia akan kehilangan nyawa nya . Zahra masih memikirkan penjelasan Adit.
Tiba tiba Zahra mencari ponsel nya , ia menepikan mobil nya dan mencari benda pipih itu di dalam tas nya. Namun ia tidak menemukan nya.
" duh... dimana ya handphone ku" ucap Zahra , ia kembali mengingat kapan terakhir kali ia menggunakan ponsel nya.
" oooh.. iya handphone ku pasti masih sama Adit dan ini kan ponsel Adit." ucap Zahra Setelah mengingat tadi mereka saling bertukar nomor .
Zahra pun memutar kemudi nya untuk menuju rumah sakit kembali. setelah sampai di parkiran ia pun segera menuju ruangan Adit.
Di saat Zahra yang tergesa gesa tidak sengaja ia melihat ada seorang wanita berpakaian biasa masuk ke ruangan Andi. Zahra pun akhirnya menuju ruangan tersebut .
" siapa wanita itu, aku yakin dia bukan suster " batin Zahra
Dengan sangat hati hati Zahra mendekati ruangan tersebut, betul saja wanita itu memang bukan suster melainkan kan Siska, Zahra membulatkan mata nya terkejut dengan apa yang telah Siska lakukan terhadap suami nya. Untung Zahra mempunyai akal yang panjang , ia merekam semua perbuatan Siska terhadap suami nya.
Ketika Siska sudah selesai , Zahra pun segera pergi dari posisi nya , ia sengaja berdiri agak jauh dari tempat nya tadi.
Siska pun akhirnya keluar dari ruangan Andi, ia tersenyum dengan puas dengan apa yang telah ia lakukan sehingga ia tidak melihat ada orang yang sedang berdiri didepan nya. Tiba tiba Siska menabrak orang itu dan bbbrrruuuggghhhh. ...
Siska terjatuh , dengan cepat ia membangkit kan tubuh nya melihat siapa yang telah ia tabrak, namun ia kembali terkejut saat melihat Zahra lah yang ia tabrak.
" Zahra... " ucap Siska
" ngapain kamu disini Ka? apa kamu sedang sakit?" ucap Zahra dengan polos nya
__ADS_1
" a.. aku .. aku sedang menjenguk teman ku" ucap Siska
" ooo.." ucap Zahra
" kamu mau menjenguk suami mu ya" ucap Siska
" iya,, aku merindukan nya" ucap Zahra
Siska merubah raut wajah nya, ia merasa jijik mendengar ucapan Zahra.
" kalau begitu aku duluan ya Ra" ucap Siska , ia pun langsung meninggalkan Zahra tanpa menunggu balasan .
" nikmati lah hidup mu, sebelum engkau akan tinggal di jeruji besi " batin Zahra
Ketika Siska sudah tidak terlihat oleh mata, Zahra pun menuju ruangan Adit tanpa melihat keadaan suami nya.
" permisi Dok.." ucap Zahra
" Zahra,, ada apa kamu kesini?" ucap Adit setelah melihat siapa yang masuk.
" maaf.. aku hanya ingin meminta ponsel ku" ucap Zahra
" ha.., ponsel ..,, oh iya aku lupa " ucap Adit merogoh saku jas nya.
" maaf ya tadi ku kira itu ponsel ku" ucap Adit
" iya gak apa apa kok,, ini ponsel mu" ucap Zahra sambil mengulurkan tangan nya yang sedang memegang handphone Adit.
" aku boleh minta tolong enggak?" ucap Zahra
__ADS_1
" kalau aku bisa membantu, kenapa enggak" ucap Adit
Zahra pun menceritakan semua yang telah Siska lakukan kepada suami nya , tidak lupa ia menjelaskan bahwa tadi ia sempat merekam semua nya dengan ponsel milik Adit .
" baik lah , akan ku kirim vidio ini ke kamu" ucap Adit.
" makasih , " ucap Zahra
Setelah vidio tersebut masuk ke ponsel nya, Zahra pun segera pamit , ia ingin memikirkan cara menjebak Siska .
Karna pikiran Zahra saat ini sedang kacau , ia pun memutuskan untuk pulang kerumah Andi, ia ingin melihat situasi di rumah tersebut.
Semua penjaga rumah dan ART di rumah itu memberi hormat kepada nya, Zahra hanya terus melangkahkan kaki nya tanpa menyapa satu orang pun.
Zahra menuju kamar milik Andi , sesampai di dalam kamar , ia langsung merebahkan kan tubuh nya di atas kasur. Rupanya ia sedang merindukan sosok suami nya.
" Andai kau tidak kasar kepada ku , mungkin saat itu aku tidak akan pergi meninggalkan mu dan aku yakin ini semua tidak akan terjadi " teriak Zahra.
Untung kamar Andi kedap suara , kalau tidak maka suara Zahra akan keluar dari kamar tersebut.
" aku benci dengan semua ini,, aku ingin hidup bahagia.." teriak nya lagi namun kini di iringi dengan air mata nya.
.
.
.
yuk baca juga novel ku yang satu ini..
__ADS_1