
Kini Zahra sudah menjalani aktivitas seperti biasa nya, walaupun ia semakin sibuk karna ia harus mengurus kantor almarhum suami nya, setelah aset aset milik suami nya jatuh ketangan nya.
Kantor itu ia percaya kan dengan Juan. Selagi Zahra masih belajar tahap demi tahap agar ia mengerti tentang cara kerja di perusahaan nya. Saat ini Zahra kembali memijak bangku pendidikan, hanya saja beda nya ia tidak berada di kampus, ia memilih guru private .
Tahap demi tahap ia lakukan, sedikit demi sedikit ia sudah mulai paham bagaimana cara mengambil hati para klien nya agar suka terhadap kinerja perusahaan nya.
Saat ini pun Zahra sudah tidak memperdulikan status nya , ia cukup sibuk dengan aktivitas nya. Di tambah lagi ada Adit yang selalu menghibur nya.Sampai saat ini Adit selalu menyempat kan waktu untuk berjumpa dengan Zahra.
Sore itu Adit menjemput Zahra di kantor nya, Setelah ia mendaparkan kabar kalau Zahra berada disana. Adit yang mempunyai penampilan yang cukup cool, menjadi lebih cool dengan mobil mewah yang ia kenakan.Seperti biasa pula setiap Adit memasuki kantor tersebut, para wanita yang bekerja disana terpaku melihat kegantengan nya.
Seperti biasa pula jika Adit datang menjemput Zahra ,ia langsung menemui nya di ruangan Zahra.Para keamanan disana sudah paham kenapa lelaki itu memijak kan kaki nya di kantor tersebut.
Zahra yang masih mengetik ngetik laptop nya terhenti saat mendengar suara ketukan pintu, ia pun memepersilah kan tamu nya masuk. Adit pun membuka pintu tersebut dengan memasang senyum yang begitu manis sehingga menampak kan lesung di pipi sebelah kanan nya. Melihat Adit datang Zahra pun memasang senyum terbaik nya.
" Adit,,, " ucap Zahra , ia pun bangkit dari kursi panas nya.
" Sore buk Zahra.."ucap Adit meledek nya.
" Ayo duduk Dit " ucap Zahra sambil menunjuk kan sofa yang ada disana.
Mereka pun duduk berhadapan di sofa tersebut.
"Kamu sudah selesai?"tanya Adit.
" Iya sebentar lagi, tunggu ya aku siap kan dulu tugas ku"ucap Zahra, ia kembali duduk di kursi panas nya.
__ADS_1
" Apa kamu senang mengerjakan ini semua?" tanya Adit
" Ya seperti yang dirimu lihat, mau enggak mau aku harus paham dengan dunia bisnis" ucap Zahra
"ooooo.."ucap Adit sambil mengangguk anggukan kepala nya.
Sekitar sepuluh menit Zahra baru siap dengan aktivitas nya, ia pun kembali duduk di sofa menemani Adit yang dari tadi sudah menunggu nya.
"Serius amat, lagi chatan ya sama pacar nya?" ucap Zahra ketika melihat Adit sibuk memain kan ponsel nya.
" Kamu udah siap Ra, " ucap Adit seolah terkejut.
"iIya,, dan aku sudah dari tadi duduk disini, namun kamu nya sibuk dengan ponsel mu" ucap Zahra
" Ini dari teman kuliah ku, mereka mau ngadakan reunian, tapi aku bingung harus datang atau tidak"ucap Adit
" Kalau aku datang tanpa pasangan bisa bisa aku di ejek sama teman teman ku, karna setiap reunian aku hanya datang sendiri " ucap Adit
" ooo... begitu " ucap Zahra
" Tapi kalau kamu mau ikut , aku akan datang di acar itu" ucap Adit
" Aku,,, enggak deh , yang ada nanti kamu malah minder di depan teman teman mu , jika mereka tau status aku "ucap Zahra
" Ra,, percaya sama aku , aku itu sayang sama kamu , jadi apa pun status mu aku tidak perduli, bahkan jika kau mau aku akan menikahi mu,, aku siap kok" ucap Adit
__ADS_1
Perkataan Adit tadi mampu membuat Zahra membulat kan mata nya, ia terkejut atas penuturan Adit.
" Ayo kita pulang , hari sudah mulai gelap"ucap Zahra mengalihkan pembicaraan
Zahra pun bangkit dari duduk nya, ia menuju meja kerja nya untuk mengambil tas nya, di sepanjang perjalanan mereka hanya membisu, mungkin mereka sedang berperang di dalam pikiran nya masing masing.
Hingga Adit membuka mulut nya untuk bersuara.
" Ra,, aku minta maaf ya aku enggak bermaksud lancang, tapi itu lah yang aku rasa kan, aku telah menyukai diri mu" ucap Adit
Zahra masih tak bergeming, ia sengaja membuang muka nya kearah kaca jendela mobil tersebut.
" Ya sudah... kalau kamu enggak suka sama aku , aku enggak apa apa kok, mungkin kita enggak jodoh" ucap Adit
Adit pun menambah sedikit kecepatan mobil nya, ia ingin segera sampai di rumah Zahra, Zahra yang menyadari kecepatan mobil Adit bertambah , ia pun segera berpegangan.
Sampai lah mereka di depan rumah Zahra, namun setelah Zahra keluar ,Adit masih berada di dalam mobil nya, Zahra pun mengajak Adit untuk singgah seperti biasa nya.
" ayo Dit,, masuk dulu" ucap Zahra
"Lain kali aja Ra, aku mau segera balik kerumah" ucap Adit
" ya udah kalau begitu kamu hati hati di jalan , ingat jangan ngebut ngebut" ucap Zahra
Adit hanya membalas dengan senyum nya saja, ia pun memijak pedal gas nya dan pergi menjauh meninggalkan Zahra yang masih berdiri di pinggir jalan untuk melihat kepergian diri nya.
__ADS_1
Setelah memastikan Adit telah jauh , Zahra pun masuk ke dalam rumah nya. ia memilih tinggal di rumah ibu nya, sedang kan rumah milik Andi , ia jual . Sebagian hasil penjualan itu ia sedekah kan ke panti asuhan dan ke beberapa mesjid dan banyak lain nya .