
Tak terasa air mata Zahra jatuh kembali, dan tanpa Zahra sadari ada seseorang yg memperhatikan nya, siapa lagi klo bukan Rizal.
Rizal pun menghampiri Zahra ,
"Ra kamu knpa"?
"kenapa ini terasa sangat berat ya Zal" ucap Zahra
"memang nya kamu ada masalah apa Ra sama lelaki itu"?tanya Rizal
Sambil menghapus air mata nya Zahra menceritakan apa yang terjadi.
"lelaki itu adalah anak dari bos perusahaan tempat papa ku bekerja,
tadi dia bilang papa ku melakukan korupsi di perusahaan papa nya," ucap Zahra sambil sedikit sesenggukan.
"terus kamu percaya dengan apa yg di katakan nya"? aku rasa ini hnya salah paham saja , om Edi tak mungkin melakukan hal yg kotor seperti itu." ucap Rizal
"iya aku juga yakin , kalau ini semua salah paham, tapi bagaimana cara membuktikan nya "? ucap Zahra
"ya udah kamu tenang aja dulu, semua akan baik baik saja, aku pun akan membantu sebisa ku" kata Rizal sambil mengelus elus pundak Zahra.
"makasih ya Zal, kamu memang teman terbaik ku," ucap zahra
Seketika mendengar perkataan Zahra, ada sedikit rasa kecewa di hati Rizal, pasal nya Rizal masih mempunyai rasa terhadap Zahra.
"apa kamu masih mencintai lelaki itu,?batin Rizal
__ADS_1
Mereka pun akhirnya menuju keruangan pak Edi,yg dimana Andi sudah ada di dalam nya.
"coba pak Edi jelas kan ,bagaimana ini bisa terjadi" suara Andi yg terdengar dari ruangan tersebut.
"maaf pak , saya sungguh tidak tau bagaimana ini bisa terjadi, saya tidak menyangka ada orang yg ingin menjatuhkan kan saya secara licik ini" ucap pak Edi sambil tertunduk
"jadi apa pak Edi punya bukti bahwa bukan pak Edi lah yg melakukan nya"?
lalu siapa yg melakukan ini ? ucap Andi dengan suara agak keras, sehingga membuat Zahra terkejut mendengar nya.
"apa kamu kira papa saya sejahat
itu? " ucap Zahra sambil membuka pintu ruangan itu.
Sehingga membuat yg ada di ruangan tersebut terkejut .
ini adalah urusan ku dengan papa mu" bentak Andi
Mendengar itu sontak membuat Zahra menangis.
"sudah lah Zahra papa baik baik saja, pergi lah biar papa berbicara dengan pak andi disini. nak Rizal bawa lah Zahra keluar."pinta pak Edi
"ya om" jawab Rizal sambil membuka pintu keluar.
"Zal aku gx tau apa yg akan terjadi ke papa, aku gx sanggup jika papa harus di penjara , aku gak sanggup Zal, ucap Zahra sambil terisak sedari tadi.
"aku yakin papa mu tidak akan di hukum bila semua bukti ada".. kata Rizal
__ADS_1
"tapi bagaimana cara kita mengumpulkan bukti bukti itu Zal?"tanya Zahra
"sudah lah jngan terlalu kamu pikirkan, nnti aku akan membantu masalah papa mu, "ucap Rizal sambil menghela nafas .
Di ruangan itu masih terjadi pembicangan antara pak Edii dan Andi.
"jika pak Edi gx tidak bisa membuktikan nya, saya harus membawa kasus ini ke jalur hukum" ucapan Andi yg sontak membuat pak Edi menitik kan air mata nya
"saya tau pak, beri saya waktu untuk membuktikan nya" ucap pak Edi
"akan saya tunggu , satu minggu dari sekarang jika pak Edi gx bisa membuktikan nya , maka pak Edi sudah tau frekuensi nya"
"iya baik pak" ucap pak Edi
Andi pun bergegas pergi meninggalkan ruangan pak Edi .
Dia melihat Zahra masih duduk di sudut kursi yg di temani Rizal, Andi pun melangkah kan kaki nya melewati Zahra.
sambil berkata dalam hati nya.
"semudah itu kamu melupakan rasa yg pernah ada antara kita" batin Andi
.
.
.
__ADS_1
🌹🌹🌹jangan lupa like dan komen ya 🌹🌹🌹 terima kasih..