
Pagi ini matahari tidak seperti biasa nya, seolah ia enggan untuk mengeluarkan aura nya , di tambah langit yang mengeluarkan rintikan demi rintikan air hujan.
Pagi ini suasana nya mendung di sertai dengan hujan yang membasahi bumi dan perasaan makhluk hidup yang ada di dalam nya.
Zahra yang selesai sholat subuh, seperti biasa ia berolahraga ringan di halaman belakang rumah nya, setelah ia merasa cukup ia pun pergi ke dapur untuk membantu bu Erni membuat sarapan. bibi yang bekerja di rumah Zahra sudah berhenti, karna orang tua nya sedang sakit parah.
" mama masak apa nih" ucap Zahra sambil memeluk mama nya dari belakang .
" kamu ini ya.. sudah menikah tapi masih aja manja" ucap bu Erni.
" oh ya ma... kenapa ya keadaan Andi tidak ada perubahan, apa kah ia akan selamat atau tidak ya ma?" ucap Zahra, kini ia sudah duduk di meja makan dengan memangku wajah nya dengan kedua tangan nya.
Mendengar ucapan Zahra membuat bu Erni menitik kan air mata,namun ia langsung menghapus nya , takut Zahra melihat nya.
" kamu harus sabar,, ini cobaan buat kalian mama yakin kamu kuat sayang, jangan putus berdoa ya" ucap bu Erni
Bu Erni yang masih sibuk memasak , tidak bisa menemani Zahra duduk di meja makan. hingga ia tidak melihat raut wajah Zahra.
" ma,, aku ke kamar dulu ya, mau siap siap karna hari ini Zahra ada janji sama pelanggan " ucap Zahra , ia pun bangkit dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya menuju kamar nya.
" iya..." ucap bu Erni
Setelah bu Erni melihat Zahra tidak berada di dapur, ia pun kembali menitik kan air mata.
"kuat kan lah anak ku ya allaah , aku tau ini hanya lah cobaan tapi jangan lah engkau buat Zahra terlalu lama bersedih , izin kan lah anak ku hidup bahagia ya allaah" ucap bu Erni sambil memegang dada nya.
Terasa sesak namun ini lah yang harus di hadapi, walaupun berat tapi ini akan berakhir . begitulah pikiran bu Erni.
Mereka pun kini telah duduk di meja makan dengan menyantap nasi goreng buatan bu Erni, Zahra yang lahap memakan sarapan nya, tiba tiba terhenti karna mendengar suara ponsel nya berbunyi.
Zahra pun menghentikan makan nya dan mengangkat sambungan telepon tersebut.
" assalamualaikum " ucap Zahra Setelah melihat kontak yang menelepon nya.
" apa ini dengan bu Zahra " ucap nya
__ADS_1
" iya...dengan saya sendiri " ucap Zahra
" kami dari pihak rumah sakit, ingin memberitahukan kalau keadaan pak Andi semakin menurun, kami harap ibu bisa datang kerumah sakit sekarang" ucap nya
" baik baik sus ,, makasih " ucap Zahra
Bu Erni melihat raut wajah Zahra yang berubah drastis, ia pun akhir nya bertanya.
" ada apa Ra" ucap bu Erni
" ma.. Zahra mau kerumah sakit dulu, kata nya kondisi Andi semakin menurun" ucap Zahra
" mama ikut ya.." ucap bu Erni
" enggak usah ma,, Zahra bisa sendiri kok, Zahra pergi dulu ya ma" ucap Zahra sambil mencium punggung tangan bu Erni dan mencium kedua pipi mama nya.
Bu Erni pun mengantar Zahra sampai kedepan rumah, setelah ia melihat Zahra pergi dengan mobil nya , bu Erni pun kembali masuk kedalam rumah.
Sekitar setengah jam perjalanan Zahra telah tiba di RS, ia pun segera menuju ruangan Andi.
bbrruugghhh
Zahra pun terjatuh karna insiden tersebut, sedang kan yang ditabrak masih berdiri di tempat nya.
" maaf .. Maaf kan saya" ucap Zahra , sambil membangunkan tubuh nya.
" sini biar ku bantu " ucap lelaki itu
Zahra melihat lelaki yang memakai jas putih sedang mengulurkan tangan nya, ia pun menyambut uluran tangan tersebut.
"makasih.." ucap Zahra Setelah ia sudah berdiri dengan sempurna.
" kamu kenapa berlari lari di area rumah sakit ini" ucap lelaki itu
Zahra yang masih sibuk merapikan pakaian dan rambut nya hingga ia belom melihat wajah lelaki itu.
__ADS_1
Setelah selesai ia pun menatap wajah lelaki itu, namun betapa mereka saling terkejut, karna mereka pernah bertemu di mall beberapa bulan yang lalu.
" kamu... bukan kah kamu yang waktu itu di mall?" ucap lelaki itu
" siapa ya,, maaf aku lupa" ucap Zahra
" aku Adit.. " ucap nya dengan mengulurkan tangan nya.
"oh... Maaf aku sempat lupa,, apa kamu dokter disini? " ucap Zahra yang melihat Adit dari ujung rambut ke ujung kaki.
"iya,, aku dokter umum disini" ucap Adit
Zahra pun menyambut uluran tangan Adit,mereka pun sedang bersalaman .
" kamu ngapain disini?" ucap Adit
" aku kesini ingin melihat kondisi suami ku, kata pihak RS kondisi nya semakin menurun" ucap Zahra
Adit melihat ada raut kesedihan di wajah Zahra , namun karna rasa penasaran nya ia pun bertanya lagi.
" selamat ya kamu sudah menikah, kalau aku boleh tau suami mu sakit apa dan ada di ruangan mana?" ucap Adit
" suami ku kecelakaan dua bulan yang lalu, ia sedang di rawat di ruang ICU " ucap Zahra , kini air mata yang berusaha di bendung pun tak mampu tertahan kan lagi
" kamu yang sabar, aku yakin kamu kuat , kalau aku boleh tau apa suami mu yang bernama Andi?" ucap Adit.
" iya,, dari mana kamu tau?" ucap Zahra
"kebetulan aku lah yang menangani nya , memang keadaan pasien saat ini sedang menurun , apa kamu ada memberikan dia obat penenang?" ucap Adit
" apa obat penenang??" Zahra terkejut atas pertanyaan Adit.
" karna kami menemukan ini di dekat tempat tidur Andi" ucap Adit dengan menunjukkan sebuah alat suntikan .
Zahra pun membulatkan mata nya melihat benda tersebut, ia merasa tak percaya atas apa yang di lihat nya.
__ADS_1