
Sudah Tiga hari berlalu , namun Andi belom juga sadar dari koma nya. hari ini adalah hari pertama Zahra menjenguk Suaminya. sebelum ia pergi ke salon nya , Zahra menyempatkan diri untuk menjenguk suami nya.
Sesampai nya ia di parkiran rumah sakit, Zahra mendengar ponsel nya berbunyi. ia pun mengangkat panggilan di ponsel nya setelah ia melihat kontak yang menghubungi nya.
" assalamualaykum ... siapa ya?"
" waalaikumsalam, ini aku Siska " ucap Siska
" ada perlu apa , aku lagi sibuk" ucap Zahra sambil membuka pintu mobil nya.
" sebentar saja, ada yang ingin aku ceritakan padamu" ucap Siska
huuuhh. ...
Zahra mendesah .
" ok.. kamu mau kita ketemuan dimana" tanya Zahra
" di cafe yang ada di dekat kantor " ucap Siska
" aku akan kesana " ucap Zahra
Zahra pun kembali masuk ke dalam mobil nya, ia memasuk kan kunci mobil dan langsung menghidupkan nya. dengan kecepatan sedang ia pun membelah jalanan kota yang cukup ramai saat masih pagi.
Sesampai nya di parkiran cafe yang telah di sepakati , Zahra pun segera masuk kedalam cafe tersebut.
Zahra mengedarkan pandangan nya menyapu setiap sudut cafe, ia pun melihat Siska yang melambaikan tangan nya ke arah nya .ia pun melangkah kan kaki nya menuju meja dimana tempat Siska duduk.
__ADS_1
Mereka pun memesan minuman untuk mereka berdua.
" hay Ra... Apa kabar" ucap Siska
"seperti yang kau lihat , kenapa kau ingin bertemu dengan ku" ucap Zahra . ia malas jika harus berlama lama .
"selagi pak Andi masih di rawat di rumah sakit, perusahaan membutuhkan pemimpin yang bisa mewakil kan posisi nya" ucap Siska
" apa kamu bisa mengendalikan perusahan, jika kita tidak bisa mendapatkan pengganti sementara untuk perusahaan , takut nya semua klien yang bekerja sama akan mencabut investasi nya" sambung Siska
Zahra masih terdiam , ia sedang mencerna perkataan Siska. Zahra tidak terlalu mengerti tentang dunia perbisnisan , karna ia pun hanya lulusan di bidang kecantikan saja. kalau ia harus belajar dulu, otomatis akan memakan waktu yang cukup lama.
"Ra... Apa lo baik baik aja?" ucap Siska yang melihat Zahra melamun . ia pun menyenggol tangan Zahra.
" eh... iya Ka..., kayak mana ya, aku tidak begitu mengerti tentang dunia perbisnisan , jika aku harus belajar dulu, maka akan memakan waktu yang cukup lama" ucap Zahra
Siska pun sedikit tersenyum mendengar penuturan Zahra,. ia merasa menang akan hal ini. Siska pun segera bertanya pada Zahra
"karna kita akan membuat surat perjanjian tentang hal ini agar klien kita percaya terhadap ku, karna mengingat keadaan pak Andi yang belum sadar kan diri" sambung Siska
Zahra lagi lagi terdiam, setelah beberapa menit ia memikirkan tentang ucapan Siska , akhirnya ia menyetujui kalau Siska akan mewakili suami nya.
Siska pun meminum minuman yang telah di pesan nya. sambil ia terus melihat mimik wajah Zahra yang berubah ubah.
" baik lah, ku rasa ini tidak lah masalah, tapi kamu harus memberikan setiap laporan tentang kantor kepada ku" ucap Zahra
" baik lah.."ucap Siska
__ADS_1
Siska pun mengeluarkan selembar kertas dari dalam tas nya, ia menyuruh Zahra agar menandatangani nya.
" kenapa kertas ini kosong" ucap Zahra melihat selembar kertas yang masih putih bersih .
" nanti akan aku susun kata kata nya, mumpung kita sudah berjumpa, jadi aku tidak akan meminta mu untuk menemui ku. aku yakin itu akan membuat mu repot" ucap Siska meyakinkan.
" ok... baik lah kalau begitu" ucap Zahra, ia pun segera menandatangani kertas kosong tersebut.
" kali ini aku akan menjadi bos di perusahaan suami mu, selamat tinggal Andi Walaupun kau tidak mau mengakui perbuatan mu, tapi ini sudah cukup untuk bayaran untuk melayani mu satu malam . siap siap lah sebentar lagi perusahaan My grup akan menjadi milik ku" batin Siska
Setelah selesai menandatangani , Zahra pun memberikan kertas itu ke Siska . Dengan senang hati Siska pun menerima kertas tersebut dengan senyum kemenangan.
Meraka pun telah selesai , Zahra dan Siska pun saling berjabat tangan. tanpa di sadari ada seseorang yang sedang mengambil foto mereka yang sedang berjabat tangan.
Setelah itu Zahra pergi meninggalkan Cafe tersebut , ia ingin menjenguk suami nya yang masih terbaring di rumah sakit.
Sedang kan Siska , ia sedang tertawa dengan puas atas keberhasilan nya , ia pun meminta hasil foto dari orang suruhan nya tersebut.
" sebentar lagi aku akan membuat kamu dan suami mu itu menderita , maaf kan aku ya Zahra , aku juga ingin hidup senang seperti dirimu" ucap Siska di dalam mobil nya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐