CINTA KU...

CINTA KU...
kedatangan Rizal


__ADS_3

Akhir pekan telah tiba , semua pekerja kantoran pun libur dari aktivitas nya , kecuali Zahra. ia masih memperdalam ilmu perbisnisan nya. Siang itu Zahra berada di kantor milik nya, Tiba tiba saja saat mempelajari beberapa berkas yang telah di berikan oleh Juan , Zahra teringat akan salon milik nya, ia pun langsung menyambar ponsel nya dan menghubungi Tia.


Di dalam sambungan telepon.


" Ya mbak,, ada apa?"tanya Tia


" Enggak ada apa apa kok, apa semua baik baik saja" tanya Zahra


" Ya semua baik baik saja, mbak kapan main kemari, kami semua rindu kehadiran mbak disini"ucap Tia


" Mbak juga merindukan kalian, nanti sore jika ada waktu luang mbak akan kesana"ucap Zahra


" Udah dulu ya Ti,, Mbak mau siap kan pekerjaan mbak dulu " ucap Zahra


" Iya mbak , jaga kesehatan " ucap Tia


Sambungan telepon itu pun terputus, Zahra kembali ke berkas berkas nya , sedang kan Tia kembali mengurus salon mikik Zahra.


Hari pun terasa begitu cepat berlalu, ketika Zahra telah selesai dengan semua berkas yang diberikan Juan, ia teringat akan ucapan Asisten salon nya saat di dalam telepon tadi siang. Zahra pun berniat untuk mengunjungi salon nya tersebut.


Dengan segera Zahra menuju tempat parkir kantor nya, ia pun segera pergi meninggalkan gedung peninggalan suami nya itu.


Dengan kecepatan sedang Zahra membawa mobil nya ,tak lupa juga ia menghidup kan lagu dari Ungu yang berjudul " Kekasih gelap " , kadang ia juga mengikuti setiap lirik lagu yang di ingat nya. Menurut Zahra jika ia mendengar kan lagu ,ia merasa lelah nya sedikit berkurang.


Sampai lah mobil yang di bawa oleh Zahra sampai ke depan salon milik nya, Zahra memarkir kan mobil nya, setelah selesai memarkir kan mobil tersebut ,ia pun segera keluar dari mobil nya. Tak lupa ia mengeluarkan beberapa cemilan yang ia beli di pinggir jalan tadi.


Dengan begitu senang Zahra masuk kedalam salon nya, ia pun di sambut dengan hangat oleh para pekerja nya. Zahra pun memberikan cemilan tersebut untuk di hidang kan . Tia yang menerima bungkusan tersebut langsung membawa bungkusan itu ke belakang untuk di pindah kan ke piring , sedang kan Ani kedatangan pelanggan. ia pun mencuci rambut pelanggan nya yang ingin creambath saat itu.

__ADS_1


Tiba tiba terdengar suara pintu di buka, karna Tia dan Ani sedang berada di belakang, terpaksa lah Zahra yang harus melayani pelanggan tersebut.


Ketika Zahra mengangkat kepala nya untuk melihat siapa yang datang, betapa sial nya bagi Zahra, ternyata yang datang adalah Siska dan di susul oleh Rizal di belakang nya. Zahra seperti melihat mangsa nya, ia menatap kedua orang itu dengan tatapan membunuh.


Siska dengan enteng masuk ke dalam salon , ia menghampiri Zahra yang melihat diri nya tanpa berkedip. sedang kan Rizal masih terlihat mematung di balik pintu.


" Hai Ra,,, aku mau potong sekalian catok"ucap Siska


Zahra masih memandang nya namun tidak menjawab atau meleyani Siska.


" hey... kamu masih waras kan"ucap Siska


" hmmm... apa kamu bilang"ucap Zahra


Siska tersentak mendengar suara Zahra, ia sedikit memundurkan tubuh nya.


" Aku mau potong rambut sekalian catok, kamu bisa kan?" ucap Siska


" ok.. sayang kamu duduk dong,, nanti kaki kamu pegal "ucap Siska ke Rizal


Rizal merasa canggung saat ia menduduk kan tubuh nya di sofa tempat menunggu.


Zahra berusaha suapaya ia tidak emosi melihat semua itu. Hingga Tia datang , Zahra pun meminta Tia untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Tia pun dengan senang hati mengerjakan nya .


Setelah di gantikan oleh Tia, Zahra pun memilih duduk di belakang . ia duduk di kursi tempat mereka mencuci rambut pelanggan nya.Zahra membuang nafas nya dengan kasar, setelah itu ia memanggil Ani untuk menanyakan apa kah Siska sering mengunjungi salon nya.

__ADS_1


Setelah mendengar semua dari Ani, Tiba tiba ada suara lelaki yang menanyakan dimana letak toilet. Zahra menunjuk kan tanpa melihat siapa yang bertanya pada nya. Sedang kan Ani yang menyadari bahwa Rizal lah yang menumpang toilet tersebut, Ani segera meninggal kan Zahra setelah Rizal memberikan kode pada nya.


Setelah Ani pergi, Rizal pun segera menghampiri Zahra yang masih duduk di tempat nya tadi, Zahra pun menoleh siapa yang memanggil nama nya tersebut.


" Rizal,,, mau apa kamu "ucap Zahra sedikit menaikkan nada suara nya.


" Ra,, apa kamu marah sama aku"ucap Rizal


" Tidak,, untuk apa aku marah , kamu bukan siapa siapa ku" ucap Zahra


"Maafin aku Ra,, aku dan Siska di jodoh kan oleh mama ku" ucap Rizal


" Kamu kira aku peduli, itu semua tidak ada urusan dengan ku" ucap Zahra


Zahra pun bangkit dari duduk nya, saat ia melangkah kan kaki nya Rizal menahan tangan Zahra.


" Lepas kan aku Zal, apa kamu mau mempermalukan aku "ucap Zahra


"Ra,, aku masih cinta sama kamu, aku yakin mama akan menerima kamu dengan keadaan mu ini" ucap Rizal


" Setelah aku memiliki perusahaan, atau setelah aku menjadi oarang kaya"ucap Zahra


"Bukan gitu maksud aku Ra"ucap Rizal


" Aku enggak mau kamu mengganggu hidup aku, hidup lah dengan damai dan bahagia bersama pasangan mu, aku tidak ingin di sebut pelakor"ucap Zahra


"Kami belum menikah, aku dan Siska masih dalam tahap pendekatan saja" ucap Rizal

__ADS_1


"Itu bukan urusan ku"ucap Zahra, iabpun menghempas kan tangan nya sehingga genggaman Rizal pun terlepas.


Zahra yang terlanjur emosi pun meninggalkan salon nya tanpa berkata kata, para Asisten dan pelanggan melihat raut wajah Zahra yang kesal. Siska juga menyaksikan hal itu , ia sedikit bahagia melihat Zahra pergi dengan wajah seperti itu.


__ADS_2