
Ntah knpa setelah dia melihat Zahra dengan lelaki lain di mall saat itu,sifat Andi berubah drastis.
Yang tadi nya dia hangat menjadi begitu dingin.
biasa nya dia tersenyum apa bila karyawan nya menyapa .
kini bukan senyuman hangat itu lg yg di lihat kn nya. bahkan untuk menoleh pun enggan iya lakukan.
.
.
.
Tiba di suatu hari dia harus melihat kenyataan yg tidak begitu di yakini nya.
"apa... kenapa bisa seperti ini"? bentak nya sambil melempar map yg ada di tangan nya..
"maaf pak kami semua tidak tau,bukan kah semua sekretaris bapak yang mengurus nya?"jawab staff sambil tertunduk takut.
Sambil memegang telpon yg ada di meja nya dia menyuruh Pak Edi untuk datang keruangan nya.
"tok tok tok permisi pak" kata Pak Edi
"masuk"jawab nya emosi
"ada apa bapak memanggil saya?" Pak Edi berusaha untuk menghilangkan sedikit ketakutan nya.
__ADS_1
"apa maksud semua ini? apa kau mau korupsi di perusahaan ku? apa kurang gaji yg selama ini aku berikan? sambil melempar berkas berkas itu tepat di wajah Pak Edi.
"kenapa kau masih diam saja,apa perlu ku panggil polisi untuk menyeretmu? Edi Ramayadi? tegas Andi dengan tatapan mematikan...
Pak Edi pun mengambil berkas berkas yg berserakan di lantai dan merapikan nya..
Setelah itu dia membaca satu persatu lembar kertas itu. betapa terkejutnya dia ,melihat apa yg tertulis di atas kertas itu..
"tapi saya tidak melakukan penggelapan ini pak" kata Pak Edi
"lalu klo bukan dirimu jadi siapa pelaku nya menurut mu"? tanya Andi sambil berdiri mendekati Pak Edi.
Pak Edi yg sudah sangat takut ,badan nya bergetar hebat,seolah bumi pun enggan menopang beban nya..
"maaf pak,ini hanya salah paham,saya tidak mungkin berbuat senekat itu.." jawab Pak Edi dengan suara gemetar nya
Pak Edi pun keluar dari ruangan itu dengan bercucuran keringat...
walaupun AC di ruangan itu menyala tapi suhu di ruangan itu terasa sangat panas dirasakan ..
Pak Edi tak menyangka jika dia akan terjerat oleh kasus yg tidak di perbuat nya. sangkin lelah nya dia berfikir ,dia pun ambruk dn terjatuh dari kursi nya.
Selang tak berapa lama staff dan para karyawan lain yg melihat Pak Edi pingsan itu langsung membawa Pak Edi untuk segera mendapat kan P3K.
Dering telpon Zahra pun berbunyi.
"assalamualaykum.. ini dengan siapa ya"?
__ADS_1
"apakah ini dengan saudari Zahra? anak dari Pak Edi Rahmayadi? tanya seseorang dari sebrang.
"iya benar dengan saya sendiri".sahut Zahra
"oh baik lah saya akan segera menuju kesana "jawab Zahra mendengar orang tersebut bilang bahwa ayah nya pingsan dan sekarang berada di rumah sakit.
Dengan air mata yg terjatuh membasahi wajah cantik nya itu.
Zahra mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi untuk menjemput mama nya .
Setelah menjemput Buk Erni mereka bersama sama pergi kerumah sakit tersebut.
"sus maaf dimana kamar Pak Edi Ramayadi " tanya Zahra pada seorang suster
"keluarga Pak Edi ya? Pak Edi ada di kamar sebelah sana nona." sambil menunjuk kan kamar yg di sebelah ruang ICU.
"terimakasih sus" kata Zahra sambil berlari bersama ibu nya menuju kamar tersebut...
.
.
.
.
🌹🌹🌹masih pemula mohon like dn komen nya.. terima kasih 🙏🙏🙏🌹🌹
__ADS_1