
Sudah seminggu berlalu Zahra masih dalam misi nya . Pagi itu Zahra mendapatkan telepon dari Juan. ia pun bergegas untuk menjumpai Juan. Setelah tempat dan Lokasi yang sudah mereka janji kan , Zahra pun bergegas menuju lokasi.
Zahra sudah menunggu di sebuah restoran, ia pun menghubungi Juan . Tidak berapa lama Juan pun tiba di hadapan Zahra.
Zahra mempersilahkan Juan untuk duduk , ia berbicara layak nya seorang bos dengan bawahan.
" Kenapa kau lama sekali, aku sudah menunggu mu" ucap Zahra
" Maaf kan saya nona , tadi di jalan sedikit macet" ucap Juan
" Jadi apa yang ingin kau tunjuk kan pada ku" tanya Zahra
" Ini nona " ucap Juan sambil mengeluarkan lembaran kertas dari dalam map berwarna hijau.
Zahra membaca setiap kata dan bait dalam kertas tersebut. Setelah selesai ia pun bertanya kepada Juan.
" apa maksud dari semua ini?" ucap Zahra
" Maaf kan saya nona, karna nona pernah menandatangani kertas kosong yang di berikan Siska , ia pun langsung mengolah perusahaan cabang " ucap Juan
" Jadi maksud mu beberapa perusahaan cabang sudah di atas nama kan oleh nya?" bentak Zahra
" Iya nona, tapi hanya beberapa saja tidak semua nya" ucap Juan
" berapa banyak kantor cabang yang dia kuasai ," ucap Zahra
" Sekitar tiga perusahaan dari delapan cabang yang kita miliki nona " ucap Juan
" apa kau sudah menurus kantor pusat dan kantor cabang menjadi milik ku?" ucap Zahra
" sudah nona , hanya saja agar semua nya menjadi atas nama nona kita membutuhkan tanda tangan pak Andi " ucap Juan
__ADS_1
" Lalu kenapa Siska bisa menjual perusahaan itu tanpa ada tanda tangan suami ku?" ucap Zahra
" maaf kan kami nona, setelah kami cek semua tanda tangan tuan Andi asli , bukan tiruan atau palsu nona" ucap Juan, ia merasa gelisah saat melihat wajah Zahra sudah berubah .
" Kau benar benar licik Siska " ucap Zahra
" Aku tidak mau tau , secepatnya kau urus masalah Siska, aku tidak mau ia menikmati harta suami ku" ucap Zahra
" Dan satu lagi, anggap lah ini sebagai bukti agar mempermudah semua urusan kita " sambung Zahra , ia pun mengirimkan vidio dan rekaman suara Siska .
Juan pun menganggukkan kepala nya , setelah Zahra merasa cukup, ia mempersilahkan Juan pergi dari hadapan nya. Zahra masih duduk dan meminum minuman nya. ia masih berpikir bagaimana cara menjebak Siska .
" kenapa kau licik sekali , dan kenapa kau selalu membuat ku tak nyaman " ucap Zahra
Setelah minuman nya habis ia pun meninggalkan restoran tersebut, Zahra pun membawa mobil nya meninggalkan restoran tersebut.
Ketika Zahra sedang berada di jalan Raya dengan mengendarai mobil nya , ia mendengar ponsel nya berbunyi, Zahra melihat nama kontak yang memanggil nya, ia pun menjawab telepon tersebut.
Zahra membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi, ia ingin cepat sampai di rumah sakit.
Sesampai nya disana Zahra langsung melangkah kan kaki nya ke ruang suami nya, ia melihat Andi telah tertutup oleh kain putih dari ujung rambut ke ujung kaki . Zahra merasa tak percaya , ia bertanya kepada suster yang merawat suami nya.
" kenapa ini terjadi, apa kau tidak memberikan penanganan yang bagus ?" ucap Zahra
" maaf kan kami buk, ini semua kehendak allaah " ucap suster itu dengan gugup.
" apa kalian semua sudah memastikan kalau suami ku benar benar sudah tiada?" ucap Zahra , ia pun menangis sejadi jadi nya.
" aku menjadi janda, bahkan mama ku pun menyandang status janda , apa kah ini mimpi " batin Zahra tak percaya.
Karna terlalu syok, Zahra pun pingsan dengan cepat para suster menangkap tubuh Zahra.
__ADS_1
Sekitar satu jam , Zahra baru sadar ia membuka kedua matanya dan melihat ke arah sekitar nya.
" Dimana aku, dimana Andi " ucap Zahra , ia pun turun dari ranjang rumah sakit tersebut.
Suster yang melihat Zahra berlari segera menghampiri nya.
" buk ... buk.. buk Zahra " panggil salah satu suster.
Mendengar ada keributan Adit keluar dari ruangan nya , tanpa sengaja Zahra menabrak Adit yang baru saja keluar dari ruangan nya.
bbrruugghhh ...
Zahra pun terjatuh , dengan sigap Adit menangkap badan Zahra , Sehingga mereka saling bertatap mata .
" ganteng , " batin Zahra Ketika melihat wajah Adit dari dekat.
Zahra yang sadar akan hal itu langsung membuang pandangan nya .
" maaf maafkan aku" ucap Adit , ia membantu Zahra berdiri.
Mereka saling diam saat jantung kedua insan itu berpacu dengan cepat, lagi lagi Zahra melupakan keberadaan suami nya.ia merasa senang ketika Adit dekat dengan nya.
" hey.. kamu kenapa? " tanya Adit karna ia melihat Zahra senyum senyum sendiri.
" mmm.. aku ..aku .. oh ya aku mau kesini , aku ingin menanyakan keadaan suami ku" ucap Zahra
" maaf kan aku , tapi ini sudah takdir nya, akibat obat yang di masuk kan oleh wanita itu terlalu sering , akibat nya obat obatan yang kami berikan ke pak Andi tidak berfungsi " ucap Adit
" sekarang pergi lah dampingi suami mu , kamu tidak boleh lemah , Aku yakin kamu kuat " sambung Adit.
Zahra pun melangkah kan kaki nya meninggalkan Adit . ia segera menuju ke ruangan Andi. Bagaimana pun juga ia harus menyaksikan bahwa Andi memang sudah tiada .
__ADS_1
Dengan begitu kuat Zahra memastikan bahwa suami nya memang sudah tiada . ia merelakan ke pergian Suami nya. Air mata pun tak tertahan hingga ia menangis tersedu sedu .