
Pagi itu seperti biasa nya Adit sudah rapi dengan memakai kemeja biru yang ujung lengan nya di lipat dan menampak kan arlogi yang melingkar di pergelangan tangan nya.
Dengan wajah yang berseri ia menghampiri mama dan papa nya di meja makan.
" Pagi pa, ma"ucap Adit
" Pagi,,, " ucap pak Lukman
" Pagi gini kok Udah rapi aja Dit?" tanya bu Sri
" Nanti jam sepuluh Adit akan membantu dokter bedah" ucap Adit
" Ooh...,, jadi bagaimana Dit, apa kamu sudah memutus kan pacar janda mu itu" ucap bu Sri
" Mama kita ini mau sarapan jadi jangan aneh aneh deh" ucap pak Lukman
" Mama bertanya sama Adit bukan sama papa" ucap bu Sri
"Ma bisa enggak sih kita jangan bahas tentang ini dulu" ucap Adit
" Kalau kamu mau seperti itu kamu harus putus dengan Zahra, apa yang kamu lihat dari dia Dit?" ucap bu Sri
"Please dong ma,,, sekali ini mama harus menyetujui keinginan Adit, kalau mama enggak mau Adit akan tinggal di aparteman saja" ucap Adit
"Mama enggak suka karna dia adalah seorang janda"ucap Bu Sri
"Adit tidak akan melepas kan Zahra , Adit mencintai nya ma" ucap Adit
Karna terlanjur emosi Adit pun segera meninggal kan meja makan dan meninggalkan sarapan nya.
Adit pun segera mengambil kontak mobil dari saku celana nya dan segera ia menuju mobil nya.
Di dalam perjalanan Adit terus memikirkan akan perkataan mama nya, ia begitu sayang kepada sang mama ,namun disisi lain ia mencintai wanita yang memang berstatus janda.
Adit langsung menuju rumah sakit ,ia merasa jika sampai di tempat nya mencari nafkah itu ia merasa mendapat energi. Adit langsung memarkir kan mobil setelah ia sampai di tempat parkir.
Dengan segera Adit menuju ruangan nya dan segera mempersiap kan diri nya untuk masuk kedalam ruang operasi.
Di tempat lain Zahra sedang bersiap untuk pergi ke kantor .Setelah selesai sarapan ia pun segera pamit ke bu Erni . Dijalan Zahra mengecek ponsel nya ,namun pagi ini Adit tidak mengabari diri nya. Karena penasaran Zahra mengirim pesan ke Adit.
__ADS_1
"Selamat pagi Adit....Dit,,, nanti sore ketemuan yuk , ada yang ingin aku bicara kan. see you darling" begitu lah pesan yang di kirim oleh Zahra melalui pesan ponsel nya.
Zahra pun telah tiba di kantor nya ,ia segera menuju ke ruangan nya , namun langkah kaki nya terhenti saat resepsionis memanggil nya.
"Buk Zahra.."sapa wanita itu
"Ya ada apa.." tanya Zahra sambil membalik kan badan nya.
"Ada tamu yang ingin bertemu dengan anda, sekarang tamu itu sedang menunggu di sana" ucap resepsionis tersebut sambil menunjuk ruang tunggu.
" Siapa?apa sebelum nya dia sudah buat janji?" tanya Zahra
" Belom sih buk,, kata nya ini penting" ucap wanita itu lahi.
"Kamu suruh Juan memulai meeting nya , bilang pada nya aku tidak ikut"ucap Zahra
"Baik buk,,, "
Zahra pun melangkah kan kaki nya menuju ke ruang tunggu tersebut. Saat pintu terbuka dengan segera Zahra pun masuk kedalam nya.
"Tante,,, " ucap Zahra sedikit terkejut
" Zahra,,, "ucap bu Sri mereka pun saling cipika cipiki.
" Tante baru saja, Adit tidak tau kalau tante ke kantor mu"ucap bu Sri
"Tante tau dari mana kalau Zahra kerja disini?"ucap Zahra
" Tante tau dari Della ,Adit pernah bercerita sedikit tentang mu" ucap Bu Sri
Obrolan mereka pun terhenti saat OB datang membawa minuman untuk mereka berdua, setelah OB tersebut pergi baru lah mereka melanjut kan obrolan nya.
"Sebenarnya maksud dan kedatangan tante kemari ada sesuatu yang ingin tante bicara kan"ucap bu Sri
"Apa itu tante,, katakan lah"ucap Zahra
"Maaf ya Zahra bukan maksud tante mau menyinggung kamu tapi ini demi kebaikan kita semua" ucap bu Sri
"Maksud tante apa,, katakan lah"ucap Zahra
__ADS_1
" Gini lo Zahra, tante itu sebenarnya suka melihat kamu namun setelah tante tau status mu tante enggak mau kalau Adit harus menikah dengan ,,,,," ucapan bu Sri di potong oleh Zahra
"Cukup tante,,,Zahra tau dengan status Zahra seperti ini tante merasa malu , tapi tolong tante kami sudah saling mencintai"ucap Zahra
" Tante tidak peduli , tante harap kamu mengerti, tante ingin Adit menikah dengan Anak gadis" ucap Bu Sri
"yaa allaah apakah cinta ku akan berakhir seperti ini, kenapa aku tidak bisa merasakan cinta yang sempurna" batin Zahra
"Baik lah kalau itu mau tante,, maaf tante saya permisi dulu sebentar lagi ada meeting dengan klien"ucap Zahra
Dengan segera Zahra bangkit dari duduk nya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut, ia mempercepat langkah nya menuju lift . Setelah lift itu berhenti Zahra segera menuju ruangan nya , disana ia menumpah kan segala kesedihan nya itu melalui air mata nya.
" Aku juga ingin bahagia , aku ingin seperti mereka yang memiliki pasangan dengan bahagia, aku ingin hidup bahagia " Teriak Zahra,, untung lah ruangan itu kedap suara jadi teriakan Zahra tidak dapat menembus keluar ruangan itu.
Karna merasa lelah akibat menangis Zahra memutus kan untuk beristirahat , ia pun masuk ke sebuah kamar yang ada di ruangan nya, sesaat Zahra teringat akan mantan Suami nya itu.
"Di kasur ini , semua berawal di kasur ini , andai aku tau akan seperti ini aku tidak akan memijak kan kaki ku ke kantor ini ,keruangan ini" batin Zahra
Tiba tiba Zahra terjatuh di atas lantai yang beralas kan ambal yang cukup tebal dan ia tidak bergerak dan bersuara lagi.
Sore pun tiba Zahra terbangun dari pingsan nya , sesaat ia mendengar ponsel nya berdering dengan segera Zahra mengambil ponsel tersebut dan melihat kontak pemanggil nya.
"Adit..."ucap Zahra
"Angkat enggak ya,, tapi kalau enggak aku angkat kasihan dia"ucap Zahra.
Akhirnya Zahra mengangkat telepon tersebut.
"Assalamualaykum Zahra"ucap Adit
"Walaykum salam" ucap Zahra
"Ra,, kamu dimana ? jadi kan kita ketemuan?"tanya Adit
"Oh iya .. aku lupa"batin Zahra
"Bentar ya Dit,, ini aku baru keluar dari kantor . kita ketemu di cafe tempat biasa" ucap Zahra
" Aku OTW ya" ucap Adit
__ADS_1
"Hmmmm...."balas Zahra
Setelah selesai dengan sambungan telepon itu ,Zahra segera bersiap untuk menuju cafe tersebut .