
Bu Erni langsung memanggil dokter dengan memencet tombol di atas kasur Zahra. sedang kan Andi menggendong badan Zahra untuk di letak kan di atas kasur.
Beberapa menit dokter pun langsung masuk kedalam ruangan tersebut dan langsung memeriksa keadaan Zahra.
perawat yang membantu dokter itu membersih kan bercak darah yang keluar dari bekas jahitan tersebut.
Setelah selesai di periksa , Dokter pun meminta agar pihak keluarga mengikuti nya menuju ruangan nya
Sampai lah di ruangan dokter.
" saya ingin bertanya terlebih dahulu kenapa pasien bisa terjatuh buk" tanya dokter itu
" saya tidak tau dok, tadi saya keluar dari kamar Zahra karna ia meminta saya memanggil suami nya " ucap bu Erni
" akibat dari jatuh nya pasien dan luka pada kepala nya terus mengeluarkan darah, kita akan melakukan pemeriksaan total untuk mengetahui ada nya pendarahan di otak atau tidak" ucap dokter itu
Bu Erni yang teringat akan kejadian mendiang suami nya , ia langsung lemas dan menangis mendengar penjelasan dokter.
" lakukan segera dok" ucap Andi yang baru masuk kedalam ruangan dokter.
" baik lah akan segera kami lakukan. ibu dan mas harus terus berdoa agar semua baik baik saja" ucap dokter
" terima kasih dok, kami permisi dulu" ucap Andi sambil membopong bu Erna keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana kalau Zahra ikut dengan papa nya , bagaimana ini" ucap bu Erni
" Zahra akan baik baik saja, percaya lah bu" ucap Andi
Zahra pun di bawa ke ruangan lain. ya.. Zahra akan menjalani scening, untuk melihat keadaan di dalam otak nya.
__ADS_1
Bu Erni yang tak berhenti menangis dan berdoa.
" ya allaah jangan lah kau beri kan aku cobaan di luar kesanggupan ku" ucap bu Erni yang di iringi dengan tangisan nya.
Andi pun kini sudah tak sanggup untuk berdiri, ia duduk di lantai RS tersebut.
" apakah ini adalah takdir ku, bahkan aku belum menunaikan kewajiban ku, selamatkan lah Zahra ku ya allaah" ucap Andi sambil meraup wajah nya dengan tangan nya.
Sekitar setengah jam, dokter yang menangani Zahra pun keluar dari ruangan.
Bu Erni yang melihat dokter keluar dari ruangan tersebut , ia pun menghampiri nya .
"bagaimana ke adaan anak saya dok? tanya Bu Erni
" mari ikut saya " ajak Dokter itu
" silahkan kan duduk " ucap dokter itu
Bu Erni dan Andi pun duduk .
"jadi setelah kami melakukan pemeriksaan, tidak terjadi apa apa di dalam otak Zahra, namun akibat dari terbentur nya kepala Zahra. itu bisa mengakibatkan bahwa dia akan sering merasa kan sakit pada kepala nya.
akibat dari pendarahan yang terjadi tadi."
"jadi apa kah itu tidak berbahaya dok?" tanya bu Erni
" sama sekali tidak buk . asal Zahra nya sendiri tidak mengalami stres atau berpikir yang terlalu berat" ucap dokter.
" jadi kapan dia akan sadar dok" tanya Andi
__ADS_1
" untuk itu kami belum bisa memastikan nya. kemungkinan sebentar lagi" ucap dokter itu
" baik lah dok. boleh kah kami melihat kondisi Zahra, dok" tanya Andi
" silahkan mas.." ucap dokter
Andi dan bu Erni pun segera meninggalkan ruangan dokter melihat kondisi Zahra.
Sampai lah mereka di depan ruangan dimana Zahra di rawat. ruangan yang sebelum nya di tempati Zahra.
Mereka mendengar suara tangisan, bu Erni dan Andi saling tatap, mereka heran dengan apa yang mereka dengar.
dan akhirnya bu Erni membuka pintu ruangan itu.
Dan betapa terkejut nya mereka, ada seseorang yang sedang duduk menangis sambil memegang tangan Zahra .
.
..
.
.
..
.
jangan lupa like komen dan vote..
__ADS_1