
Zahra masih menangis mengingat apa yang telah di sampaikan dokter kepada nya .
"Bagaimana ini? apa aku harus menerima tawaran nya ?apa tidak adakah jalan lain yang bisa Aku tempuh? kenapa harus seperti ini sih?" batin Zahra .
Tak terasa air mata nya pun kembali jatuh membasahi pipi.
"Aku gak boleh egois.. Rizal sudah tidak bisa membantu ku. iya.. aku harus terima tawaran Andi." batin zahra kembali berkata kata.
Zahra pun pergi meninggalkan mama nya di rumah sakit. dia tidak memberitahukan mama nya soal pilihan yang di berikan Andi.
Zahra bergegas menuju parkiran setelah dia melihat mama nya tertidur di samping papa nya.
Setelah sampai di parkiran .dia pun membawa mobil nya menuju kantor Andi.
Hari semakin sore, namun tidak membuat Zahra ingin membatalkan niat nya . dia ingin papa nya kembali seperti dahulu.
Sampai di parkiran kantor Andi , dia pun keluar dari mobil nya dan masuk kedalam perusahaan dimana papa nya telah di tuduh sebagai penggelapan dana.
"Huh. .. aku harus siap" Ucap Zahra
Zahra menemui resepsionis menanyakan apa kah Pak Andi ada di ruangan nya.
Zahra yang menunggu nampak tidak tenang, dari raut wajah nya dia terlihat sangat gelisah.
Resepsionis meminta Zahra untuk naik ke lantai 9 kantor tersebut. karena ruangan presdir itu terletak di lantai 9 dari 10 tingkat.
Zahra langsung menuju lift yang ada di kantor tersebut. dengan pikiran yang sangat kacau Zahra pun kembali menenangkan diri nya.
Sampai lah Zahra di lantai yang dia inginkan. Zahra keluar dari lift dan menuju meja staff sekretaris.
__ADS_1
"maaf mbak.. dimana ruangan Pak Andi ? ucap Zahra
" mbak Zahra ya.. silahkan mbak disana letak kantor Pak Andi" ucap Staff itu pada Zahra sambil menunjuk ke pintu yang tertutup dengan jempol nya.
" baik... makasih ya mbak" ucap Zahra sambil menuju arah pintu itu.
Zahra sudah berada di depan pintu ruangan Andi. dia semakin jantung nya berdebar debar. dia tau ini akan menjatuhkan harga dirinya .. tapi dia tetap bertekad karna demi kesembuhan papa nya.
Tok tok tok
Suara pintu itu di ketuk oleh Zahra.
"Masuk.. " titah dari dalam ruangan itu.
Dengan sekuat tenaga Zahra pun membuka pintu ruangan itu dan masuk kedalam.
" duduk.." titah Andi menunjuk sofa yang ada di ruangan nya.
"apa maksud dan kedatangan mu ke kantor ku ini" ucap Andi dengan sombong nya.
Zahra masih terdiam tak menggubris apa yang di tanya kan kepadanya..
"hei... kau mau bermain main disini, kalau kau tidak ada kerjaan pergi lah.. aku lagi sibuk" ucap Andi kembali sambil berdiri dari duduk nya .
" maaf.. kalau aku mengganggu mu" ucap Zahra
Mendengar Zahra bersuara , Andi kembali duduk di tempat nya tadi..
"jadi apa maksud dan kedatangan mu ke sini?ucap Andi .kini dengan nada biasa saja.
__ADS_1
"Andi.. tolong lah papa ku... aku tidak tau harus kepada siapa aku meminta tolong. kami sudah tak mempunyai harta dan aku sangat sulit mendapatkan uang untuk biaya oprasi papa ku" ucap Zahra sambil menangis.
Mendengar perkataan Zahra, Andi tersenyum licik.
" jadi apa kau menerima tawaran ku" ucap Andi dengan tatapan mematikan nya.
Zahra yang melihat wajah Andi pun menjadi ragu . dia pun beranjak dari duduk nya. namun di cegah oleh Andi..
...
.
..
.
.
.
.
**jangan lupa like komen dan vote.. 😉😉😉
.
.
.
__ADS_1
.
thank's. .. tayang ku...😍**