
Wanita itu terus menghampiri Zahra yang masih termenung melihat nya.
Wanita itu adalah Siska, setelah ia mendengar berita di televisi dan sosial media Siska langsung menuju RS terdekat dari tempat kejadian perkara
" bu Zahra..." ucap Siska
" Siska .. jangan panggil aku dengan sebutan itu, kita kan seumuran " ucap Zahra
" baik lah.... oh ya gimana ke adaan pak Andi " ucap Siska
" keadaan nya sangat menyedihkan , sekarang ia di rawat di ruang ICU, ia terlalu banyak mengeluarkan darah, sehingga saat ini dokter menyatakan ia kritis" ucap Zahra .
Ntah kenapa air mata yang telah di bendung itu akhirnya jatuh untuk yang kesekian kali nya.
" yang sabar ya Ra... aku tau sesedih apa kamu saat ini, tapi ini hanya lah cobaan " ucap Siska
" kamu belom tau apa yang telah di lakukan oleh suami mu itu, mungkin jika kamu tau , kamu akan langsung membenci nya seumur hidup mu, maafin aku ya Zahra, jika kamu tidak merebut Rizal dari ku, pasti aku tidak akan mengusik kebahagiaan mu" batin Siska.
Zahra dan Siska pun saling berpelukan , Zahra yang merasa teman nya itu sudah berubah , ia merasa senang.
Hubungan Zahra dan Siska sempat merenggang hanya karna ke salah pahaman saja dan perubahan Siska yang mau memaafkan kesalah pahaman tersebut membuat Zahra senang.
Setelah Zahra tenang , mereka pun berbincang bincang di bangku yang berada di RS tersebut.
" dari mana kamu tau kalau pak Andi di berada disini" ucap Zahra memulai percakapan .
" tadi aku lihat di sosial media, terus aku langsung kemari" ucap Siska
Tiba tiba Siska menangis, Zahra yang melihat nya pun merasa bingung.
" kenapa kamu menangis Ka" tanya Zahra
" Ra... sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku sampai kan , tapi kamu jangan marah atau membenci ku,ini semua bukan lah ke inginan ku" ucap Siska semakin menangis.
" tenang lah Ka, semua akan baik baik saja" ucap Zahra sambil mengelus punggung Siska.
__ADS_1
" aku cuma mau memberi tau apa yang telah terjadi antara aku dan suami mu" ucap Siska
deeegggh..... jantung Zahra seolah berhenti berdetak.
" maksud kamu apa Ka.." ucap Zahra. ia berusaha menguat kan diri nya untuk tidak terlihat lemah.
Siska pun dengan senang hati memberikan ponsel nya ke Zahra dan kenyataan pahit itu pun harus di lihat oleh Zahra dengan mata nya yang tidak mampu berkedip memandang ponsel tersebut.
Siska ya melihat raut wajah Zahra berubah , ia pun berpura-pura kasihan. namun Zahra masih berusaha untuk tetap tegar walaupun hati nya hancur .
Dan Sore itu Zahra memutuskan untuk pulang kerumah nya, ia meminta suster di RS tersebut untuk mengabari diri nya jika ada sesuatu yang terjadi kepada Andi.
Setelah ia menitipkan Andi, Zahra pun memesan ojek dari aplikasi ponsel nya. tak lama ojek pun datang dan langsung membawa Zahra ke tempat yang di perintah kan Zahra.
Di sepanjang perjalanan Zahra tak henti henti nya menangis.
Sampai lah Zahra ke rumah orang tua nya. Zahra pun membayar tagihan yang di beri ojek tersebut. setelah membayar Zahra pun melangkah kan kaki nya dengan gontai nya masuk ke dalam rumah tersebut .
Bu Erni yang berada di rumah , segera menemui anak nya yang baru saja masuk kedalam rumah.
" iya ma,,," ucap Zahra
" duduk lah,,, ada yang mau mama tanya kan" ucap bu Erni membawa Zahra duduk di sofa.
" mama mau nanya apa sama Zahra" ucap Zahra.
Sebenarnya Zahra sudah tau apa yang akan di tanya oleh mama nya, namun ia tidak mau membuat mama nya kecewa jika ia menolak nya.
"sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan Andi " ucap bu Erni
"enggak ada apa apa kok ma, mama jangan berpikir yang tidak tidak" ucap zahra
" mama lihat kamu sudah dua hari tidak pulang ke rumah Andi, dan sekarang Andi sedang di rawat di RS, kenapa kamu tidak menemani nya Ra" ucap bu Erni lagi.
" Zahra baik baik saja ma, kalau masalah Andi, tadi Zahra sudah menitipkan nya kepada pihak Rs" ucap Zahra.
__ADS_1
" apa kamu yakin kamu baik baik saja,, mama lihat wajah mu kok kusut begini" ucap bu erni ia mengelus pipi Zahra.
" iya ma.." jawab Zahra.
Namun lagi lagi air mata Zahra selalu tidak bisa di tahan oleh Zahra. air mata itu pun terjatuh dan membasahi pipi mulus milik Zahra.
" kenapa kamu menangis, sudah lah cerita kan saja semua sama mama, kamu harus ingat mama selalu ada untuk kamu" ucap bu Erni
Zahra memeluk tubuh mama nya, ia semakin menangis sesenggukan. walaupun tubuh nya terlihat tenang tapi hati nya seolah olah menjerit tersiksa dengan apa yang telah ia lihat saat Siska menunjuk kan apa yang ada di layar ponsel tersebut.
Bu Erni yang paham betul akan sifat anak nya, ia pun mengajak Zahra untuk istirahat terlebih dahulu.
Bu Erni membimbing Zahra menaiki anak tangga menuju ke kamar Zahra. sesampai nya di dalam kamar , bu Erni menyuruh Zahra berbaring di atas kasur nya.
Zahra hanya menuruti apa yang di perintah kan oleh mama nya. ia pun berbaring di kasur nya. sedang kan bu Erni memilih untuk duduk di atas kasur tepat di sebelah Zahra.
Bu Erni pun mengelus kepala putri nya itu, walaupun ia tidak tau apa yang terjadi dengan putri nya, namun hati nya dapat merasakan kesedihan Zahra.
Hingga malam pun tiba, Zahra pun belum terbangun dari tidur nya. bu Erni yang melihat anak nya tertidur pulas , ia tak sanggup untuk membangun kan nya. dan bu Erni pun memutuskan untuk makan malam sendiri di meja makan.
Setelah bu Erni selesai makan malam , ia pun membawa sepiring nasi yang sudah di siap kan nya untuk Zahra. ia pun membawa makanan itu ke kamar Zahra.
.
.
.
.
.
.
like komen dan vote...
__ADS_1