
Dering ponsel di meja itu belum berhenti ,sedangkan pemilik ponsel sedang berada di ruang meeting bersama klien dan tidak lupa Juan sebagai orang kepercayaan Zahra .
Sudah satu jam namun meeting itu belum selesai juga , entah kenapa meeting itu berjalan sangat lambat membuat Zahra merasa bosan .
Entah karna suasana hati Zahra yang sedang gusar atau karna meeting itu mempunyai kendala, entah lah hanya mereka lah tau Author udah pening memikir kan nya.
Setelah meting selesai mereka saling berjabat tangan ,Zahra pun kembali ke ruangan nya setelah mengantar klien nya ke depan lift.
Ponsel yang tergeletak menjadi sasaran utama yang di sambar oleh tangan nya, setelah membuka kunci ia melihat ada banyak panggilan tidak terjawab. Zahra langsung melihat kontak si pemanggil.
" Nomor siapa ini ya,, apa ini nomor klien apa nomor pelanggan salon ya?" Zahra bertanya tanya namun ia tidak berminat untuk menghubungi nya kembali.
Ketika sedang mengecek laporan yang di berikan sekretaris nya ,ponsel itu kembali berdering. Zahra pun mengambil ponsel nya guna mengangkat sambungan telepon itu.
" Nomor yang sama" ucap Zahra sebelum mengangkat nya.
" Hallo... "ucap Zahra
" Zahra,, kamu apa kabar?" ucap orang di sebrang telepon.
" Ini siapa ya "ucap Zahra
" Ini aku Adit, masa kamu lupa sih" ucap Adit
" Oh maaf kan aku,, karna kontak mu baru aku jadi tidak mengenal nya" ucap Zahra
__ADS_1
" Maaf Dit,, nanti saja ya kita teleponan nya, aku masih sibuk ,nanti biar aku yang menghubungi ada banyak yang ingin aku cerita kan" ucap Zahra
" Mmm,, baik lah" ucap Adit
Sambungan telepon itu pun terputus, Zahra kembali ke pekerjaan nya tadi.
" Huuhhh.... akhirnya selesai juga ternyata capek juga ya walau hanya mengecek berkas seperti ini" ucap Zahra
Setelah jam makan siang usai Zahra memutuskan untuk meninggalkan kantor nya, ia menyuruh Juan untuk mengurus selanjut nya.
Zahra langsung menuju parkiran kantor nya ,ia segera masuk kedalam mobil dan membawa nya pergi meninggalkan kantor nya itu.
Sesampai nya di rumah Zahra langsung menuju kamar nya , ia pun langsung mengeluar kan ponsel nya dan menghubungi Adit.
Ketika panggilan kedua baru lag Adit mengangkat sambungan telepon tersebut dan percakapan pun di mulai.
" Waalaykum salam, lagi apa nih ?" tanya Zahra
" Tadi habis dari toilet, kalo sekarang sih lagi duduk di balkon kamar" ucap Adit
" Dit,, kamu jujur ya,, aku mau bertanya sesuatu pada mu" ucap Zahra
" Tentang apa, kelihatan nya serius sekali" ucap Adit
Zahra pun menceritakan tentang kenapa Adit tidak mengabari diri nya dari semalam dan menceritakan kepergian Adit dari rumah. Zahra pun tak lupa menceritakan tentang permintaan mama nya Adit.
__ADS_1
Setelah mendengar semua cerita Zahra Adit menjawab dengan santai, namun saat menceritakan tentang permintaan mama nya itu Adit sedikit berpikir.
"Maaf Ra,, aku tidak tau apa maksud mama ngomong seperti itu, memang rumah itu bukan lah rumah kami melain kan rumah dari papa nya Della"ucap Adit
" Jadi itu semua benar? lalu apa mama dan papa mu memang tidak memiliki tempat tinggal? "tanya Zahra
"Dulu keluarga kami termasuk orang berada, namun ketika papa selingkuh dengan seorang janda ,kami jadi hancur semua harta yang paa miliki di ambil oleh wanita itu" ucap Adit
" Jadi karna itu mama mu sangat membenci seorang janda ?" ucap Zahra
" Maaf Ra,, bukan maksud aku untuk menyakiti perasaan mu, tapi memang seperti itu lah yang terjadi"
" Pada saat itu juga papa dan mama nya Della yang sedang melakukan perjalanan keluar kota mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa mereka, om dan tante pun menitip kan harta nya pada papa sampai Della dewasa" ucap Adit
" Jadi apa hubungan nya dengan rumah itu, apa Della mau mengambik nya?" tanya Zahra
" Sebenarnya kepergian ku ini termasuk rencana Della, ini adalah ide nya agar ia bisa bersatu dengan kekasih nya ,karna papa dan mama menjodoh kan kami ,jadi semua serumit ini" ucap Adit
" Jadi bagaimana ini Dit, apa kita harus melanjutkan atau tidak?" tanya Zahra
" Tenang lah aku akan membelikan mama rumah tapi kamu yang harus memberikan ke mereka" ucap Adit
"Baik lah,, " ucap Zahra
Dan sambungan telepon itu pun selesai , Adit kembali ke kasur nya .Sedang kan Zahra kembali melihat berkas berkas yang harus ia pelajari secepat nya.
__ADS_1
Setelah cukup mengerti Zahra pun memutuskan untuk tidur , ia harus terlihat segar ketika berjumpa klien pikir nya.