
Telepon genggam itu terus berbunyi, hingga Andi berangkat dari duduk nya menghampiri telepon tersebut
" hallo.." ucap Andi
"selamat siang pak, kami dari pihak hotel , apakah bapak ingin keluar siang ini atau mau memboking kamar hotel yang telah bapak tempati" ucap pihak hotel
Siska hanya memboking kamar hotel itu hanya untuk satu malam saja.
" saya akan keluar siang ini" ucap Andi lalu mengakhiri sambungan telepon tersebut.
" baik.. terima kasih pak" ucap pihak hotel
Setelah menutup sambungan telepon tersebut, Andi menghampiri Siska yang masih berbalut selimut .
"Siska .. Apa yang terjadi sebenarnya, aku tidak ingat apa yang terjadi tadi malam" ucap Andi
"apa kamu tidak lihat keadaan kita sekarang, aku dan kamu sudah tidak memakai sehelai benang pun, dengan mudah kamu bilang enggak ingat.. hiks hiks hiks... " ucap Siska
Andi semakin tersudut, pikiran nya semakin kacau. ia kembali mengingat permintaan Zahra yang ingin berpisah dengan nya.
Di satu sisi ia harus menyelesaikan urusan nya dengan Siska jika ia masih ingin bersama Zahra.
" bagaimana ini Sis.. aku sudah menikah, dan kamu tau itu" ucap Andi
" lalu bagaimana dengan nasib ku,, aku sudah ternoda oleh mu" bentak Siska
" lalu apa yang bisa aku lakukan " ucap Andi
" kamu harus menikahi ku .." ucap Siska
__ADS_1
" tapi aku sudah menikah Sis, dan sekarang kami lagi memperbaiki hubungan kami" ucap Andi
" aku tidak perduli, jika kau tidak mau maka akan aku sebar kan apa yang telah terjadi di antara kita" ucap Siska dengan nada tinggi.
" aku tidak mau membahas ini , aku butuh sendiri " ucap Andi .
Andi pun masuk ke kamar mandi membersih kan diri nya. setelah selesai mandi dan memakai pakaian nya kembali ia pun pergi meninggalkan Siska yang masih terduduk di atas kasur tersebut.
Siska melihat kepergian Andi, ia pun tersenyum atas kemenangan nya. ia langsung meraih ponsel nya yang terletak dia atas nakas.
" kamu sudah ada di dalam perangkap ku, maaf kan aku Zahra, ini adalah balasan dari kamu yang telah merebut Rizal dari ku" ucap Siska . ia melihat beberapa foto yang telah di ambil nya saat ia dan Andi berada di atas kasur yang sama.
Siska pun segera bergegas pergi dari kamar hotel tersebut. ia sudah tidak sabar melihat kehancuran Zahra.
Sedang kan Andi , ia membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi. pikiran nya yang kalang kabut membuat nya tidak konsen membawa mobil tersebut.
Hingga akhir nya ia tak mampu mengendalikan kendaeaan nya saat ada mobil truk yang melintas. ia pun membanting setir dan menabrak pohon besar yang ada di pinggir jalan tersebut.
Tak berapa lama pihak polisi pun datang ke tempat kejadian untuk mengevaluasi tempat ke celakaan dan korban tersebut , untung nya Andi masih hidup walaupun ia tak sadar kan diri. Andi pun langsung di lawan ke RS oleh pihak polisi.
Zahra yang sedang berada di saloon nya , di kejutkan dengan suara ponsel nya yang terus berdering.
"assalamualaykum " ucap Zahra
" maaf .. Apa ini dengan Zahra " ucap sambungan telepon tersebut
"iya... dengan saya sendiri, ini siapa ya" ucap Zahra
" kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan bahwa pak Andi tadi siang mengalami kecelakaan, sekarang pak Andi sedang di rawat di RS Melati " ucap sambungan telepon tersebut.
__ADS_1
" baik ... Saya akan segera kesana" ucap Zahra.
Zahra pun bergegas pergi meninggalkan salon nya.ia meminta Tia untuk mengantar kan nya ke RS tersebut.
Mereka pun pergi menuju RS yang telah di beritahukan . Zahra masih bertanya tanya dalam hati nya , apa sebenarnya yang terjadi.
" apa sebenarnya yang terjadi ya allah , cobaan apa lagi ini ya allaah..berikanlah aku ke kuatan ya allaah" batin Zahra
Hingga akhirnya Zahra sampai di depan RS tersebut . Zahra pun segera masuk kedalam RS dan ia bertanya pada pihak RS untuk mengetahui di mana keberadaan suaminya.
Setelah salah satu suster itu menjelaskan yang terjadi . Zahra pun segera menuju kamar di mana Andi terbaring lemah .
Melihat kondisi Andi yang kritis, membuat dada Zahra terasa sesak. pasal nya karna Andi adalah suami nya, dan dulu nama nya pernah mengisi hati Zahra.
.
" ya allaah jika dia memang terbaik untuk ku, maka panjang kan lah umur nya, aku masih mencintai nya, namun lebih besar rasa cinta ku kepada mu ya allaah" batin Zahra.
Tak terasa air mata Zahra kini telah membasahi kedua pipi Zahra. Tiba tiba ia mendengar ada suara yang memanggil nama nya, dan saat ia berbalik , Zahra terkejut melihat sosok wanita yang memanggil nya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like komen dan vote...