
Hanya butuh waktu setengah jam Zahra sudah sampai di cafe yang telah mereka janji kan dan di salah satu meja Adit telah menunggu Zahra. Zahra segera melangkah kan kaki nya, Ia pun duduk tepat berhadapan dengan Adit.
" Dit... sudah lama ya"ucap Zahra
" Baru kok,, mau pesan apa Ra?" tanya Adit
" Sama aja deh kayak kamu"ucap Zahra
Adit pun segera memanggil pelayan dan setelah pelayan datang Adit memesan makanan dan minuman dalam dua porsi. Pelayan pun pergi meninggalkan mereka .
Adit melihat ada raut kegelisahan di wajah Zahra , ia pun memberani kan diri untuk bertanya.
"Ra,, kamu sakit?"tanya Adit
"Enggak kok,, aku baik baik saja, kenapa?" ucap Zahra
" Aku lihat wajah mu kok murung, apa kamu lagi banyak pikiran?" tanya Adit
" Iya,,, aku bingung harus bagaimana Dit"ucap Zahra
" Maksud kamu apa Ra, emang nya kamu mikirin apa?" tanya Adit
" Dit,,, sebenarnya tadi..."ucapan Zahra terhenti saat mendengar ponsel Adit berdering.
"Maaf Ra,,, aku angkat telepon dari mama dulu ya"ucap Adit
"Hmmmm.."jawab Zahra dengan anggukan kepala nya.
Adit pun sedikit menjauh dari Zahra, ia tidak mau Zahra mendengar pembicaraan mereka, karna Adit takut mama nya akan membahas tentang hubungan mereka.
Setelah beberapa menit Adit kembali menghampiri Zahra , Adit melihat Zahra sedang termenung dengan kedua tangan menyangga kepala nya.
" Aku yakin kamu sedang memikir kan sesuatu , tapi tentang apa Ra, enggak biasa nya kamu seperti ini"batin Adit
" Hey Ra,,, kok melamun sih" sapa Adit
"Eh... siapa yang melamun" ucap Zahra
" Ayo makan dulu Dit"sambung Zahra
Adit pun segera duduk di kursi nya, mereka pun makan dalam diam.
__ADS_1
Setelah selesai makan Adit pun membuka suara .
"Ra,,, sebenarnya ada yang ingin aku sampai kan"ucap Adit
" Apa Dit??" tanya Zahra
" Tapi kamu janji jangan marah ya" ucap Adit
"Hmmm..." Zahra membalas dengan anggukan saja.
" Mama aku Ra,,, dia melarang aku melanjutkan hubungan di antara kita, tapi aku sudah bilang kalau aku serius sama kamu " ucap Adit
"Lalu mama kamu setuju ?" tanya Zahra
" Aku belum tau Ra.."ucap Adit
" Kalau mama kamu tetap menentang hubungan kita , bagaimana Dit?" ucap Zahra
"Aku akan tetap mempertahan kan nya, aku yakin suatu saat mama bisa menerima kamu" ucap Adit
"Tapi aku rasa enggak Dit, kayak nya mama mu memang tidak menyukai ku karna status ku ini" ucap Zahra
"Maksud kamu apa Ra?"tanya Adit
Adit segera mengambil tissu untuk menghapus air mata Zahra .
" Apa,,, dari mana mama tau kantor kamu"tanya Adit
" Kata nya dari Della, " ucap Zahra
" Iya aku pernah cerita sedikit sama Della tentang kamu" ucap Adit
" Aku janji sama kamu Ra,, aku akan tetap mempertahan kan hubungan kita dan masalah mama nanti akan aku jelas kan lagi sama dia"ucap Adit sambil mengelus punggung tangan Zahra
" Jujur Aku takut kecewa Dit "ucap Zahra
" Kamu tenang Ra,,, aku memang serius dengan hubungan kita ini"ucap Adit
Seketika hati Zahra merasa tenang mendengar ucapan Adit.
"Ayo kita pulang hari sudah mulai gelap" ajak Adit
__ADS_1
Mereka pun bangkit dan segera meninggalkan cafe tersebut, dengan menaiki mobil masing masing mereka pun terpisah tepat di pertigaan jalan .
Zahra langsung menuju ke rumah nya dan begitu pula dengan Adit.
Setelah sampai di rumah Zahra langsung membersih kan tubuh nya dan segera menuju meja makan untuk menemani bu Erni makan malam.
Berbeda dengan Adit bukan nya langsung membersih kan tubuh nya ,ia malah mencari mama nya untuk menjelas kan hubungan nya .
Setelah berkeliling Adit tidak menemukan siapa pun di rumah nya, ia pun bertanya kepada pembantu yang ada di rumah nya.
" Bik..." panggil Adit
"Ya tuan,,, ada apa?"
" Dimana mama dan yang lain nya"
" Nyonya dan tuan besar lagi keluar ,kata nya mereka akan menghadiri acara makan malam teman lama "
" Oh... "
"Permisi tuan, saya mau ke belakang "
Tanpa menjawab Adit langsung pergi menuju kamar nya, ia pun segera membersih kan tubuh nya itu.
Setelah selesai ia pun mengambil ponsel nya dan menghubungi mama nya.
Di dalam sambungan telepon.
"Mama lagi dimana?"
" Mama lagi di rumah teman papa, mereka mengajak kami makan malam di rumah nya"
"Kalau kamu mau ,,kemari lah nak sekalian mama mau mengenal kan kamu dengan anak dari teman papa mu ini"
"Enggak deh ma,, makasih"ucap Adit
Sambungan telepon itu pun teputus sebelum bu Sri mematikan nya.
Adit merasa kesal melihat sikap mama nya , ia pun meghubungi Zahra untuk menghilang kan sedikit ke kesalan nya.
Namun sudah berkali kali Adit menghubungi Zahra , Namun Zahra tidak mengangkat nya. Adit pun menaruh ponsel nya di atas nakas dan merebah kan tubuh nya di atas ranjang.
__ADS_1
" Zahra aku tidak akan membuat hubungan kita menjadi sia sia, aku akan menunjuk kan keseriusan ku ke mama, bersabar lah Zahra" batin Adit
Adit berusaha menutup mata nya agar ia tertidur , namun karna mata nya tak kunjung tertutup Adit pun memutus kan untuk ke ruang olah raga yang berada di rumah nya.