CINTA KU...

CINTA KU...
Kecelakaan


__ADS_3

Zahra yang hanya memikirkan rencana nya tak sadar jika ada seorang anak anak yang menyebrang jalan . Dengan cepat Zahra menekan kedua rem mobil nya.


sssiitttttttt....


Suara ban mobil yang saling menggesek di atas aspal, anak tersebut selamat namun rasa trauma yang di alami nya , membuat ia menangis sambil menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya .


Zahra pun langsung turundari mobil dan menghampiri anak tersebut.


" Dek... kamu gak apa apa kan?" ucap Zahra , ia meraba dan melihat setiap inci badan anak tersebut.


"Alhamdulillaah, untung aja tadi aku sempat menginjak rem" batin Zahra , setelah ia melihat tidak ada luka sedikit pun di tubuh anak tersebut.


Walaupun Zahra sudah memastikan tidak ada luka, Anak tersebut masih enggan berbicara walaupun ia sudah tidak menangis lagi. Zahra yang merasa bingung mencoba bertanya sekali lagi.


" Adik mau kemana? kenapa nyebrang tidak lihat lihat" ucap Zahra sambil mengelus rambut anak perempuan tersebut.


Dengan suara yang serak dan bibir yang gemetaran , anak tersebut pun menjawab pertanyaan Zahra.


" a.. a...aku mau k..ke warung " ucap anak gadis yang berwajah imut tersebut , ia pun menunjuk kan ke arah apotik yang ada di sebrang jalan.


" Untuk siapa obat nya?" ucap Zahra


" untuk ibu " jawab anak itu, ia masih menunduk kan kepala nya


" nama adik siapa?" tanya Zahra


" nama saya Nina " ucap nya


" oh kalau begitu biar tante antar " ucap Zahra , ia pun memegang tangan kanan anak itu .Mereka pun berjalan ke arah apotik dengan bergandeng tangan.


Sesampainya di apotik , anak tersebut mengeluarkan secarik kertas dan menyerah kan kertas itu kepada penjaga toko tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai Zahra mengajak anak tersebut untuk masuk kedalam mobil nya, Walaupun awal nya ragu namun anak tersebut mengikuti perintah Zahra.


Nina pun menunjuk kan dimana rumah nya, Letak rumah Nina tak jauh dari jalan raya tersebut . Zahra memberhentikan mobil nya pas di depan gang yang sempit, karna tidak memungkinkan kan akhirnya ia dan Nina berjalan menelusuri jalan setapak tersebut.


Dari kejauhan nampak rumah yang agak tua, rumah itu masih bagus namun hanya cat nya saja yang sudah memudar. walaupun rumah itu kecil tapi sangat nyaman bagi penghuni nya


" assalamualaykum " ucap Nina


" waalaikumsalam, kamu kok lama sekali sih Nina" ucap wabita separuh baya yang datang dari arah belakang .


Nina langsung memeluk ibu nya dan menceritakan tentang Apa yang terjadi.


" maaf kan saya tante, saya tidak sengaja" ucap Zahra


Melihat wajah Zahra yang cantik dan lembut membuat hati wanita paruh baya tersebut hanya menjawab dengan senyuman.


" nama anak siapa?" tanya nya


Mari duduk dulu, wanita itu dan Zahra pun duduk di kursi tua tersebut


"kelihatan nya kamu dan anak ku sebaya" ucap nya


" siapa nama anak ibu, apakah dia wanita atau pria" ucap Zahra


" Dia bernama Siska , dia putri pertama ku dan ini Nina ia putri kedua ku, "ucap wanita itu dengan mengelus ngelus rambut anak kedua nya


" lalu dimana anak ibu yang bernama Siska? " ucap Zahra


" karna Ayah mereka sudah tiada dan ibu pun sudah sakit sakitan, Siska lah yang menjadi tulang punggung keluarga ini, ia bekerja di salah satu perusahaan My grup " ucap wanita itu


deg deg deg

__ADS_1


Seolah jantung Zahra berpacu dengan cepat setelah mendengar kata My grup, namun ia membuat dirinya setenang mungkin.


" apa ini bu Ijah, apakah Siska yang di maksud adalah wanita yang menggoda suami ku, pantas saja ia begitu menggila harta , mungkin ini lah sebeb nya" batin Zahra sambil mata nya melihat lihat sekitar ruangan tersebut


" Nak ,, nak Zahra" ucap wanita itu


Zahra pun tersadar dari lamunan nya tersebut, ia kembali fokus dengan wanita itu.


" maaf bu, saya sedikit melamun " ucap Zahra


" seperti nya nak Zahra lagi ada masalah ya, coba cerita sama ibu " ucap wanita itu.


Dengan keadaan jantung yang masih berdetak dengan kencang, Zahra memberani kan diri untuk bertanya.


" tadi ibu bilang bahwa anak ibu yang paling besar bernama Siska, apakah ibu bernama Ijah??" ucap Zahra


" iya , nama saya Ijah, apa nak Zahra mengenal anak saya?" ucap bu Ijah


" saya teman kuliah nya dan sekarang Siska bekerja di perusahaan suami saya" ucap Zahra


Tiba tiba Bu Ijah menangis dan meminta maaf kalau Siska membuat kesalahan .


" jangan menangis bu" ucap Zahra


Ketika keadaan mulai mencair , Zahra segera pamit untuk pulang kepada bu Ijah. Setelah bersalaman, tak lupa Zahra memberikan beberapa lembar uang untuk biaya perobatan bu Ijah. Setelah selesai ia langsung menuju ke arah mobil nya berada .


Setelah di dalam mobil Zahra langsung menghidupkan mesin nya dan membawa mobil tersebut kemana pun ia mau.


Informasi ini sangat berguna, ternyata Siska hanya lah anak yatim yang hidup pas pasan saja.


" Pantas kau ingin bermain main dengan ku, akan aku buat kau tau seberapa kejam nya seorang zahra." batin Zahra , ia pun melajukan mobil nya menuju rumah .

__ADS_1


__ADS_2