
Dokter pun langsung memeriksa ke adaan Zahra. setelah siap memeriksa nya. Dokter pun memberitahu kalau Zahra baik baik saja. Bu Erni yang mendengar penjelasan dokter merasa lega.
Andi yang masih berada di ruangan itu pun hanya bisa diam seribu bahasa. ia tak mengerti mengapa semua yang di rencanakan nya seolah tak berpihak oleh nya
Bu Erni pun segera menarik tangan Andi untuk keluar dari ruangan itu.
"apa kamu sudah puas?" ucap bu Erni lagi
"tidak.. ini semua bukan ke inginan saya" ucap Andi
" apa maksud dan tujuan mu sebenarnya?" tanya bu Erni
" saya hanya ingin hidup bersama Zahra, karna saya mencintai Zahra , saya harap bu Erni bisa memahami kondisi kami" ucap Andi
" kalau kamu benar cinta ,kenapa kamu telah menyakiti anak saya?" ucap bu Erni
"saya tidak menyakiti nya, ini semua bukan ke inginan saya" ucap Andi
"kalau kamu memang mencintai Zahra, tinggalkan lah dia, jangan biarkan kan di menderita hanya karna hubungan kalian" seru bu Erni
"itu tidak mungkin bu, karna Zahra pun mencintai saya" ucap Andi tak mau kalah
" jangan kamu kira saya bodoh, saya tau kamu hanya membohongi Zahra, agar ia mau menikah dengan mu" ucap bu Erni
"saya tidak pernah berbohong" ucap Andi
"sedikit pun aku tidak pernah percaya pada mu, dan aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian, kamu camkan itu" ucap bibi Erni sambil menunjuk wajah Andi yang hanya berjarak lima centi dari jari telunjuk nya.
Bu Erni pun kembali kedalam ruangan Zahra. di sana Zahra sudah membuka mata nya, ia mendengar semua pembicaraan mama nya dan suami baru nya.
"kamu sudah bangun nak" ucap Bu Erni seperti tidak ada kejadian saja.
"iya ma.. tapi kepala Zahra masih pusing ma" ucap Zahra
"ma.. Andi di mana ma?" tanya Zahra
Sejenak bu Erni menarik dan menghembuskan nafas nya dengar kasar..
__ADS_1
hhhuuuuuuhhhhh.....
"Andi lagi di luar Ra, kamu istirahat lah. mama tidak ingin kamu kenapa napa lagi" ucap bu Erni.
"ma tolong panggil kan Andi ke sini ma" pinta Zahra
"tapi Ra, mama tidak mau kamu bertemu dengan nya lagi" balas bu Erni
" ma... tolong lah.. ada yang ingin Zahra tanya pada nya" ucap Zahra sambil memegang tangan mama nya
Bu Erni yang tak ingin berdebat pun langsung bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju pintu ingin menemui Andi.
Andi yang sedang menelepon tak sadar kalau bu Erni sudah berada di belakang badan nya.
\* dalam sambungan telepon
"kamu tutup semua berita tentang kejadian itu"
" saya tidak mau tau, tidak ada yang boleh mengetahui kalau kasus penggelapan itu bukan pak Edi pelaku nya, beri mereka uang agar menutup mulut nya. biar kasus ini saya yang akan memberi tahu kepada keluarga pak Edi." titah Andi dalam sambungan telepon itu.
Bu Erni yang mendengar kan semua pembicaraan Andi, ia langsung menampar wajah Andi.
plaaaaaaaakkk...
"aaaauwwwww*" ucap Andi memegang pipinya
"jadi ini semua kamu yang membuat berita palsu ini, apa salah keluarga saya sama kamu" ucap bu Erni dengan tatapan ingin menerkam
Andi yang terkejut akan ucapan bu Erni dan pukulan yang mendarat di pipi nya .ia pun bertanya pada bu Erni.
" apa maksud bu Erni dengan semua ini?" tanya Andi
" jangan pura pura polos kamu, aku sudah mendengar kan pembicaraan mu di telepon tadi" ucap bu Erni
__ADS_1
Andi pun langsung melotot kan kedua bola mata nya mendengar perkataan bu Erni.
" kenapa kamu terkejut, apa kamu kira saya tuli" ucap bu Erni
Tanpa pikir panjang Andi langsung meminta agar bu Erni tidak memberitahukan hal itu kepada Zahra, dengan alasan ia takut kalau Zahra nanti akan ngedrop dengan kondisi Zahra yang seperti ini.
" tapi dengan satu syarat" ucap bu Erni
"syarat apa,,, kata kan lah" ucap Andi
" kamu harus membahagiakan anak saya , dan jangan buat dia bersedih . aku sangat sayang kepada anak ku. namun kenyataan nya ia sudah menikah dengan mu. aku tidak mau anak ku merasa kan jadi janda di usia nya yang masih muda" pinta bu Erni mengalah dengan keadaan.
Andi pun tersenyum dan langsung menjawab permintaan bu Erni.
"baik lah .... akan aku tepati semua yang ibu minta kepada ku" ucap nya dengan senyum kemenangan.
Namun tanpa mereka sadari Zahra sudah mendengar semua pembicaraan mereka. ia turun dari kasur tempat nya berbaring , karna ia mendengar suara ribut di depan kamar nya.
"kenapa kamu tega membohongi ku, dan kenapa mama memaafkan dia , padahal dia lah yang telah membuat papa tiada. ada apa ini " batin Zahra
Tiba tiba kepala Zahra terasa sakit karna ia terlalu bepikir.
"aaaaaauuuuuwwww...." ucap Zahra sambil memegang kepala nya.
Bu Erni dan Andi yang mendengar Zahra mengerang kesakitan langsung mengejar ruangan Zahra dan masuk kedalam ruangan itu.
" Zahraaaaa....." ucap bu erni dan Andi secara serentak melihat Zahra yang kini terbaring di lantai .
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like komen dan vote ya.. 😉😉😉😉