CINTA KU...

CINTA KU...
harus kah pisah..


__ADS_3

Pagi itu mentari kembali menyinari bumi . dan itu pertanda hari sudah berganti. untuk yang sedang di landa ke gelisahan hanya bisa berdoa kepada tuhan nya.


Seperti yang di alami Zahra saat ini, dari tadi malam hingga pagi menjelang hati nya masih merasakan gelisah yang tak menentu. hingga ia sholat tahajud tadi malam, namun hingga subuh menjemput kegelisahan itu belum juga hilang.


Hingga Zahra memohon dan berdoa ke pada allaah.


"ya allaah.. ada apa dengan perasaan hamba mu ini, kenapa hati ini begitu gelisah , ya allaah lindungi lah aku , mama ku , suami ku dan orang orang yang menyayangi ku... aaamiin" ucap Zahra


Setelah melaksanakan sholat subuh, seperti biasa ia bersiap siap untuk turun ke lantai bawah rumah nya.


Karna waktu masih terlihat gelap , Zahra memutus kan untuk berolahraga di halaman belakang rumah nya.


" sejuk nya embun pagi ini... ya allaah tunjuk kan lah pada ku jalan yang terbaik" ucap Zahra dengan senyum yang mengembang di bibir nya.


Tak berapa lama Bu Erni pun muncul dari arah pintu belakang . ia menghampiri Zahra yang sedang berolahraga


" Kamu sudah sholat Ra" tanya bu Erni


" alhamdulillaah sudah , mama mau olah raga juga" tanya Zahra


" iya.. kita harus tetap menjaga kesehatan kita" ucap bu Erni sambil menggerakkan kan kedua tangan nya ke atas dan kebawah.


Hingga waktu menunjuk kan jam tujuh pagi , mereka pun menghentikan aktivitas berolahraga tersebut .


Setelah membersih kan badan, Zahra dan bu Erni berkumpul di meja makan.


Mereka pun makan tanpa bersuara, Selesai makan mereka pun bergegas untuk mengerjakan aktivitas masing masing.


Hari ini Zahra memutuskan untuk melihat ke adaan salon nya, semenjak dua hari terakhir ia tidak melihat kondisi salon nya itu.


Zahra pun menuju salon nya dengan menaiki ojek yang telah di pesan nya lewat aplikasi ponsel nya.


Sesampai di salon , ia sudah melihat Tia dan Ani sedang berberes salon nya.

__ADS_1


" assalamualaykum " ucap Zahra


" waalaikumsalam, , eh mbak Zahra" ucap Tia dan Ani serentak


" kok semangat kali ya pagi ini" ledek Zahra


" iya iya lah mbak,, beberapa hari ini salon kita rame loh mbak" ucap Ani


" mbak kemana aja sih ,, kok akhir akhir ini enggak datang ke salon" ucap Tia


" iya.. maafin aku ya.. kemaren aku lagi ada urusan gitu sama suami ku" ucap Zahra


" semalam salon kita rame, waaahh. . alhamdulillaah.. kalau begitu makan siang hari ini mbak terakhir deh" ucap Zahra mengalihkan pikiran Ti dan Ani


"" makasih mbak ku sayang" ucap Tia dan Ani secara serentak.


Mereka bertiga pun saling berpelukan.


Di tempat lain, di dalam hotel yang terkenal di kota tersebut. di salah satu kamar nya , ada dua insan yang masih tertidur dengan lelap nya.


Membuat yang terkena sinar nya merasa risih dan akhir nya terbangun. salah satu dari kedua insan itu pun terbangun. seketika terdengar suara orang yang sedang menjerit histeris.


" aaaaaaaaaa. ..... hiks hiks hiks" jerit seorang wanita. siapa lagi kalau bukan Siska.


Karena jeritan yang cukup kuat itu membuat seorang lelaki bangun dari tidur nya. siapa lagi kalau bukan Andi.


Andi yang melihat diri nya bersama Siska di atas ranjang yang sama dan selimut yang sama, ia pun ikut menjerit.


" aaaaaa.. Apa semua ini Sis" tanya Andi dengan histeris.


" aku juga enggak tau apa yang telah kita perbuat pak" ucap Siska


Andi langsung menyisihkan selimut itu dari badan nya, dan betapa terkejut nya ia melihat tubuh nya yang polos tanpa sehelai benang.

__ADS_1


" apa yang telah kita lakukan Sis" ucap Andi


" saya enggak ingat pak, yang Saya ingat kemarin bapak mabuk dan meminta saya untuk mengantar kan bapak ke kamar ini... lalu ... setelah itu" hiks hiks hiks Siska menangis, ia tak melanjutkan ucapan nya itu.


" lalu apa Sis... kamu jangan bermain main dengan saya" bentak Andi


"lalu bapak memaksa saya untuk melakukan hubungan suami istri, saya sudah menolak tapi bapak memaksa saya, sehingga terjadi lah seperti ini" teriak Siska


"enggak mungkin ... ini enggak boleh terjadi" ucap Andi dengan kesal.


" tapi ini sudah terjadi pak,, lihat lah sprei putih ini, ini adalah bukti nya pak. mungkin bapak lupa karena bapak saat itu sedang dalam keadaan mabuk" ucap Siska sambil menangis dengan histeris nya.


Andi yang tak mampu mengingat apa pun, ia hanya bisa terduduk di atas lantai bersandar kan meja yang ada di susut ranjang tersebut.


Pikiran nya yang kacau semakin tak terkendali saat melihat Siska yang terus menangis. hingga suara telepon genggam itu berbunyi membuyarkan apa yang di pikirkan mereka berdua.


.


.


.


.


.


like komen rate dan vote ... 😉😉😉😉😉


.


.


.

__ADS_1


.thank's ya...😊😊


__ADS_2