
''Oh...iya ya Bah, kenapa Emak bisa lupa''?.lirih Emak sambil menepuk keningnya sendiri.
''Emang siapa namanya"?. tanya Abah karna iya memang tidak tau nama tetangganya dulu.
''Jhonsen Om, tapi dirumah biasa dipanggil Jo''.jawab Jhonsen menjelaskan.
''Oh nak Jo to"..gak apa-apa ya Kalau Abah panggil Jo''?.
''Gak apa-apa Pak".jawabnya sambil menganguk.
"Sudah sedari tadi gue disini kenapa gue tidak melihat bocah gila itu sama sekali".batin Jhonsen heran.
"Maaf Pak saya kesini mau numpang menginap apa boleh"?.tanya Jhonsen langsung pada duduk persoalan.
"Kalau Abah sih boleh-boleh saja, tapi maklum saja nak Jo' rumah kami ya begini adanya,jika nak Jo tidak keberatan Kami senang kok''.
" Lumayan kan Mak,bisa lebih rame gak sunyi lagi".penjelasan Abah membuat Jo mengerutkan alisnya bingung.
"Emangnya anak Bapak kemana"?.tanya Jo mulai mencari informasi tentang dimana sekarang Salsa berada.
"Dia sekarang kuliah dijakarta".
"Bapak sama Emak sudah melarang tapi Salsa sagat keras kepala tidak bisa dibantah".
"Emak sama Abah juga tidak tega untuk melarang karna niat Salsa untuk kuliah sangat kuat''.
"Astaga kenapa aku malah kesini"?..sementara bocah gila itu sekarang malah kejakarta.dasar Jo bodoh".tampa sadar Jhonsen menggeleng-gelengkan kepalanya memikirkan kebodohannya sendiri .kenapa dirinya sampai nekat menyusul wanita yang tidak iya cintai''?.. tapi malah selalu menari-nari dalam pikirannya.membuatnya menjadi laki-laki bodoh seperti ini.
"Eh...Nak Jo kenapa geleng-geleng kepala"?....tanya Abah sambil melongo.
Sedangkan Emak .beliau hanya menjadi pendegar dan penonton yang baik.
"Eh tidak ada Pak. Jo cuman lagi capek".lirihnya karna sebetulnya tubuhnya sudah sagat lelah.
"Oh ya sudah kalau begitu ayo Bapak antar kekamar". Abah berbicara sambil melangkah menuju kamar. diikuti Emak dan Jhonsen dari belakang.
"Istirahan dikamar anak Bapak saja ya"?Abah berbicara sambil menunjuk pintu kamar putrinya.
"Maklum Bapak cuman punya dua kamar, yang satu kamar Bapak. yang satu lagi kamar anak Bapak".
"Apa nak Jo mau dikamar Bapak saja"?..candanya Sementara Jhonsen cepat-cepat mengelang. membuat kedua orang tua Salsa tertawa, melihat wajah Jhonsen yang memelas.
"Tidak pak Jo disini saja".celetuknya sambil ikut tertawa lemah.
__ADS_1
"Ya sudah sana masuk istirahat. oh ya Nak Jo sudah makan apa belum"?..tanya Emak.
"He...he...belum Buk"...jawabnya sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.
"Oh ya ampun kasian,ayo mandi dulu dan sholat mahrib. setalah itu kita makan malam".sambung Emak lagi yang diangguki Jhonsen.
Setelah kepergian kedua orang tua Salsa, Jhonsen melangkah masuk kedalam kamar. iya melihat-lihat seluruh isi kamar.dan meletakkan koper miliknya disamping tempat tidur.tapi saat iya akan melangkah pergi kekamar mandi, matanya menagkap sesuatu. iya melihat ada kotak yang tidak terlalu besar disimpan dibawah tempat tidur, Jhonsen berbalik dan meraih kotak berwarna maron dan membukanya.
"Sebuah buku".lirihnya sambil membuka buku halaman pertama.
"Tua bangka gila".jantung Jhonsen terasa berdebar sagat cepat saat membaca tulisan dilembar pertama Buku Diary milik Salsa.
Degan perlahan Jhonsen membuka lembara kedua.
❤️❤️❤️❤️
''Dear diary''
"Entah sejak kapan cinta itu datang''?.. yang jelas cinta itu juga yang membuatku kecewa dan patah hati. untuk yang pertama dan yang terakhir kalinya''.
''Kau tau Pak tua''?.. kadang gue igin membenci lho,tapi entah bagai mana caranya otak bodoh ini benar-benar tak mampu untuk melakukannya, setiap kali gue mencoba buat melupakan lho, seperti apa yang lho lakukan sama gue.rasa cinta dihati gue buat lho itu semakin besar''.
Miris ya''?.. gue"...
''Gue tau gue yang awalnya cinta dan meminta lho jadi pacar gue,tapi gue bisa apa''?.. karna cinta itu datang tampa bisa gue tahan''.
''Awalnya gue pikir lho suka sama gue, tapi ternyata pikiran bodoh gue yang terlalu naif'',
''Mana mungkin ada yang menyukai gadis desa bodoh seperti gue''.
''Mulai dari sekarang gue akan pokus untuk kebahagiaan kedua orang tua Gue,karna itu yang paling utama''.
''Untuk rasa cinta Gue.untuk saat ini dan selamanya. akan Gue buang jauh-jauh dan gue harap secepatnya gue bisa melupakan laki-laki yang tidak pernah ada rasa sama gue.
''Jhonsen Gue benci lho''
''Gue harap lho mati keselek air''
Tulisan terakhir dilembaran kedua membuat Jhonsen bergidik ngeri. tapi sejurus kemudian laki-laki matang itu terseyum.
''Hem...teryata dia mencintaiku''?.. dasar gadis gila''.ucapnya sambil terkekeh.
"Dia menulis buku Diary seperti sedang meluapkan segalanya untuk ku".gumamnya lagi .
__ADS_1
*****
''Tok...tok...tok...
Suara ketukan dipintu membuat lamunan Jhonsen buyar. degan cepat Jhonsen memasukkan buku Diary milik Salsa dibawah bantal dan menyimpan kotak kecil itu kembali dibawah tempat tidur.
''Krekk''....
Saat pintu berhasil dibuka terlihat Emak sedang berdiri didepan pintu degan wajah binggung.
''Lho nak Jo belum mandi juga''?.tanya Emak menatap Jo heran.
''Eh...Buk...iya ini mau mandi''.Jawab Jhonsen sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.
''Ya sudah sana cepat mandi, Ibuk sama Bapak nunggu dimeja makan''.jelas Emak sambil berlalau.
''Iya Buk''.jawabnya sambil menutup pintu dan langsung bergegas pergi mandi.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Jhonsen segera berjalan menuju meja makan,terlihat Emak dan Abah sudah menunggunya sambil mengobrol rigan.
''Ayo nak makan''.sapa Abah ramah sambil mempersilahkan Jhonsen duduk.
''Iya Pak makasih". jawabnya singkat sambil menatap menu makanan yang terhidang diatas meja.
Ikan nila bakar,tumis kangkung dan sambal terasi,makanan desa yang sagat Jhonsen rindukan. pertama kali iya makan makanan seperti ini pada saat Salsa mengantarkan makanan untuknya setiap hari.dan iya sagat merindukan makanan itu.
Makanan yang awalnya membuat Jhonsen jijik. teryata sagat enak dan bikin nagih.
Degan mencium aromanya saja membuat liur Jhonsen mau menetes.
Sebelum Emak dan Abah mengambil nasi Jhonsen degan cepat menyambar centong nasi dan megambil nasi hingga piringnya penuh,nasi yang Jhonsen ambil seperti untuk dimakan dua orang saja, membuat Mak dan Abah saling tatap.
''Enak ya Nak''?..tanya emak saat melihat Jhonsen makan degan sagat lahap.
''He...he...enak Buk,saya sudah sagat lama tidak pernah memakan masakan sederhana seperti ini''. jawabnya degan mulut yang masih penuh.
💞💞💞💞
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen makasih..
Bay...bay...🥰🥰🥰🥰
Tbc.
__ADS_1