
"Lah tadi katanya kepingin mangga,gimana sih Adek"?..tanya Jhonsen heran.
"Iya tapi nanti aja,sekarang pulang dulu Salsa capek Bang,lagian tadi kan Abang bilang mau ganti pakaian dulu,nanti sore baru kita cari mangga".
''Aduh mangga lagi-mangga lagi''.lirih Jhonsen degan suara pelan.iya pikir setelah pulang kerumah,istrinya itu tidak lagi mengiginkan mangga,tapi ternyata''?..
''Ayo Bang pulang''.ucap Salsa sambil menarik tagan suaminya.
''Iya Dek''.jawabnya sambil melangkah menuruti sang istri.
Setelah sampai dirumah Jhonsen dengan cepat menuju kamarnya doi igin membersihkan tubuhnya segera.
Sementara Zian doi ikut kerumah sahabat Salsa yaitu Zul,itu semua karna dirumah Salsa tidak ada tempat tidur dan juga dirinya harus mandi didalam kamar Emak dan Abah.ditambah lagi tadi malam doi tidak bisa tidur,karna mereka hanya tidur beralaskan tikar,seluruh tubuh laki-laki itu rasanya sakit semua,bukan hanya itu namun seperti biasa Josep selalu buang agin ketika subuh,hinga membuatnya menjadi mual.
''Dek sini''.Jhonsen memangil sang istri saat dirinya masih berada didalam kamar mandi.
''Iya Bang ada apa''?..
''Tolong Dek gosok punggung Abang''.Jhonsen berbicara sambil memutar punggungnya agar bisa dilihat sang istri.
''Sudah Bang''.ucap Salsa setelah dirinya merasa pungung putih mulus suaminya sudah menjadi bersih seperti sedia kala dari lumpur sawah.
''Makasih sayang''.lirihnya sambil memutar tubuh dan memeluk pinggang ramping sang istri.
''Abang mau ngapain''.panik Salsa karana merasakan sesuatu dibawah sana sudah mengeras.
Jhonsen tak menjawab doi langsung mengecup bibir sang istri ********** lembuat penuh kasih sayang.
''Abang mencintai Adek''.lirihnya disela-sela nafas yang memburu sesaat setelah ciuman mereka terlepas.matanya menatap lekat wajah cantik sang istri.
Salsa terdiam mematung karna baru kali ini iya mendengar suaminya itu menyatakan cinta padanya,apakah yang dikatakan Jhonsen benar atau hanya mempermainkannya seperti dulu''?
''Jawab Abang sayang,Abang mencintai Adek, Abang tidak tau kapan cinta ini datang.
Yang jelas sejak Abang pulang kejakarta hati Abang sudah merasa kosong tampa gadis kecil yang selalu Abang sebut gadis gila.Abang rasa Abang sudah sagat lama mencintai Adek, cuman mungkin baru sekarang Abang menyedarinya,Maafkan Abang atas semua kesakitan yang Abang berikan pada Adek,tolong berikan Abang kesempatan untuk membuktikan jika apa yang Abang ucapkan benar adanya".ucapnya panjang lebar,namun tagannya masih tetap memeluk tubuh ramping sang istri hinga membuat tubuh Salsa menjadi ikutan basah.
''Bisa kan percaya lagi sama Abang''?..tanya Jhonsen sambil menatap lekat wajah sang istri.
Salsa hanya diam tampa mau menjawab pertanyaan yang suaminya berikan.hatinya masih terasa sakit saat mengigat perlakuan Jhosen yang tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
''Abang akan sabar menungu sampai Adek mempercayai Abang".sambungnya lagi.
''Salsa keluar dulu ya Bang''.?..disaat Salsa igin beranjak pergi tagan Jhonsen segera menarik tagannya,hinga wanita itu menubruk dada bidang sang suami.
Mata mereka beradu hinga detik berikutnya bibir mereka pun menyatu,menyalurkan kerunduan,cinta kasih dan juga Nafsu melebur menjadi satu.
Namun Jhonsen sadar istrinya itu masih lemah,doi tidak akan memaksakan kehendaknya jika itu akan membahayakan sang istri.dan juga calon anaknya.
__ADS_1
''Tolong puaskan Abang Dek''.ucapnya degan suara berat.
''Lalu Salsa gimana Bang''?..
Nah Jo lu lupa jika istri lu mantan wanita gersek,sekarang gimana tu bukan lu aja yang kepengen tapi istri lu juga.
''Adek belum bisa Dek kondisi Adek masih lemah''.ucapnya menenagkan.
''Tapi Salsa pegen Bang.apa Abang tidak megiginkan Salsa''?.lirihnya malu-malu tapi mau.sambil menunduk.
Dasar Jhonsen yang memiliki iman yang cetek,doi tidak mungkin bisa menahan,karna Salsa yang memintanya duluan.laki-laki itu langsung saja menyerbu bibir Istrinya.
Lenguhan kecil keluar dari bibir istrinya. membuat laki-laki itu semakin menggila.degan cepat Jhonsen mengangkat tubuh Salsa menuju tempat tidur.
''Jagan salah kan Abang jika Abang tidak bisa menahannya Dek,karna Adek yang memancing Abang''.lirihnya sambil membuka seluruh pakaian sang istri.
''Beri tau Abang jika Abang menyakiti Adek''. ucapnya sambil terus bermain.
Hinga beberapa saat mereka bermain,sebenarnya Jhonsen merasa belum puas namun laki-laki itu degan terpaksa mempercepat pelepasannya,karna iya takut akan menyakiti istrinya dan juga janinya.
''Makasih sayang''.lirihnya degan nafas yang memburu.tagannya terulur mengusap kening istrinya yang berkeringat.
*****
''Adek kenapa''?..paniknya saat melihat istrinya itu meringis memegangi perut.
''Adek sih bandel,udah dibilang ngak mau dengar kan gini jadinya''.Jhonsen berbicara sambil membopong tubuh sang istri kemudian iya letakkan diatas tempat tidur.setelahnya Jo langsung berdiri dan mencari pakaiannya dan pekaian sang istri.
Setelah selesai memakai pakaiannya Jhonsen degan cepat berjalan menuju kopernya dan megambilkan obat untuk istrinya itu.
''Minum obat dulu sayang''.karna rasa sakit yang iya rasakan,Salsa sampai tidak mau menolak obat yang diberikan suaminya.sepahit apa pun obat yang disodorkan suaminya iya akan tetap memakannya untuk saat ini.
''Sekarang tiduran kalau sakitnya masih berlanjut kita kerumah sakit''.
''Gimana Dek apa masih sakit''?..Tanya Jhosen setelah beberapa saat Salsa meminum obat.
''Sudah agak mendingan Bang''.lirihnya sambil meringkuk didalam selimut dan memejamkan matanya.
Jhonsen mengusap-usap kepala sang istri lembut hinga wanita itu terlelap.
Setelah memastikan istrinya terlelap,Jhonsen mengecup kening Salsa kemudian turun keperut.mengecup lembut perut rata istrinya.kemudian beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar.
''Nak Jo Salsa mana''.tanya Emak yang baru saja keluar dari kamar.
''Tidur Buk''.
''Oh..ya sudah Emak kedapur dulu''.
__ADS_1
Jhonsen menganguk kemudian berjalan keluar rumah dan duduk dikursi kayu yang ada didepan rumah.
''Ini kopinya Nak''.Emak meletakkan satu gelas kopi dan satu piring pisang goreng untuk menemani Jhonsen bersantai disiang itu.
''Makasih Buk''.
''Iya sama-sama Mak masuk dulu''.
''Iya Buk''.balas Jhonsen sambil meraih satu buah pisang goreng dan memakamnya sedikit demi sedikit,karna pisang gorengnya masih panas.
''Nak Jo ngapain disisni sendirian''?..Abah bertanya dan ikut duduk disamping menantunya itu.
''Ngak ada Pak''.
''Salsa Mana''.
''Tidur''.
''Oh''..jawab Bapak singkat.
''Nak Jo disana kerja apa''.?..
Ya memang kenyataan bahwa kedua orang tua Salsa belum mengetahui apa pekerjaan menantunya itu.
''Dokter bedah Pak''.jawab Jhonsen singkat namun mampu membuat bapak outo terkejut.
''Dokter''.lirihnya degan nada takjup dan juga merasa rendah diri.
''Iya Pak,emang kenapa''?..tanya Jhonsen sambil menatap wajah mertuanya itu.
''Ngak ada nak Jo,Bapak cuma merasa minder aja harus berdekatan sama seorang Dokter setampan dan sebaik Nak Jo.apa lagi Nak Jo adalah menantu saya,Nak Jo seorang Dokter, sementara kami dari kalagan biasa apa mungkin Anak kami pantas untuk Nak Jo''?
πΉπΉπΉπΉ
Apa tanggapan mu Jhosen atas pertanyaan Abahnya Salsa.
Yu simak par selanjutnya.
Jagan lupa hadiah like vote and komen makasih.πππ
Bay..bay...
Yuk mampir novel outhor yang lain.πππ
Tbc.
__ADS_1