Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par95


__ADS_3

"Hai Zian,ternyata kau ada disini"?.. sudah lama sekali kita tidak bertemu''.


Zian langsung mendengus saat melihat wanita didepannya.sudah berkali-kali Dewi merayunya bahkan wanita itu pernah datang malam-malam keapartemen miliknya. namun bukannya suka Zian malah jijik melihat wanita didepannya.


''Waaahh...dia wanita yang tega meningalkan suaminya dan pergi dengan laki-laki lain"?.Dewi langsung menatap Salsa dengan senyum mengejek dibibirnya.


Namun Salsa yang sama sekali tidak mengenal Dewi hanya menatap wanita didepannya dengan tatapan binggung.


Hatinya yang kalut dan pikirannya yang hanya tertuju pada sang Jhonsen.membuatnya tidak bisa memikirkan yang lain.dengan langkah pasti iya langsung melakngkah-kan kakinya meninggalkan Zian dan juga Dewi memasuki rumah sakit.entah kenapa semakin kesini hatinya semakin tak menentu dan kawatir.


''Hey...mau kemana kamu''?..Dewi mencoba untuk menghentikan langkah Salsa namun dengan cepat ditarik Zian kemudian bersuara.


''Jagan pernah kau menyentuh Adikku''.ucapnya penuh dengan penekanan.


"Ha...ha...sejak kapan kau mempunyai Adik"?.. kau bahkan hanya anak tunggal.kau ini lucu sekali'..apa mungkin seorang laki-laki dewasa berhubungan dekat hanya sebagai Adik dan Kakak''.ucapnya sambil tersenyum mengejek.


"Itu sangat mustahil Zian".


"Perempuan gila".setelah mengatakan itu semua Zian langsung melangkah memasuki rumah sakit. untuk menyusul Adiknya itu.iya sangat kawatir jika Salsa akan mendapatkan perlakuan Buruk dari keluarga Suaminya. ditambah lagi wanita itu akan shok saat mengetahui jika Jhonsen sedang memgalami kecelakaan.


"Puas kamu sekarang"?.


Saat melihat Salsa menyusuri lorong dan melangkah menuju ruagan suaminya bertepatan dengan Wita yang baru saja keluar dari ruagan Dokter.


''Apa maksudnya Bu''?.tanya Salsa dengan wajah binggung


''Cih...kau masih mau berpura-pura"?..gara-gara kamu anak saya sampai kecelakaan''.


''Duaarrr''.

__ADS_1


Bagaikan petir disiang bolong mendengar itu semua membuat tubuh Salsa langsung lemas dan terduduk dilantai rumah sakit.dengan tagan kanan yang menopang didinding rumah sakit.untuk menahan bobot tubuhnya.


"Dimana Abang Bu"?...tolong beri-tahu Salsa Bu"!!.. Salsa mohon".lirihnya sambil berinsut dan bersujut dibawah kaki wanita yang sama sekali tak pernah suka padanya .namun Salsa sama sekali tidak pernah dendam dengan mertuanya itu karna walau bagai mana pun Wita tetaplah ibu dari suaminya.yang harus iya sayangi dan juga harus iya hormati.


Wita tak menjawab iya langsung melangkah kan kakinya meninggalkan Salsa yang kini hanya mampu menangis dilantai rumah sakit.


''Ayo bagun Dek''.Zian yang berlari menyusul Salsa dan langsung membantu Wanita yang sudah dianggap seperti adiknya itu berdiri.


''Abang Kak...Abang''.


''Iya Kakak tau sekarang ayo berdiri dulu,tenangkan diri Adek.setelahnya kita akan mengunjungi tuan''.


''Kak apa Salsa masih pantas untuk menemui Abang''?..Salsa yang menyebabkan ini semua Kak''?


''Jagan dipikirkan itu dulu, sekarang ayo berdiri kita akan menemui Tuan".


"Lepaskan saja Kak. Salsa bisa sendiri Kok.Salsa takut akan terjadi kesalah pahaman nanti".


"Ok baiklah pelan-plan jalannya''.entah kenapa melihat Salsa berjalan dengan perutnya yang sudah membuncit, namun tubuh wanita itu tetap kurus.jika dilihat bukan seperti orang hamil.melainkan seperti remaja yang terkena busung lapar.untung saja tubuh Salsa tinggi dan juga wanita ini memiliki wajah yang sagat cantik dan imut. jika tidak entahlah lengkap sudah hidup wanita muda ini.


''Abang dimana Kak''?.bertanya dengan nada panik bahkan air matanya tak henti-henti menetes dengan bibir yang pucat dan tubuh yang bergetar ketakutan.


Bukan takut pada mertuanya atau apa pun melainkan takut terjadi sesuatu pada suaminya.


''Saya belum tau Nona''.mendengar jawaban Zian Salsa mengernyitkan keningnya.


''Maaf Nona ini sudah kawasan keluarga Alex dan ini juga sudah termasuk ranah pekerjaan saya''.


Salsa hanya menganguk kemudian kembali menoleh kakiri dan kekanan.

__ADS_1


Matanya membola saat melihat suatu ruagan sangat jelas terlihat jika Azkan, Ibu mertuanya dan juga Daddy Jhonsen. berdiri dengan wajah panik dan sedih disana.


''Abang''.Salsa langsung berlari saat melihat seseorang yang keluar dari ruagan IGD dengan ditutupi kain putih.


''Abang ini Salsa Bang bagun..bagun Bang...''.Salsa langsung berlari menghampiri tubuh yang sudah kaku dan tak bernyawa itu.


''Bagun Abang ini Salsa..bagun...hiks...hiks...bagun...jagan diam saja''.


''Ayo marah sama Salsa. jika Salsa punya salah sama Abang. jagan diam bagun...''.


''Salsa''.suara seseorang memanggil dirinya tak membuat wanita itu menoleh sedikit pun.


Salsa hanya terus menangis dan meraung hinga membuat siapa pun yang melihatnya ikut bersedih dan menangis.


''Maaf Nona anda siapanya pasien''?...


''Saya istrinya Dokter kenapa Dokter tidak bisa menyelamatkan suami saya"?.. bukankah suaminya saya selalu menyelamatkan orang lain"?...,lalu kenapa kalian tidak bisa menyelamatkannya"?.Salsa terus saja meraung bahkan memukul-mukul dada Dokter yang ada didepannya.


"Maaf Nona dia"!!...


🌹🌹🌹🌹🌹


😭😭😭😭


Jagan lupe like hadiah Vote and komen makasih.


Bay..bay...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2