Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par48


__ADS_3

Mendegar pertayaan Jhonsen nafas Tantri tercekat,pasalnya Salsa berpesan agar iya tidak memberitahukan Jhonsen jika sekarang Iya ada disini.Salsa bilang iya tidak mau menggangu suaminya, karna sekarang suaminya sedang berada dirumah orang tuannya,awalnya Tantri menolek tapi setelah Salsa memohon degan terpaksa Tantri menyetujuinya.


''Hai hello aku bertanya pada mu apa kau mendegarku''?...


''Eeehh...iya maaf tadi nanya apa ya''?..


''Apa kau bersama istri ku''?.lagi-lagi Jhonsen bertanya sambil menatap wajah Tantri.


''Tidak meemangnya kemana Salsa''?..degan terpaksa Tantri berbohong.


''Apa kau serius''?.bertanya sambil meneliti wajah Tantri.


Jhonsen bukanlah orang yang bidoh doi tau jika Tantri sekarang berbohong,tapi mungkin sahabat istrinya itu punya alasan kenapa iya harus berbohong.


''Ya aku serius''.


''Ya sudah kalau begitu,oh ya siapa tau Salsa mendatangimu beritahu aku mencarinya''.


Setelah megatakan itu Jhonsen pergi menuju meja resepsionis.


Sementara Tantri degan cepat berlari masuk kembali kedalam ruagan sahabatnya,niatnya igin membeli sarapan iya urungkan doi takut ketemu lagi degan Jhonsen.


''Sus tolong carikan pasien atas nama Salsabila''.pinta Jhonsen sambil berdiri didepan meja resepsionis.


''Baik Dokter''.seorang suster degan cepat megotan atik komputer yang ada didepannya.


''Ada Sus''?Jhonsen bertanya degan nada tak sabar,hatinya harap-harap cemas,iya sagat kawatir telah terjadi sesuatu degan istrinya.


''Ada Dok,Salsabila nama suaminya Miko Zen''.


''Siapa nama suaminya''?.Jhonsen bertanya degan wajah yang sudah memerah menahan emosi.


''Miko Zen Dokter,memangnya ada apa degan pasien ini''?..tanya Suster sambil menatap Jhonsen binggung,karna tidak seperti biasanya seorang Jhonsen,Dokter paling jutek kepo degan urusan pasiennya.


''Sakit apa dia''?.Jhonsen bertanya sambil berusaha menahan emosi.


''Pasien yang bernama Salsa tidak sakit Dokter,kemaren iya hanya pingsan saya rasa untuk kehamilan ditrimester pertama itu sagat wajar''.


''Deek''.


Hamil jantung Jhonsen rasanya berhenti berdetak,hamil anak siapa"?..yang Salsa kandung apa kah anaknya tapi kenapa disurat keteragan pasien nama suami Salsa bukan nama dirinya melainkan nama laki-laki lain,apa mungkin istrinya itu memiliki hubugan degan laki-laki lain.memikirkan itu semua membuat darah Jhonsen rasanya mendidih.


''Berada diruagan nomor berapa''?.mendegar pertanyaan Jhonsen Suster wanita itu megerutkan dahinya bigung,apa hubugan wanita yang bernama Salsa degan seorang Jhonsen Alex Sander.


"Ruagan nomor berapa"?bentak Jhonsen kuat karna sang Suster belum juga menjawab.

__ADS_1


"Ruagan Mawar nomor***Dok".menjawab degan nada gugup.


Setelah mendegarkan jawaban dari petugas resepsionis Jhonsen degan cepat menuju ruagan perawatan istrinya.


*****


"Ayo Sal lu sarapan dulu dikit aja"


"Gue gak".perkataan Salsa terhenti karna Jhonsen membuka pintu ruagan perawatan Salsa degan kasar.


"Abang".lirih Salsa sambil berusaha untuk duduk.


"Anak siapa yang kamu kandung ha...jawab Abang"?.Jhonsen berbicara sambil mencengkram wajah pucat istrinya degan kuat.


Air mata Salsa langsung menetes,sakit sekali hatinya mendegar suaminya tidak megakui Anaknya sendiri darah dagingnya sendiri.


"Jawab Abang Dek kenapa diam saja".lagi-lagi Jhonsen membentak istrinya.


Tantri yang ada dibelakang sahabatnya ikut merigis dan merasa kasihan degan Salsa,tapi iya tidak bisa berbuat apa-apa karna ini urusan rumah tanga sahabatnya.


Salsa tetap diam hatinya sudah terlanjur sakit mendegar perkataan tajam dari suaminya,hatinya yang sensitif mungkin terjadi karna perubahan hormon karna kehamilannya,membuat iya hanya bisa menangis tampa bisa menjawab sepatah katapun,hinga membuat Jhonsen bertambah murka.


"Ha...ha...kau tau Dek"?..Abang mencarimu semalam-man seperti orang gila,tapi teryata kamu kerumah sakit degan laki-laki lain,dan yang paling megejutkan teryata nama laki-laki yang tertera sebagai suami mu bukan Abang melainkan orang lain,Jhonsen kembali terkekeh air matanya sudah mulai menetes kemudian kembali berkata.


"Abang pikir Adek lebih segala-galanya dari Istri pertama Abang,tapi teryata kalian sama".


"Plak". satu tamparan mendarat diwajah Jhonsen.


"Adek menampar Abang"?bertanya sambil terseyum sinis.


"Ya Salsa menampar Abang karna semua ucapan Abang sudah sagat keterlaluan,dan rasa sakit yang Abang rasakan tidak sebanding degan rasa sakit yang Salsa rasakan".setelah megetakan itu semua Salsa menarik jarum infus yang menancap ditagan kirinya.


Membuat Tantri yang mesih berdiri diruagan sana terpekik kaget.


"Salsa apa yang lu lakukan".


Salsa tak menjawab pertanyaan sahabatnya,iya mencoba untuk berdiri dan melangkah keluar ruagan,Tantri megikutinya dari belakang kemudian membantu sahabatnya itu untuk berjalan.


Jhonsen yang ada dilaman ruagan megusap wajahnya degan kasar setelah menyadari jika Salsa sekarang sudah tidak ada didalam ruagan.


Degan cepat iya berlari untuk mencari keberadaan sang istri.


"Dek".Jhonsen memanggil istrinya degan setegah berlari.


"Jo ikut Mommy sekarang".entah dari mana datangnya ibunya tersebut hinga membuat Jhonsen mendesah Frustasi kemudian doi tetap melangkah untuk pergi megejar istrinya.

__ADS_1


"Jo mau kemana kamu"?..Jhonsen tidak perduli iya terus saja menaiki Life menuju lantai dasar rumah sakit.


"Salsa tunggu Abang Dek".panggil Jhonsen degan suara kuat saat melihat istrinya sudah hampir menaiki Taxi.


Mendegar suara Jhonsen yang begitu kuat Salsa menoleh,begitu juga degan orang-orang yang ada disana juga ikut menoleh.


"Maafkan Abang jagan pergi,kita bisa bicarakan ini baik-baik jika memang Anak yang ada didalam rahim Adek bukan anak Abang,Abang tetap bersedia merawatnya Dek.tapi berjanjjlah jagan pernah lakukan ini lagi jagan pernah menduakan Abang lagi Dek".


"Jo apa yang kamu lakukan".pekik Wita saat melihat dan mendegarkan apa yang anak laki-lakinya katakan.


"Siapa wanita ini Jo dan apa maksud kamu mau bertanggung jawab degan anak yang dikandungnya,meskipun itu bukan anak kamu".


"Mom plis diam Mom".


Salsa menatap wanita modis didepannya, meskipun sudah tidak muda lagi tapi wanita ini masuh tetap cantik dan elegan,Inilah mertuanya wanita yang telah melahirkan suaminya ayah dari anaknya,Salsa terseyum miris mentertawakan pikirannya sendiri Ayah dari anaknya bahkan suaminya sendiri tidak mempercayai jika itu adalah darah dagingnya.


''Jeny hamil Jo,Jeny hamil anak kamu.Kamu jagan bodoh Jo kamu igin bertanggung jawab degan wanita yang bahkan tidak megandung darah dagingmu,dan kamu igin menunggalkaan wanita yang sedang mgandung darah dagingmu Jo apa kamu gila''?


Mendegar ucapan ibu Jhonsen nafas Salsa rasanya tercekat,air matanya juga sulit untuk berhenti,beberapa kali iya menghapusnya tapi air matanya tetap saja menetes.


''Mom jagan bicara asal Jo gak pernah meniduri Jeny Mom''.Jhonsen berbicara degan penuh emosi,iya sudah tidak memikirkan lagi tentang propesinya,bahkan orang-orang banyak yang menatap mereka penuh tanya Jhonsen tidak perduli yang penting istrinya tidak pergi meninggalkannya.iya bisa gila jika Salsa pergi lagi,iya juga sudah tidak perdulu anak siapa yang dikandung istrinya.


''Jo kamu berani mmbentak Mommy hanya karna wanita murahan ini".Wita berbicara sambil menunjuk kearah Salsa yang berdiri mematung degan dibantu Tantri.


"Dia istri Jo Mom".


Mendegar perkataan Jhonsen Mommy Wita terpaku sejenak kemudian berkata.


"Istri yang megandung anak laki-laki lain"?


🌹🌹🌹🌹🌹


Astaga Babang Jo kalau sudah cemburu suka kelewatan.


Boleh lah minta hadiah Like vote and komen


Makasih


Bay...bay...😍😍😍


Jagan lupa mampir dikarya outhor yang lain gak kalah seru lho.


Hasil karya outhor murni dari khayalan outhor sendiri,tapi maaf masih banyak kekuragan soalnya langsung ketik langsung diupdet he...he...makasih untuk pembaca setia.


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2