
Malam menjelang
Setelah pulang dari sawah Salsa langsung kedapur untuk membantu Emak menyiapkan makan malam.
Sementara Jhonsen. laki-laki dewasa itu sedari tadi sudah menggerutu.bagai mana tidak ''?..sedari tadi saat disawah miliknya sudah berdiri,tapi sampai hampir malam iya belum juga mendapatkan apa yang iya iginkan.
''Kenapa''?.tanya Abah saat melihat menantunya itu mondari-mandir didepan pintu kamar.
''Eh..Bapak?..gak ada Jo cuman lagi pegen olah raga saja''. jawabnya asal yang membuat Abah menggelengkan kepalanya.menantunya ini sagat suka betingkah aneh.
''Ya sudah Abah kesana dulu''.ucap Abah sambil berjalan menjauhi Jhonsen.
''Oh..ya Allah entah sampai kapan gue harus menunggu?..sabar ya jenior sarang lho masih sibuk''.lirihnya sambil pergi kekamar mandi untuk menenagkan otaknya yang sudah ngacir kemana-mana.
''Om''...panggil Salsa tapi tak ada jawaban.
''Om''... Salsa masuk kedalam kamar mencari keberadaan Jhonsen tapi tidak ada.
''Kemana dia''.perlahan Salsa melangkah kearah kamar mandi,saat mendegar suara gemercik air.
''Tok...tok...tok...
''Om apa ada didalam''?.hening tak ada jawaban.
''Ceklek''...
''Awww''..pekik Salsa karna Jhonsen langsung menarik tagannya.
''Apaa''...ucapan Salsa terhenti karna Jhonsen sudah ******* bibirnya terlebih dahulu.
''Heemm''.******* Salsa tertahan karna bibir laki-laki itu tidak lepas dari bibirnya.tapi tagan Jhonsen sudah bergerilia kemana-mana.
''Tok...tok..tok...
''Salsa...Salsa...Salsa''...
Seketika ciuman mereka terlepas karna mendegar pintu yang digedor secara bertubi-tubi.
''Aseem''.umpat Jhonsen sambil mengusap kepalanya kasar.
Salsa hanya menatap laki-laki dewasa didepannya sekarang degan cengiran malu-malu.
Kemudian melangkah keluar dari kamar mandi.
''Krek''...
Saat Pintu terbuka menampilkan wajah yang membuat semua orang jengkel.Zul,Josep,dan Angga.berdiri didepan pintu kamar degan wajah menyebalkan.
''Ada apa''?.tanya Salsa sambil melangkah keluar.
__ADS_1
''Disuruh makan sama Emak''.jawabnya sambil melongokkan kepalanya kedalam kamar.
''Laki lu mane''?.tanya Angga sambil ikut melongok kedalam kamar.
''Ada lagi mandi''.
''Ya sudah kalian kesana dulu entar gue nyusul''.ucap Salsa yang diangguki ketiga sahabat minim Akhlaknya itu.
''Sayang tolong ambilkan handuk''.terdegar suara Jhonsen dari kamar mandi setelah Salsa menutup pintu kamar kembali.
''Iya bentar''.berbicara sambil mengambil handuk didalam lemari.
''Ini''.
''Masuk sayang''.
''Ini Om''.Salsa engan untuk masuk takut kejadian tadi terulang lagi.
Lagi pula iya benar-benar malu sekarang.bisa-bisanya iya mendesah.ya ampun mengingatnya saja membuat wajah wanita itu bersemu merah.
''Masuk sayang''.Salsa menarik nafasnya panjang. suaminya ini sagat suka memaksa.
''Grep''...degan cepat Jhonsen menarik tagan Salsa.setelah Salsa membuka pintu kamar mandi.
''Aww..Om..Emmm...Salsa memukul-mukul dada Jhonsen karna laki-laki itu lagi-lagi ******* bibirnya.entah lah laki-laki dewasa ini sudah tergila-gila degan bibirnya.
''Panggil sekali lagi''.
''Panggil sekali lagi''.lirih Jhonsen masih tetap memeluk pinggang ramping yang ditutupi gamis sar'i dan hijap panjang sampai keperut.
''O...eh...maaf Salsa lupa..Abang''.menjawab sambil cengegesan.
''Good baby.jagan salah lagi atau Abang akan menghukum Adek didepan semua orang''.ucapnya sambil menyambar handuk ditagan Salsa.kemudian membuka pakaian dalam didepan Salsa degan santainya, membuat wanita itu lagi-lagi terpekik saat melihat junio laki-laki didepannya sagat menekutkan. Salsa langsung bergidik dan lari keluar kamar mandi membuat Jhonsen tertawa geli melihat kepolosan istrinya.
''Dasar tidak tau malu''.gerutunya sambil melangkah keluar kamar.
''Suami kamu mana Nak''?..ayo ajak makan''.
''Bentar lagi keluar kok Mak''.jawab Salsa sambil mendudukkan bokongnya dikursi.
π₯π₯π₯
Makan malam telah berlalu sekarang kedua manusia berbeda jenis itu sedang berada didalam kamar.
Sementara ketiga sahabat Salsa sudah pulang sedari tadi karna mereka besok harus kuliah.
πΉπΉπΉπΉ
''Sayang Abang boleh kan minta hak Abang malam ini''?..berbicara sambil mendekati sang istri.Salsa hanya menganguk karna bagai mana pun Jhonsen adalah suaminya sekarang yang harus iya patuhi dan harus iya layani degan sepenuh hati.
__ADS_1
''Yes''...pekiknya girang.
Degan cepat laki-laki itu merangkak mendekati Salsa.
''Cup''satu kecupan dikening,pipi kiri dan kanan,dagu kemudian bibir wanita yang kini sudah resmi memjadi istrinya itu.
Seketika tagan Jhonsen perlahan menarik hijap panjang yang masih Salsa kenakan.
''Masya Allah wanita ini benar-benar cantik''.batinya.sambil menatap istrinya tanpa berkedip.
''Kenapa''?.. tanya Salsa heran. kenapa laki-laki didepannya ini hanya diam terpaku.
''Kamu benar-benar cantik Sayang''.lirih Jhonsen membuat wajah Salsa memerah.
''Tok...tok...tok...
Jhonsen mendesah panjang.karna lagi-lagi pintu kamar mereka diketuk.
''Ada yang ngetuk pintu, sebentar Salsa buka dulu''.
''Eh...setan. kenapa susah sekali buat ngedapetin madu asli''.gerutunya sambil berbaring frustasi.
''Ada apa Mak''?.tanya Salsa saat melihat Emak berdiri didepan pintu kamar.
''Anu Nak, ada yang nyari Nak Jo didepan''.
''Mencari Om''?.lirih Salsa heran.
''Ya sudah.sebebentar Mak Salsa panggilkan''.berbicara sambil melangkah memanggil Jhonsen.
''Bang ada yang nyari-in diluar''.Salsa berbicara sambil mengambil hijap yang tergeletak diatas kasur yang tadi sempat dilepas suaminya.
''Siapa''?. Jhonsen bertanya degan nada malas.
''Gak tau Salsa kan masih disini''.
''Temuin gih gak enak ditungguin''.
πΉπΉπΉπΉπΉ
Nah siapa tu yang datang hayo ada yang tau''.?...
Pada penasaran kan?..
Kalau penasaran kasi hadiah dulu dong like vote komen makasih sampai jumpa.
Bay...bay...πππ
TBC.
__ADS_1