
''Iihh..ternyata disini".geram Jhonsen saat melihat sang Istri makan dengan lahapnya dikantin rumah sakit.
"Dek".
"He..he...Abang".lirih Salsa sambil menyengir kuda.
"Makan Bang".lirihnya sambil menyodorkan piring makannya, didepan Jhonsen yang kini sudah berwajah masam.
''Sudah selesai''.tanya Jhonsen dan ikut duduk disamping sang Istri.
''He..he..sudah Bang''.lirihnya dan langsung berdiri.
''Ayo pulang''.ajak Jhonsen sambil mengandeng tagan Istrinya itu.
''Bayar dulu Bang''.
''Belum dibayar''?..tanya Jhonsen sambil mengeryit heran.
''Belum Salsa kan ngak punya uang he..he..''.Jhonsen outo tepuk jidat melihat tingkah konyol istrinya, jika sudah kumat kegilaan Salsa alamat Jhonsen bakalan kerepotan nanti.
"Sebentar Abang bayar dulu, Adek jagan kemana-mana".lirihnya sambil merogoh saku celananya dan megambil dompet kemudian melangkah menuju kasir.setelah selesai membayar makanan Salsa.laki-laki itu kembali mendekati sang Istri.
"Ayo sayang".ajaknya yang diikuti Salsa.
****
Sesampainya didepan ruagan, Jhonsen langsung dipanggil seorang perawat untuk menagani korban kecelakaan, yang harus dioprasi secepat mungkin.
"Apa tidak ada Dokter yang lain"?.tanya Jhonsen karna iya benar-benar kasihan melihat istrinya itu.
"Tidak ada Dokter".
Jhonsen mendesah pelan kemudian menatap istrinya dan berkata.
"Sayang masih bisa nungguin Abang kan"?..lirihnya.
"Bisa,Abang kerja Aja Salsa nunggu disini".ucapnya kemudian kembali membuka suara.
__ADS_1
"Bang Salsa minta duit boleh"?..sudah menegadahkan tagan sambil mengedip-ngedipkan matanya.
Membuat suster yang baru saja memanggil Jhonsen, menahan senyum melihat tingkah istri atasannya itu.
''Adek mau kemana lagi"?..jagan kelayapan nanti Abang susah nyarinya''.ucap Jhonsen dengan wajah lelahnya.karna hari ini tugasnya menjadi double.selain mengerjakan tugas rumah sakit. Jhonsen juga harus mengurusi sang istri yang selalu menghilang entah kemana''?..
''Salsa ngak kemana-mana kok Bang''.
''Trus uangnya untuk apa''?.
''Untuk makan lah Bang untuk apa lagi''.
''Jagan kelayapan lagi Dek,Abang pusing nyarinya''.
''Ya sudah kalau ngak dikasi''.lirihnya sedih sambil melangkah masuk kedalam ruagan suaminya.
''Ini''.Jhonsen dengan cepat menarik tagan istrinya itu,kemudian menyerahkan uang seratus ribu sebanyak lima lembar.
"Banyak baget Bang, Salsa cuman mau dua puluh ribu".
"Haduh".Jhonsen igin menghilang saja sekarang, uang dua puluh ribu dapat apa cobak"?.. dan dimana Jhonsen harus mencari uang pecahan dua puluh ribu"?..
"Udah Adek simpan aja Abang sekarang sedang buru-buru".
''Makasih Abang''.ucapnya sambil meraih uang yang diberikan suaminya.
''Igat Adek jagan kemana-mana''.pesannya lagi kepada istrinya itu.
''Iya''.
Setelah mendengar jawaban sang Istri Jhonsen langsung melangkah pergi menuju ruangan operasi.
Sudah hampir pukul sepuluh malam Jhonsen belum juga selesai dengan pekerjaannya. membuat Salsa terkantuk-kantuk diruagan suaminya.
Padahal wanita itu sedari tadi sudah duduk lama dimushola untuk sholat dan membeca Al Qur'an.bahkan sudah kekantin juga.namun suaminya itu belum juga selesai dengan pekerjaannya.
"Sayang".panggil Jhonsen sesaat setelah dirinya selesai melakukan pekerjaannya dan langsung pergi menuju ruagannya untuk menemui istrinya itu.
__ADS_1
Hati Jhonsen terenyuh saat melihat istrinya tertidur meringkuk dikursi panjang yang ada didalam ruagannya.
Satu kecupan iya hadiahkan untuk sang Istri. kemudian melangkah kedalam kamar mandi dan mandi disana,selang beberapa Saat Jhonsen sudah keluar dari kamar mandi sudah lebih segar dan wangi.
Perlahan kakinya melangkah mendekati sang Istri,sudut bibirnya tertarik sedikit saat melihat istrinya itu mengigau disela tidurnya. entah apa yang diimpikan wanitanya itu hinga membuat Salsa memanyunkan bibirnya.
"Sayang bagun".ucapnya sambil mengusap pelan wajah cantik sang Istri.
Namun wanita itu tetap tidak tergangu dalam mimpi indahnya.
Akhirnya degan terpaksa Jhonsen mangankat tubuh istrinya sepanjang koridor rumah sakit.untuk menuju parkiran.
membuat siapa pun yang melihatnya memiliki pikiran yang beragam-ragan.
Ada yang berpikir jika sang Dokter tampan itu sedang mengendong Adiknya yang sakit,karna hampir semua rekan kerja Jhonsen tidak mengetahui jika laki-laki itu kini sudah menikah lagi.bagi beberapa perawat yang sudah tau malah jadi ikutan baper melihat kemesraan pegantin baru itu.
''Waah..Dokter Jhonsen Adiknya kenapa''?..akhirnya ada juga yang nyeletuk menanyakan hal yang membuat Jhonsen langsung meringis.kemudian menjawab.
''Dia istri saya''.
''Widih keren dapat daun muda cantik lagi''.celtuk perawat yang laki-laki.
Doi ngak tau aja jika sang Dokter paling parno saat mendengarkan istrinya dipuji oleh seorang peria.
''Hem''.hanya deheman yang keluar dari mulut seorang Jhonsen dan langsung berjalan keluar dari rumah sakit.menuju parkiran khusus untuk dokter yang bekerja dirumah sakit itu.
''Tuan''.
''Setan kau Zian kau selalu membuat ku terkejut''.umpatnya sambil menatap Zian kesal.
''Sengaja tuan''.
''Kenapa kau mencariku''?..
πΉπΉπΉπΉ
Jagan lupa like vote and komen makasih.
__ADS_1
Bay..bay...ππππ
Tbc.