Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
Happy Ending


__ADS_3

Hari berganti-hari bulan berganti bulan dan sekarang kandungan Salsa sudah masuk bulan kesembilan. wanita muda itu sudah terlihat lebih sulit beraktifitas.tubuhnya yang tinggi langsing mebuatnya sangat kesusaha saat bergerak.namun Jhonsen adalah tipikal laki-laki yang sangat perhatian dan juga posesif.


Semua yang ingin dilakukan oleh sang istri harus atas persetujuannya dan juga atas bantuannya. jika tidak Salsa hanya diizinkan dirumah saja dan saat pagi wanita itu hanya berjalan disekeliling komplek disekitaran rumah mereka.


Bahkan kedua mertuanya sama sekali tidak iya izinkan untuk pulang. itu semua iya lakukan karna takut istrinya itu kabur kembali.


''Bang Salsa mau jalan-jalan kemall boleh ngak''?..bertanya sambil berbaring dipaha suaminya itu.


''No sayang,Abang ngak mau nanti Adek malah beranak disana,bisa bahaya nanti''.


''Yah gagal deh jalan-jalannya''.Salsa mendesah panjang, sambil menarik-narik kaos yang suaminya kenakan.


''Geli Dek,ini lama-lama baju Abang bisa kebuka karna Adek tarik terus''.


Salsa tak bergeming iya terus dengan aktifitasnya.


''Udah sayang,Adek jangan memancing. nanti Abang khilaf gimana''?..Adek kan lagi hamil besar sayang''.


''Bodo''.


''Iiiihhh...bandel ya istri Abang''?.Jhonsen berbicara sambil mengusap-usap perut buncit sang istri.


''Sayang''.


''Hem''.


''Boleh ya sekali aja,soalnya kalau adek udah lahiran bakalan lama Abang puasanya".


"Boleh ngak ya"?..Salsa berbicara sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan tersenyum jahil.


Namum senyuman itu menghilang saat matanya bersitatap dengan mata tajam suaminya.yang tampa sadar sudah mengukung tubuhnya,tampa bicara sepatah katapun Jhonsen langsung ******* bibir istrinya lembut dan menuntut


Nafasnya memburu menahan gejolak yang kian memuncak.semenjak kehamilan istrinya laki-laki itu jarang melakukan hubungan badan. alasannya do'i takut istri dan Bayinya kenapa-napa.


''Sayang boleh ya Abang akan pelan-pelan''.Salsa hanya menganguk iya tidak tega melihat wajah memelas suaminya itu.


''Yes''.menjawab dengan nada semagat sambil membuka seluruh pakaiannya.


''Bismillah hirohman nirrohim''.Setelah mengucapkan biismillah,Jhonsen langsung menyatukan inti tubuh mereka, tentunya setelah melakukan pemanasan beberapa saat.


Jhonsen mengeram nikmat sambil mengerakkan pinggulnya dengan pelan.


''Aaaahh...sayang....kau semakin ****''.rancaunya disela-sela permainan.


Hinga beberapa menit setelahnya laki-laki itu mulai mempercepat gerakannya namun masih dengan cara lembut.


"Aaaahhh...sayang ".erangan panjang mengakhiri permainan mereka sere itu.


''Makasih sayang''.lirih Jhonsen dengan nafas yang memburu sambil mengecup kening istrinya dalam.


''Iya Bang''.lirih Salsa sambil tersenyum manis.


''Ayo mandi Abang bantu''.Jhonsen langsung membopong tubuh istrinya menuju kamar mandi. bahkan laki-laki itu membantu istrinya untuk membersihkan diri sampai selesai. setelahnya barulah iya mandi.


Selesai mandi suami Salsa itu juga mengangkat tubuh yang berbalut handuk itu meskipun handuk yang menutupi tubuh istrinya tidak tertutup dengan baik. karna dihalangi oleh perut buncit sang istri.


''Tunggu disini sayang''.


''Addduuuh Bang sakit''.Salsa meringis saat merasakan sakit diperutnya.


''Kamu kenapa sayang''?.Jhonsen bertanya dengan nada panik,sambil meneliti tubuh istrinya.


''Adek''. darah sayang''.laki-laki itu langsung terpekik saat melihat ada noda darah yang menempel dihanduk putih yang dikenakan istrinya itu.saat dirinya menyibakkan handuk karna ingin mengecek tubuh istrinya.


"Tunggu Abang sebentar sayang,Abang akan pakai baju dulu".setelah mengatakan itu semua.Jhonsen langsung ngacir menuju ruang ganti.dan kembali sambil membawa baju ganti yang nyaman untuk istrinya.


"Ibu...Abah...tolong".setelah selesai mengenakan pakaian untuk sang istri,Jhonsen langsung mengendong istrinya itu sambil menjerit seperti tarzan memanggil kedua mertuanya.


''Ada apa Nak''.panik Emak saat melihat putrinya berada digendongan Jhonsen.


"Kita kerumah sakit Bu, sepertinya istri Jo mau melahirkan".


"Abah..Abah"...Emak juga ikut menjerit mengalahkan sang menantu tampannya itu.membuat Abah yang berniat mengenakan sarung, langsung berlari keluar, pungkang, lintang, dengan celana kolor pendek sepaha.


"Ayo cepat Bah".kerna panik Emak sama sekali tak menyadari jika suami yang sedang digandengnya itu kini hanya memakai kolor.


"Allah huakbar, Bah itu kenapa pakai celana kolor gitu"?...Salsa yang sudah tidak merasakan sakit,langsung protes melihat pak kumisnya hanya memakai kolor bercorak doraemon.


"Aduh".Jhonsen langsung menepuk keningnya, sambil mengelengkan kepalanya melihat tingkah mertuanya itu.


Untung saja dirinya masih bisa mengendalikan diri tadi.jika tidak ''?. sudah pasti iya keluar tanpa celana dan baju.melebihi mertuanya,bisa rusak Imagenya.


"Buruan Bah".pinta Emak panik.


Abah langsung berlari dengan tergopoh-gopoh masuk kedalam rumah.untuk saja kamar kedua orang tuanya tidak berada dikamar atas, jika tidak bisa kumat encoknya Abah.karna sudah berlari kesana kemari.


"Buruan Bah".


"Iya Mak".terlihat Abah datang dengan celana bahan sambil mengancingkan celananya.


Bahkan gesper laki-laki paruh baya itu pun sampai lupa dinaikkan.

__ADS_1


"Gespernya Abah nanti burungnya kabur".celetuk Salsa membuat dirinya mendapatkan kecupan dijari oleh suaminya.sambil menahan tawa.


"Aarrggg".Jhonsen langsung terpekik kaget. saat tangannya yang mengengam jemari sang istri langsung diremes istrinya itu dengan kuat.


"Zian berangkat sekarang".


"Baik tuan".jawab Zian sambil menoleh kearah spion mobil,melihat adik angkatnya itu,entah kenapa hatinya juga ikut kawatir.


Apa lagi Jhonsen, iya sampai berkeringat dingin saat melihat istrinya itu sesekali meringis menahan sakit.


"Sabar sayang,sebentar lagi kita sampai''.lirihnya saat melihat Salsa hanya menyender didada bidangnya.dengan bibir yang terus membaca istifar.tak sekalipun Jo melihat istrinya itu mengaduh kesakitan.Wanitanya itu hanya sesekali-kali meremes tangannya saat merasakan kontraksi.


''Sabar sayang''.Jhonsen berkali-kali mengecup puncak kepala istrinya dengan air mata yang sudah membanjiri wajah tampannya.


Sementara Emak yang duduk disamping Zian tak kalah kawatir.bahkan tubuh wanita paruh baya itu bergetar dengan keringat dingin membanjiri wajahnya.


Setelah mobil berhenti diparkiran rumah sakit. Jhonsen langsung membantu istrinya untuk keluar dari mobil,kemudian langsung membopong tubuh wanitanya itu, sambil menjerit memanggil dokter yang akan menangani istrinya.


Dan tentu saja Dokter yang satu ini tak ingin sembaragan Dokter untuk menagani istrinya.


''Eh...kenapa lu''?..tanya Jhonsen saat melihat dokter yang akan menemani istrinya berjenis kelami laki-laki.tentu saja yang namanya Jhonsen, tak akan mau istrinya disentuh laki-laki lain.


''Aduh Jo plis deh, ini tu lagi darurat.jangan banyak tingkah''.kesal Sang Dokter sambil menatap Jhonsen kesal.


''Gue bilang ganti ya ganti''.


''Iya Dek sabar''.Jhonsen langsung berhenti berceloteh saat lagi-lagi istrinya meremes jemarinya.sambil mengelengkan kepalanya dengan wajah memohon.


"Iya''.Ok''. tapi jangan dilihat, jangan dipegang".


"Jadi mesti gimana meriksanya Jo"?.Dokter yang seumuran dengan Jhonsen langsung mengaruk-garuk kepalanya dengan wajah frustasi.


"Aaarrgg...".lagi dan lagi laki-laki itu mendapatkan remesan kuat dari sang istri.


"Ya terserah kau saja".Jhonsen akhirnya pasrah saat melihat wajah istrinya yang memohon dengan air mata yang kini membasahi wajah cantik wanita itu.


''Sudah bukaan dua,mungkin sekitar enam jam lagi akan penuh".


''Kau gila"?.. mana mumgkin istri ku menahan sakitnya sampai berjam-jam,apa kau tidak melihatnya kesakitan''?..Jhonsen langsung ketar-ketir saat mendengar istrinya akan melahirkan sekitar enam jam lagi.


''Sabar Jo,ini hanya perediksi dan biasanya bisa lebih cepat dan bisa juga lebih lama''.


''Tolong lakukan sesuatu, agar istri saya bisa cepat melahirkan".meminta dengan wajah memohon dan panik.


''Sabar Jo''?.


''Ah..kau hanya bisa mengatakan sabar.sekarang ganti dengan Dokter perempuan. aku tak ingin istri ku melahirkan ditangani oleh laki-laki mesum seperti mu''.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Diluar


Terlihat Wita,Alex dan Azka berjalan menyusuri kolidor rumah sakit dengan wajah panik dan langkah yang tergesa-gesa.


''Bagai mana ''?.


''Belum tau''.celetuk Emak sambil ikut berdiri saat melihat besannya datang dengan wajah panik dan nafas yang ngos-gosan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Didalam


''Sabar sayang''.Jhonsen terus berada didekat istrinya itu tanpa mau beranjak sedikit pun.


''Abang''.Salsa dengan wajah lemah.


''Iya sayang''.


''Salsa laper Bang''.


''Iya sayang sebentar''.setelah mengatakan itu semua,Jhonsen langsung melangkah menuju pintu ruagan bersalin.


''Zian tolong belikan makanan untuk istri saya, cepat ngak pakai lama''.


''Baik tuan''.setelah menjawab Zian langsung melangkah dengan tergesa-gesa menuju kantin rumah sakit.


Setelah mendapatkan apa yang iya cari,Zian langsung berlari menyusuti kolidor dengan menenteng satu bungus bubur Ayam.


''Eh Zian,sebentar biar Tante yang antar. Jo akan marah jika ada laki-laki lain yang melihat istrinya".


"Baik Nyonya".Zian langsung menyerahkan bungkusan Bubur yang iya bawa kepada ibu dari Bosnya itu.


"Mommy suapi ya sayang"?..tanya Wita sambil melangkah masuk kedalam ruagan menantunya itu.


"Eh Mommy".kaget Jhonsen sambil menoleh.


Dari mana Mommynya tau"?.. jika istrinya akan melahirkan. sementara dirinya belum mengabari kedua orang tuanya itu.


"Mommy suapi ya sayang"?..


"Iya Mom".Salsa langsung menjawab,disertai anggukan kepala.

__ADS_1


Melihat Mommynya yang menyuapi sang istri , Jhonsen pun pamit untuk melaksanakan sholat magrib,dirungannya sendiri.


Setelah selesai melaksanakan sholat magrib Jhonsen langsung melangkah dengan cepat menuju rungan sang istri.terlihat istrinya itu berguling kesana dan kemari,menahan sakit yang entah seperti apa"?.. hanya Salsa lah yang tau. yang jelas Jhonsen yang melihatnya langsung lemes dan meneteskan air mata.


"Sayang".


"Sakit Bang".


"Sabar sayang,Abang panggil Dokter".


Belum sempat Jhonsen beranjak. terlihat beberapa Dokter kini sudah melangkah memasuki ruagan bersalin.


Ternyata saat Jhonsen melaksanakan Sholat. Wita sudah terlebih dahulu memangil Dokter.karna merasa menantunya itu akan segera melahirkan.


"Tolong istri saya Nit plis"?.meminta dengan nada memelas, sambil menatap seorang dokter wanita itu dengan penuh harap.


"Sabar Dokter, biar saya periksa dulu".


"Siap-siap bukaannya sudah lengkap".


"Baik Dok".


"Siap-siap ya Bu"?.


Dokter mulai memberikan intruksi saat Salsa lagi-lagi kontrksi.


"Ya lagi Bu".Dokter yang bernama Nita itu terus memberikan intruksi,Saat lagi-lagi Istri Jhonsen itu mengejen.


Kalau laki-laki dewasa itu jangan ditanya lagi, Saat Salsa mengejan Jhonsen juga ikut mengejan.saat Salsa mengeleng Jhonsen juga ikut mengeleng.


Sementara semua keluarga yang ada diluar sangat panik menunggu kelahiran cucu pertama mereka.


Bahkan Wita dan Emak terus mondar-mandir tampa Henti membuat Alex dan Abah semakin pusing. karna ulah istri mereka masing-masing.


''Oek...oek...oek...''.suara tangisan bayi yang melengking membuat semua yang ada disana tersenyum lebar.sambil mengucapkan sukur yang tiada hentinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Didalam ruagan


''Waah..selamat ya''?. Dokter putranya sangat tampan''.Nita langsung menunjukkan bayi mungil itu kepada Jhonsen yang disambut senyum lebar dan air mata yang membasahi wajahnya.


''Sayang''.lirihnya dengan wajah berbinar.namun sama sekali laki-laki itu tidak berani mengendong putranya.


''Ya sudah putaranya saya bawa dulu ya Dokter"?.. untuk dibersihkan''.


''Iya terimakasih''.ucap Jhonsen yang dijawab anggukan oleh Nita.


''Makasih sayang ''.lirihnya sambil mengecup dalam kening istri tercintanya bertubi-tubi.


''Sama-sama Bang''.


Beberapa saat kemudian Bayi mungil itu kembali dibawa kedalam ruang prawatan VIP.karna kebetulan Salsa sudah dipindahkan kesana.


''Silahkan diazani putranya Dokter''.Nita langsung menyerahkan bayi tampan itu kepada Jhonsen.yang disambut Jhonsen dengan wajah berbinar senang.


Bayinya sangat tampan dan wajah putranya itu perpaduan antara dirinya dengan sang istri.


Jhonsen langsung mengazani putranya tepat ditelinga bayi mungil tersebut.setelah selesai mangazani putranya Jhonsen langsung meletakkan putranya tepat didada Sang istri.


"Abang sayang Adek,Abang Cinta Adek.I Love You sayang".lirihnya sambil mengecup kening sang istri bertubi-tubu.


Salsa menarik nafasnya lega.akhirnya pengakuan cinta yang selama ini iya impikan bisa iya dengarkan secara langsung.membuat senyum wanita itu langsung merekah.


Selang beberapa saat terlihat kedua orang tua Salsa dan juga Jhonsen rebutan ingin masuk dan menemui cucu pertama mereka.


''Wah tampannya cucu Kakek''.Abah langsung nyeletuk saat melihat cucunya berbaring tepat disamping putrinya setelah tadi menyusui beberapa saat.


"Siapa nama cucu Daddy Jo"?..Alex bertanya sambil menatap cucunya penuh cinta.


''Jerry Alex Sander Dad,gimana sayang"?..tanya Jhonsen sambil menatap istrinya lembut.


"Salsa terserah Abang aja".


"Bagus kok Jo".jawab semua keluarga kompak.


🌹🌹🌹🌹


Yeeee....selamat datang Jerry Alex Sander.


Selamat ya Babang Jhonsen dan Dedek Salsa atas kelahiran putranya.


Terima kasih untuk pembaca setia outhor.meskipun novel ini masih acak-acakan namum outhor seneng baget masih ada yang berminat membacanya. terima kasih sekali tampa kalian apa lah artinya aku ini.


Novel ini udah ending ya"?. makasih outhor ucapkan. jangan lupa mampir dinovel outhor yang lain ngak kalah seru lho.



-------------------------------TAMAT------------------------------


Salam Mamy Zee.

__ADS_1


Makasih 💞💞💞💞


__ADS_2