Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par39


__ADS_3

Tidur Jhonsen tergangu saat seseorang merab-raraba dadanya.matanya menyipit saat melihat siapa wanita yang sedang bersimpuh, degan rok yang sagat minim menghadap kearahnya,bahkan ****** ***** wanita ini sampai kelihatan, bukannya suka Jhonsen malah melegos kemudian berdiri dan masuk kedalam kamar mandi.


''Sayang kamu gak kagen sama aku''.Jeny berusaha untuk megejar tunagannya,tapi Jhonsen malah megunci pintu kamar mandi.


''Jo..buka..pintunya''.hening tak ada jawaban.


''Iss nyebelin''. lirihnya sambil menghentak-hentakkan kakinya dan berjalan menuju tempat tidur dan duduk disana.


Hampir setegah jam iya menunggu Jhonsen keluar dari kamar mandi ,tapi laki-laki itu sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya.


''Hampir satu jam Jeny menunggu barulah terlihat laki-laki itu keluar degan handuk yeng melingkar ditubuh Sixpacknya.


''Sayang''.seketika Jeny berlari dan memeluk tubuh kakar laki-laki itu dari belakang.


''Lepas Jen''.bentak Jhonsen merasa jijik saat disentuh oleh Jeny.


''Lho kenapa sih Jo''?..


Jhonsen diam malas untuk berdebat doi hanya melepaskan kedua tagan Jeny yang melingkar dipinggangnya dan berjalan menuju ruagan ganti dan megunci pintunya.


Jeny hanya menggerutu sebel melihat tingkah tunagannya itu


''Sayang''. degan cepat Jeny berlari manghampiri Jhonsen yang baru keluar dari ruagan ganti,degan pakaian kerjanya rapi dan sagat tampan.


Jhonsen yang dipanggil hanya cuek saja dan tetap melangkah kelaur dari kamar dan menuruni tangga degan cepat


''Jo..kamu mau kemana''?..Momy Wita yang melihat anaknya menuruni tangga degan setegah berlari.


Degan Jeny yang terus megikutinya dari belakang,iya pun ikut megejar anaknya yang sudah keluar dari rumah.


''Jo''?panggil Momy degan setegah membentak


''Apa lagi sih Mom''.lirihnya menahan kesal.


''Ajak Jeny ikut deganmu Jo''.pintanya


"Apa Momy ingin Jo membedah Jeny juga''?..serkasnya degan nada kesal.sambil memasuki mobil dan melaju degan kencang. meninggalkan rumah.


"Tu kan Mom Jo gak pernah suka sama Jeny".berbicara degan nada manja sambil menghentak-hentakkan kakinya degan wajah seper memelas.


"Sabar sayang,biar Momy yang bicara degannya nanti''.Mamy Wita berbicara sambil megusap punggung Jeny degan sayang.


Dimobil


''Siiit''.umpatnya sambil memukul stir mobil degan kesal.

__ADS_1


''Salsa Salsa ya...hanya nama itu yang ada dihatinya,nama yang bisa membuat mutnya buruk tapi juga bisa membuat Mutnya berubah baik dalam sekejap.perlahan Jhonsen menjalankan laju mobilnya menuju kos-kosan Salsa. dering ponselnya membuat iya megangkatnya lalu membalikkan mobilnya kembali menuju rumah sakit.


''Sial".umpatnya kesal saat beru saja pihak rumah sakit menelfonnya,bahwa dirinya harus datang kerumah sakit sekarang juga,karna ada operasi mendadak.berkali-kali Jhonsen memukul setir mobilnya untuk meyalurkan emosinya.


''Aahhrrggg''.jeritnya kesal sambil melajukan mobil degan kecepatan tinggi.


Dikampus


''Lho kenapa Sal dari semalam melamun mulu''?tanya Tantri saat mereka berjalan memasuki kampus pagi itu.


''Gak ada''.jawabnya pendek sambil terus berjalan menuju kelas.


''Hem ya baik lah''.jawab Tantri malas sambil melegos.


''Hay Sal lho sudah datang''?...tanya peria berkacamata sambil menaikkan kaca mata besarnya.


''Hem''.jawab Salsa sambil duduk dikursinya.


''Salsa kenapa''?.tanya Anton pada Tantri.


''Gak tau lagi PMS mungkin dia". jawab Tantri asal yang dinagguki Anton degan wajah binggung.


''Diem dosen datang''.lirih Salsa saat melihat dosen kiler dikampus itu mulai berjalan memasuki kelas.


Dikantor


Degan cepat iya berjalan dan meraih kunci Mobil miliknya.


''Tuan mau kemana''?.tanya Jefri saat melihat sang Bos melewati mejanya.


''Keluar''.lirihnya sambil tetap berjalan melewati Jefri.


''Tuan sebebtar lagi ada Meeting".ucap Jefri sambil megejar sang Bos.


''Lo saja yang hendel''.jawabnya membuat Jefri mengerutu kesal.


''Dasar Bos gak ada akhlak,selalu saja memberikan tugas mendadak sama gue,dia pikir gue komputer apa bisa merekam data hanya degan sekali tekan''?omelnya sambil berbalik badan dan meyiapkan bahan untuk meeting.


Azka melajukan mobilnya dipadatnya jalanan kota,tujuannya sekarang adalah kampusnya Salsa.iya berharap wanita itu ada disana sekarang.


Azka menghentikan laju mobilnya bertepatan degan mobil Jhonsen yang berhenti tepat dibelakangnya.


''Knapa bocah semprul itu datang kesini"?.kesal Jhonsen lagi-lagi membuat Moodnya bertambah buruk,padahal dirinya tadi buru-buru kesini setelah meyelesaikan operasi,berharap iya bisa megajak sang istri untuk makan siang bersama.tapi kenapa Adiknya itu malah ikutan nagkring didepan kampusnya Salsa.


Sudah hanpir satu Jam mereka menunggu akhirnya yang ditunggu datang juga,Salsa berjalan ber-irigan degan sahabatnya Tantri.

__ADS_1


Tapi sekarang Jhonsen melihat bertambah satu spesies lagi yaitu kaki-laki belalang alias laki-laki berkacamta tebal.


"Meyebalkan".rutuknya kesal sambil memukul stir mobilnya.


Melihat Salsa,Azka degan cepat membuka pintu mobil dan berlari megejar wanita itu.


"Grep".sangking bahagianya laki-laki Somplak itu sampai langsung memeluk Salsa,Salsa yang tidak sadar akan kehadiran Azka langsung mematung degan mata melotot.


"Oh ****".umpat Jhonsen kesal sambil memejamkan matanya menahan kesal.


"Gue kawatir baget sama,lho kemana saja"?pertanyaan bertubi-tubi Azka membuat Salsa diam binggung harus menjawab apa?..


Bahkan Tantri dan Anton pun ikut melogo melihat seorang laki-laki tampan yang datang dan langsung memeluk sahabatnya.


"Pak bisa lepaskan saya"?pinta Salsa setelah lepas dari keterkejutannya.


"Eehh...iiya...maaf".jawabnya tergagap setelah meyedari kesalahannya.


"Maaf Pak kemaren Salsa pulangnya gak bilang-bilang dulu"?ucap Salsa terpaksa harus berbohong.


"Kita bicaranya jagan disani ikut saya".berbicara sambil menarik tagan Salsa untuk ikut masuk kedalam mobilnya.


"Tapi teman saya gimana Pak".Salsa mencoba untuk menolak,doi takut suaminya melihat ini semua,jika itu sampai terjadi pasti Jhonsen akan megemuk lagi,tapi jika tidak mau megikuti Azka,alasan apa yang harus iya katakan"!!.. sungguh Salsa benar-benar binggung saat ini.


Sementara Tantri dan Anton hanya diam mematung saja tampa bicara Anton degan wajah herannya sementara Tantri doi sudah melihat mobil Jhonsen yang berhenti tepat dibelakang mobil bosnya Salsa yang artinya adiknya suami Salsa.


"Bagai mana ini bagai mana cara dirinya untuk memberi tahukan Salsa jika suaminya ada disini".batin Tantri kawatir suami galaknya Salsa akan marah.


Azka langsung menarik tagan Salsa tampa menunggu persetujuan wanita itu.


Tubuh Salsa mematung ditempatnya saat igin memasuki mobil Azka tak segaja matanya menatap mobil yang ada dibelakang mobil sang Bos.


"Abang".lirihnya pelan.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Nah...loh..Salsa babang Jo pasti gamuk lagi tu".


Sabar Bang Jo Salsanya jagan dihukum lagi tar nyesel lho"?


boleh donk hadiahnya like vote and komen biar outhornya rajin updet Ok.


Makasih


Bay...bay😍😍😍

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2