Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par37


__ADS_3

''Hem..jawabnya acuh sambil menatap wajah istrinya lekat.


''Kalau gak boleh gak apa-apa kok gue naik ojol aja''?..Tantri berbicara sambil balik badan dan mulai melangkah menjauh.


''Kalau gitu Salsa juga ikut Tantri aja naik ojol''. Salsa juga ikut berbalik.


''Grep''.


Satu tagan besar Jhonsen langsung menarik tagan mugil istrinya.


''Siapa yang nyuruh kalian pergi''?..


''Itu tadi Abang jawabnya cuma hem,kita kan gak tau artinya apa''?.


''Ayo masuk Abang bisa telat kalau lama disini''.


''Temen Salsa gimana''?.bertanya sambil menatap wajah sahabatnya yang ada dibelakang mereka.


''Ikut Adek''... aduh''....lirih Jhonsen jengah sambil megusap rambutnya frustasi.


Ribet memang kalau ber-urusan degan gadis kecil seperti mereka.


''Yes''...makasih Abang''.


''Hem''.


''Ayo Tri masuk''.ajak Salsa semagat pada sahabatnya.


''Iya''.jawab Tantri ragu-ragu sambil melangkah mendekati mobil dan mesuk kedalamnya.


''Lho kenapa duduk dibelakang''?..tanya Jhonsen saat melihat istrinya malah ikut duduk dibelakang seperti temannya.


''Trus''?..bertanya sambil tetap berdiri dipintu mobil yang masih terbuka.


''Duduk didepan Adek''.Jhonsen berbicara degan suara yang sudah mulai meninggi susah memeng berbicara degan gadis tulalit seperti Salsa.


''Salsa disini aja Bang gak apa-apa kok''.lagi-lagu ucapan Salsa membuat Jhonsen pusing benar-benar pusing.


''Emang Adek pikir Abang supir''?..serkasnya kesal.


''Oh..kirain duduk didepan itu raja''?.celetuk Salsa sambil garuk-garuk kepala.


Sementara Jhonsen hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya.


****


''Salsa kekampus dulu ya Bang''?...berbicara sambil mencium punggu tagan suaminnya degan takzim.


''Iya sayang hati-hati igat pesan Abang''?..

__ADS_1


''Iya''.jawab Salsa sambil berjalan keluar.


"Suami lho serem amat".celetuk Tantri saat mereka sudah keluar dari mobil Jhonsen dan berjalan menuju kelas.


"Gak juga dia baik kok".


"Baik apa-an gue aja geliatnya takut".


"Lho belum kenal aja,dia emang datar orangnya kalau belum terlalu megenal orang lain".


"Eh..Tri lho tau gak teryata Bos gue itu adiknya suami gue lho''..


"Apa''?.. beneran"?..jawab Tantri degan wajah berbinar.


"Beneran".


"Waah asik donk bisa nikah sama keluarganya Bos".


"Asik apa-an".


"Kenapa"?.bertanya degan alis yang megerut binggung bukankah merid sama Kakaknya Bos itu enak ya''?.. bukankah itu juga artinya Salsa menikah degan laki-laki kaya, apa-nya yang gak asik cobak".batin Tantri bertanya-tanya.


"Entar deh gue ceritakan sekarang pokus belajar dulu''.lirih Salsa sambil mendaratkan bokongnya dikursi.


''Sal kantin yuk''?..ajak laki-laki berkacamata besar yang satu kelas degan Salsa.


''Eh iya ayo''.jawab Salsa ragu-ragu.


"Tri ayok kekantin".ajak Salsa yang diangguki Tantri.


"Eh..ntu manusia kacamata gapain gikutin elu".lirih Tantri sambil berbisik.


"Suutt gak boleh menghina".lirih Salsa balas berbisik.


"Iya maaf".


"Lho mau makan apa Sal".lirih laki-laki berkacamata sambil membenahi kacamatanya.


"Gue bakso deh".


"Gue juga celetuk''.Tantri tampa ditanya.


''Iya baik lah''.lirih laki-laki culun bernama Anton.


''Eh...Sal''.cerita donk yang tadi''...masih menuntut penjelasan Salsa.


''Hey...hey..ini baksonya sudah jadi''.lirih Anton membuat percakapan keduanya terhenti.


''Makasih Anton''.jawab keduanya serentak.

__ADS_1


''Eh...gimana kalau kita buat permainan seperti biasa, saat kita makan disekolah dulu''.celetuk Tantri penuh semagat.


''Boleh''.


''Mainan apa''?..tanya Anton binggung.


''Gini dulu waktu kita berdua masih SMA,kita itu punya sahabat cowok tiga orang.saat sarapan dikantin kita sering lomba cepat makan,yang kalah dia yang bayar gimana lho mau ikut gak''?jelas Salsa antusiasi.


''Boleh''.jawab Antok sambil membenarkan kacamata tebalnya.


Tampa Salsa sadari seseorang tegah memantaunya dari tempat yang tak terlalu jauh dari sana,bahkan laki-laki itu juga sempat megambil beberapa foto Salsa dan megirimkannya kepada sang Bos.


Dirumah Sakit


Setelah meminta Anak buahnya untuk megewasi istrinya Jhonsen bisa sedikit bernafas lebih tenang,tapi sejurus kemudian iya mendapatkan pesan Watsapp yang masuk secara bertubi-tubi.


Rahangnya seketika megeras saat melihat tawa lepas Istrinya yang sedang duduk dikantin degan seorang laki-laki.


"Manusia kacamata".rutuknya megeram kesal.


Degan cepat iya berdiri dan meyambar kunci mobil yang tergeletak diatas meja kerjanya.


"Awas saja kau ya akan ku pecahkan kacamata besar mu itu".Jhonsen berjalan sambil mendumel kecil.


"Maaf Dokter anda mau kemana".


"Saya mau keluar sebentar".jawabnya sambil berhenti.


"Tapi Dokter sebentar lagi ada oprasi"!!.


"Apa tidak ada dokter lain".


"Tidak ada dokter,bukankah beliau konsul tasinya degan Dokter"?.


"Iya saya akan kesana sekarang".lirihnya lemes tak bersemagat tapi walau bagai mana pun tugasnya tetap yang utama.Jhonsen melangkah keruagan Oprasi degan langkah gontai,entah kenapa saat melihat istrinya didekati peria lain rasa marahnya kian memuncak,apa itu karna perbedaan umur diantara mereka"?..


Entah iya sendiri tidak tau alasannya kenapa iya semarah ini saat melihat Salsa berdekatan degan laki-laki lain,apa kah itu yang dinama kan cemburu"?...


Jhonsen cepat-cepat membuang pikiran-pikirannya iya kembali melangkah dan pokus pada tugasnya terlebih dahulu,karna sebentar lagi iya akan melakukan oprasi.


"Gue akan kesana nanti setelah Oprasi selesai"lirihnya sambil melangkah masuk keruagan Operasi.


🌹🌹🌹🌹


Yah Bang Jo kalau cemburu sih ngaku aja jagan pura-pura gitu entar Dedek Salsanya diembat orang lho"?...


He...he...hadiahnya donk like vote and komen makasih.


Bay...bay..😍😍😍

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2