Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par 60


__ADS_3

''Kepala Salsa pusing Bang''.


Haduuuhh...belum saja berangkat bumilnya ini sudah pusing duluan.membuat Jo outo ikut-ikutan pusing.


Jo menarik nafas panjang kemudian berkata.


''Sabar Sayang Ayo masuk dulu''.


''Kepala Salsa yang pusing Bang,bukan tagan''.kesal Salsa karna Jhonsen mengegengam tagannya erat.


''Haduhh..Adek...kita masuk dulu sayang nanti didalam Abang pijat'.nadanya sudah naik satu oktaf,membuat wanita yang ada disampingnya menunduk degan mata yang sudah megembun.


Sepertinya Jhonsen harus banyak bersabar karna istrinya ini sagat manja dan juga gampang merajuk.


''Ya sudah ayo naik,jagan sedih''.


''Iya''.jawabnya ketus sambil melangkah masuk kedalam pesawat.


Jhonsen hanya mendesah panjang kemudian melangkah memasuki pesawat mengikuti istrinya yang sudah ngacir duluan.


''Adek mau makan apa''?.tanya Jo sesaat setelah pesawat terbang degan sempurna.


Lagi-lagi Jo memasang jebakan betmen yang akan menyusahkan dirinya sendiri.


''Gak ada Bang''.Salsa berbicara sambil mendongak,agar bisa menatap wajah suaminya yang duduk disampingnya berbaring,tagan laki-laki itu masih sibuk memijat kepalanya yang berdenyut.


''Adek harus makan,kan tadi pagi kita belum sarapan Abang laper Dek, Anak kita juga lapar iya kan sayang''?..berbicara tepat didepan perut Salsa dan mengelus perut wanita itu lembut.


''Iya Salsa mau makan''.


''Mau makan apa Sayang''?..


''Mangga muda Bang''.


''Haduuuh begini baget ya''?..diatas udara mana ada mangga Dek''.geram Jhonsen melihat tingkah istrinya.


''Ya sudah kalau gak ada''.jawabnya degan wajah lesu,kali ini entah kenapa iya benar-benar megiginkan mangga muda.


''Adek makan yang lain ya''?..nanti kalau sudah sampai dirumah Ibuk kita cari mangganya''?Jo baru igat jika istrinya ini pencinta mangga.


''Iya''.lirihnya degan wajah lesu.


''Eehh..tunggu dulu Bang''.


''Apa lagi Dek''?..


''Salsa mau makan,tapi jagan pesan ikan mentah lagi ya''?


''Salsa mual Bang''.sambungnya lagi.


Jhonsen tak menjawab dan bertanya lagi iya takut jika iya bertanya entah makanan aneh apa lagi yang akan diminta istrinya itu.

__ADS_1


''Zian''.


''Iya Tuan''.


''Pesankan makanan Zian''.


''Baik tuan''.


Beberapa saat kemudian Zian sudah berjalan menuju kearahnya degan nampan yang berada ditagannya.


''Ini Tuan''.Zian meletakkan dua porsi Ayam goreng ktispi dan dua porsi burger.


''Iya letakkan saja disitu''.


Setelah meletakkan beberapa menu makanan, Zian kembali duduk ditempatnya semula tepatnya didepan tempat duduk Jhonsen dan Salsa.


''Makan Sayang Aak''.Jo menyodorkan Burger didepan bibir istrinya.


Baru saja beberapa gigitan Salsa sudah merasa mual,perutnya yang biasa diisi degan makanan kampung sagat sulit untuk menerima makanan Western.


''Udah Bang Salsa gak mau lagi''.berbicara sambil menutup mulutnya tanda menolak suapan dari suaminya.


''Sedikit lagi sayang''.


''Salsa mual Bang''.


''Abang aja yang habiskan''.


Satu jam empat puluh menit,pesawat yang mereka tumpangi mendarat dibandar udara Internasional Sultan Syarif Kasim II.


''Sayang bagun''.Jo membagunkan istrinya yang kini sudah terlelap diatas pahanya,entah kenapa hatinya terenyuh melihat wajah polos Salsa yang tertidur pulas.kedua tagannya seperti biasa memeluk pinggang suaminya erat.


Sungguh wanita ini tidak pernah mengeluh degan masalah yang selalu mereka hadapi.


Namun dirinya lah yang salah disini,Jhonsen masih selalu dibayang-bayangi masalalunya akan perselingkuhan istri pertamanya itu.dan itu jugalah yang menyebabkan dirinya selalu dihantui ketakutan dan kecemburuan yang berlebihan.


''Sayang Bagun Dek''.lagi-lagi Jo menpuk pipi istrinya lembut,igin iya menbopong istrinya itu namun mereka harus mencari Travel terlebih dahulu agar mereka bisa sampai kekampung Salsa.


''Heeem...Abang''.


''Allah huakbar''.Jhonsen langsung terpekik kaget saat melihat istrinya hampir saja terjungkal dan terjatuh dari kursinya berbaring,untung saja Jhonsen degan cepat menagkap tubuh istrinya itu,jika tidak entahlah apa yang akan terjadi.


''Adek iiihhh....bisa gak sih gak grasak-grusuk gitu,Adek itu lagi hamil bagai mana kalau tadi Adek jatuh''?..Abang gak mau ya anak Abang kenapa-napa''.


Salsa tidak menjawab iya hanya berdiri dari berbaringnya dan melenggang keluar dari pesawat.


''Iiihhh...salah lagi''.kesalnya sambil mengusap rambutnya kasar.


''Zian kamu bawa koper saya''.pintanya setengah berlari menyusul Istrinya.


Zian hanya mengeleng melihat tingkah Bosnya itu,Salsa masih sagat muda harus lebih banyak dibimbing agar menjadi lebih dewasa,bukan harus dipaksa menjadi dewasa.

__ADS_1


''Dek jagan marah lagi Abang minta maaf''.


''Iya''. jawab Salsa lirih.namun dalam hatinya iya sudah menyiapkan sesuatu yang akan membuat suaminya itu kewalahan.


''Ayo Dek kita masuk trapel yang disana''.Jo menunjuk trapel yang biasa doi naiki jika iya igin kekampung Salsa.


Salsa hanya menurut dan berjalan duluan namun belum sempat langkahnya terhayun tagannya sudah duluan dicekal Jhonsen. kemudian mengandeng tagan wanita itu seperti igin menyeberangi jalan.


"Duduk sini sayang".Jo menepuk-nepuk kursi Bus yang ada disebelahnya,sebagai isyarat meminta istrinya untuk duduk disampingnya


Lagi-lagi Salsa hanya menurut.


Ternyata istri Tuan nya itu tempat tinggalnya sagat jauh,wajar sih mengigat Istri Bosnya itu sagat cantik dan juga lembut.


klKalau wanitanya modelan begini gue juga rela, meskipun harus menyebrangi lautan dan samudra''.pikir Zian sambil duduk dikursinya sendiri.


"Haduh kepala gue pusing".keluh Zian saat merasakan pergerakan mobil yang oleng kekanan dan oleng kekiri membuat perutnya mual dan kepalanya pusing.


"Huek..huek"...nah Jhonsen sudah muntah saja kepalanya iya julurkan dijendela Bus.


"Ini Bang plastik".Salsa menyerahkan beberapa plastik pada suaminya.


Jhonsen hanya menatap plastik degan tatapan Iba,beru kali ini iya merasakan mual yang sagat mendera,bukan karna mabuk perjalanan melainkan karna aroma ketek perempuan subur yang duduk tepat didepannya sekarang.


Iya meraih pelastik yang ada ditagan istri,kemudian manik matanya menatap Salsa degan tatapan iba,iya sagat kasihan degan istrinya itu.Salsa pasti juga mencium aroma yang sagat menyegat yang berasal dari depan. tapi entah kenapa istrinya itu tidak mual dan muntah,apa karna Salsa mungkin sudah terbiasa menciumnya''?..entahlah yang jelas Iya sagat tersiksa degan keadaan ini.


"Huek...huek"...lagi-lagi Jhonsen memuntahkan isi perutnya, kali ini iya tidak lagi muntah dijendela mobil melainkan dalam plastik yang baru saja Salsa berikan.


Zian yang melihat Jhonsen muntah-muntah hanya mengernyit heran,apa mungkin bosnya itu mabuk perjalanan"?..Tapi biasanya bosnya itu tidak pernah mabuk,jika mereka pergi kemana-mana,apa mungkin karna jalanan dikampung ini hancur"?..


"Minum Tuan".Zian menyodorkan satu botol air minel kearah Jhonsen,namun"?


"Huek''...haduh pantasan saja Tuan muntah-muntah ternyata itu lah penyebabnya, degan cepat Zian bejalan menuju kursinya sendiri.iya benar-benar tidak tahan jika menciuan aroma yang sagat menusuk hidungnya.biarlah Bosnya saja yang menikmati penderitaannya sekarang.


"Mbak itu suaminya kenapa"?..ibu-ibu yang bertubuh subur malah bertanya dan menolehkan kepalanya menghadap Jhonsen dan Salsa.


"Haduhh''...Jhonsen langsung menarik nafas pasrah.jika iya tau kejadiannya akan seperti ini iya akan meminta tolong pada Daddynya untuk menggunakan pesawat pribadi milik keluarganya saja.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya Bus yang mereka naiki sampai diterminal tempat tinggal Salsa.


"Tuan dimana rumah Nona"?tanya Zian yang sudah merasa sagat kelelahan.


🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa dukugannya hadiah like vote and komen makasih.


Bay...bay..😍😍😍😍


Yuk mampir disini gak kalah seru lhoπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2