
''Tuan mau ngapain kesini''.
''Main bola''.jawab Jhonsen asal.
Zian hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
''Pak tolong nasinya tiga ya''?..
''Pakai ikan apa''?..
''Ayam rendang sama apa kemaren Dek''?.Jo bertanya sambil menatap istrinya lembut,Jo masih igat makanan yang dipesan istrinya itu sagat lezat.
''Gulai nangka Pak sama sambal dan sayur lainnya ya Pak''.ucap Salsa degan suara lembut.
''Zian kau kenapa masih berdiri''.tanya Jo karna Zian masih belum sadar dari keterkejutannya.
''Zian''.panggil Jo kuat.
''Eeehhh....iya Tuan''.jawabnya tergagap.
''Duduk Zian''.
''Eh..iya Tuan''.Zian mendaratkan bokongnya disalah satu kursi yang bersebelahan degan meja Jhonsen.
''Silahkan Pak''.ucap penjual nasi padang degan ramah.
''Yang satunya antar dimeja sana ya Pak''.Jo berbicara sambil menunjuk meja yang ditempati Zian.
''Baik Pak''.berbicara sambil melangkah menuju meja yang disebutkan.
''Ayo sayang makan".Jo berbicara sambil menggulung legan kemeja putih yang iya kenakan.sungguh Jo sudah seperti orang yang igin berperang.
''Ini enak lo sayang Aakk''.berbicara namun tagannya mengarah kemulut sang istri.
Salsa hanya menurut saja iya tidak igin memancing emosi suaminya disini.
''Enak kan Dek''?..bertanya degan mulut penuh.
Salsa hanya mengganguk lirih.
''Ternyata laki-laki kaku juga bisa romantis ya''?...Zian berbicara pelan melihat tingkah bosnya itu.
''Ayo sayang''.ajak Jo saat mereka semua telah selesai makan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mobil yang mereka tumpangi sampai didepan Apartemen yang biasa mereka tempati,entah kenapa saat melihat Apartemen ini Salsa kembali igat akan perlakuan Jhonsen terhadapnya.
''Ayo sayang''.lagi-lagi Jo memanggil istrinya yang hanya diam terpaku ditempatnya berdiri setelah keluar dari mobil.
''Iya Bang''.menjawab degan wajah kaget.
''Adek kenapa''?..
''Gak ada Bang''.
''Ayo masuk''.
Salsa tak menjawab iya hanya mengikuti Jo yang merangkul pinggangnya degan posesif.
''Mas''..terdegar suara yang paling dihindari Jo.
''Mas dari mana saja''?.. lho kamu kan pembantunya Mas Jo''?..ini ada apa Mas kenapa Mas merangkul pinggang pembantu ini''?..berbicara degan air mata buaya yang sudah mulai menetes.
''Gapain lho disini''?.sekarang Jo sudah kembali kemode garang.kesal sekali rasanya iya melihat wanita didepannya sekarang.
''Kok gitu sih Mas,kita kan sebentar lagi mau menikah''.berbicara namun tagannya mencoba meraih legan Jhonsen.
Ya Jeny pergi dari rumah Mammy Wita disaat wanita paruh baya itu menenagkan anak bungsunya yang sedang patah hati.
''Bruk''...
''Sayang''.
''Aaawww sakit''.
''Plak''.satu tamparan mendarat diwajah Jeny, karna wanita itu telah berani menyakiti istrinya.
Jeny mendorong Salsa hingga menelungkup diaspal,untung saja Salsa sempat menopang kedua tagannya,jadi perutnya tidak sempat membentur aspal.
''Mas kenapa kau menamparku''?berbicara degan air mata yang sudah mengalir deras.
Jo tidak perdulu iya hanya berlari mendekati istrinya kemudian membopong tubuh istrinya masuk kedalam rumah.
''Turuni Salsa Bang''?..
''Diam lah Dek jagan membantah Abang sekarang''.lirihnya sambil meletakkan istrinya diatas Spring bed king size yang ada dikamar mereka.kemudian iya langsung meraih semartpthone yang ada disaku celana bahannya dan menelepon dokter Obgyn.
Awalnya Dokter itu menolak tapi karna Jo memohon-mohon akhirnya iya mau datang degan syarat doi dijemput para pengawal mengigat ini sudah tegah malam apa lagi iya hanya seorang perempuan,karna seperti biasa Jo tidak akan mau istrinya disentuh laki-laki lain.
__ADS_1
"Apa yang sakit sayang".berbicara degan memutar-mutar tubuh istrinya yang sedang berbaring membuat kepala Salsa pening karna diputar-putar.
"Abang Salsa gak apa-apa Bang".
Namun laki-laki itu tetap saja meneliti tubuh istrinya,bahkan iya menaikkan gamis bahkan membuka hijap yang Salsa gunakan.
"Abang Salsa pusing Bang".
"Nah tu kan tadi katanya gak apa-apa kenapa gak ngomong sih Dek".berbicara namun wajahnya semakin panik.
Salsa mendesah panjang kemudian berkata.
"Salsa pusing karna Abang'',Bang"...berbicara degan wajah Frustasi.
Mendegar itu semua membuat Jo semakin Frustasi pikirannya kini malah ngelantur kemana-mana.
"Dek Abang minta Maaf sayang jagan marah lagi sama Abang jagan pusing lagi".
Oh..astaga Salsa sampai langsung terduduk dari posisi berbaringnya.
Entah lah hatinya benar-benar marah sekarang degan suaminya itu,tapi melihat tingkah dan kecemasan Jo hatinya menjadi binggung.
Bagai mana sebenarnya perasaan laki-laki ini pada dirinya,Cinta kah atau sebaliknya.
Mungkinkah semua yang dilakukan Jo padanya hanya bersipat sementara"?..dan nanti Jo akan berbuat seperti kemaren lagi,lalu jika memang iya bukankah itu artinya Salsa tidak boleh berharap lebih lagi degan laki-laki ini,bahkan Jeny saja bisa Jo buang sesukanya mungkin kah dirinya suatu saat akan dibuah juga.
"Malam Dok".kedatagan seseorang membuat lamunan Salsa buyar.kemudian menoleh kesumber suara,seorang wanita yang sagat cantik berdiri diambang pintu degan wajah lelah dan kantuknya,bahkan sesekali wanita itu terlihat menguap.
''Malam Ra tolong periksa istri saya''.berbicara sambil turun dari tempat tidur.
πΉπΉπΉ
Jagan lupa kasi semagatnya buat outhor hadiah like vote and komen.
Makasih
Bay...bay...πππ
Yuk mampir disiniππππ
Tbc.
__ADS_1