
''Nona mau kemana''?.tanya Zian setelah dirinya mendekati Salsa dengan nafas yang ngos-ngosan.
''Zian bawa aku pergi dari sini Zian''.jawab Salsa sambil berusaha menyembunyikan tangisnya,mencoba tegar meskipun hatinya hancur.
''Menanggislah jika itu bisa membuat Nona lebih tenang''.ucap Zian, sambil menarik tubuh rapuh Salsa kedalam dekapannya.
Tangisan Salsa langsung pecah,didada bidang,asisten suaminya itu.
''Setelah ini saya mohon jangan pernah menangis lagi Nona,saya harap ini yang terakhir kalinya''.lirihnya sambil memeluk tubuh rapuh Salsa dengan kuat,menyalurkan kasih sayang dan kekuatan dari hatinya.
''Tunggu lah disini saya akan mengambil mobil sebentar saja,Nona jangan kemana-mana''.ucapnya setelah pelukan terlepas,perlahan tangannya terulur untuk mengapus air mata Salsa.
Kemudian melangkah pergi
Dengan setengah berlari Zian mendatangi kembali rumah Jhonsen. tujuannya untuk mnengambil mobilnya namun lagi-lagi langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita yang baru saja keluar dari Apartemen Jhonsen.
''Dewi,kenapa wanita itu kesini''?.lirihnya sambil bersembunyi dibalik tembok pagar pembatas rumah.
''Kenapa dia kembali lagi''?..apa tujuan wanita itu sebenarnya''?.ucap Zian pelan sambil berjalan mendekati mobilnya setelah memastikan Dewi sudah pergi menjauh.
''Ayo Nona''.ucapnya setelah melihat Salsa berdiri sambil menahan tangisnya dipinggir jalan.
Lagi-lagi Salsa tak menjawab iya hanya melangkah mendekati mobil Zian dan masuk kedalamnya
"Kita mau kemana Zian, bukan kah jalan kerumah tidak disini"?..tanya Salsa karna Zian mengarahkan mobilnya kejalan lain.
"Kita akan ketempat yang pasti nona sukai".
Salsa tak menjawab iya hanya mengedikkan bahunya, sambil menyandarkan kepalanya dijendela mobil. dengan mata yang terpejam.igatannya masih tertuju pada suaminya yang sedang berpelukan dengan wanita lain,itu sagat menyakiti hatinya yang terdalam.
Perlahan iya terisak dengan mata yang terpejam.
Zian hanya menoleh sekilas kemudian menarik nafasnya panjang. sungguh iya sangat kasihan dengan wanita muda yang ada dibelakangnya.
__ADS_1
''Nona usia Nona sekarang berapa''?tanya Zian mengalihkan suasana sedih yang ada didalam mobil dan kebetulan doi juga penasaran dengan usia wanita disampingnya ini.
''Sembilan belas tahun''.
Mendengar jawaban Salsa Zian langsung melongo sembilan kembali bertanya.
''Memangnya Nona menikah dengan tuan umur berapa''?.kembali jiwa kepo Zian meronta.
''Delapan belas tahun, masuk sembilan belas tahun,waktu itu saya kuliah baru semester pertama''.jawabnya sambil menerawang jauh mengigat awal pernikahannya dengan Jhonsen.
''What serius''.tanya Zian kaget dan langsung menginjak rem karna terkejut.
''Eh..kau ini kenapa Zian''?.kita bisa mati jika berhenti mendadak ditengah jalan begini''.panik Salsa sambil menepuk bahu Zian kuat.
''Maaf Nona saya kaget''.jawabnya sambil menjalankan mobilnya kembali.
''Kenapa Nona mau menikah dengan tuan''?.padahal Nona masih muda dan cantik''.
''Apa anda begitu cintanya dengan tuan,apakah mungkin anda tidak bisa mencintai laki-laki lain lagi''?.
''Entah lah Zian untuk saat ini aku tidak igin memikirkan apapun dulu, yang igin aku pikirkan masa depan anak yang ada didalam kandunganku.
''Zian''.
''Iya Nona''.
''Apa aku masih bisa meminta bantuan lagi padamu''?.
''Insya allah jika saya bisa nona''.
''Aku igin pergi dari kota ini Zian, bisa kah kau membantuku Zian''.
''Anda serius Nona''?..
__ADS_1
''Kota ini tidak cocok untuk ku Zian, kehidupan disini sangat kejam. untuk gadis bodoh seperti ku''.
''Ayo turun Nona''.pinta Zian karna sekarang mereka telah sampai.
"Wah...kau membawaku kepantai".
"Iya Nona apa kau suka".
"Aku suka Zian".jawabnya sambil menganguk antusiasi.
"Jagan berlari Nona,anda sedang hamil".panik Zian sesaat melihat Salsa malah berlari menyusuri pantai.
"Oh..iya aku lupa".menjawab sambil kembali berjalan dengan langkah pelan.
Zian hanya terkekeh dan mengusap kepala Salsa yang ditutupi hijap dengan lembut.
"Duduk disini Dona".
"Zian".
"Ya ada apa"?.
"Bisa tidak kau jagan memanggilku Nona.disini sudah tidak ada Abang Zian, jadi kau boleh memanggilku Salsa.Adek atau apa yang menurutmu bagus".
"Adik hem".Zian tersenyum kecut."padahal aku ingin kita lebih dari sekedar itu,aduh Zian kau mau mati dibunuh Jhonsen jika dia tau kau menyukai istrinya".batinya sambil menatap wajah Salsa yang masih sendu.
πΉπΉπΉπΉ
jagan lupa like vote,hadiah and komen makasih
Bay...bay...πππ
Tbc.
__ADS_1